Sekarang Julie kembali berhadapan dengan Cameron, dia datangi Cameron saat Ann masih memeluknya.
“Ehm!”
Suara Cameron yang berat itu membuat Ann langsung melepaskan pelukannya dan melihat ke arah Cameron dengan sikap hormat.
Sedangkan Ann langsung memukul punggung Julie agar dia segera sadar dan bersikap sopan pada Ceron, Julie mengangkat kepalanya dan dia menatap Cameron. Dia telah menantikan ini. Di mana dia akan mendapatkan apa yang dia inginkan, tatapan mata Julie lembut dan dia menantikan apa yang akan dikatakan oleh Cameron.
“Seperti yang kau katakan tadi, aku akan mengabulkan keinginanmu. Kau akan bisa berada di luar, dan bisa berkeliar bebas di sini. Hanya saja kau harus dikawal oleh Killian.”
Cameron melihat ke arah Killian, dia tahu kalau Killian lah yang mengawasi Julie sejak awal. Itu membuat Julie sangat senang sekali, dia tidak akan merasa bosan lagi di dalam penjara itu, dan dia. Bisa melihat sekitarnya dengan lebih baik. Dia menjadi bebas dengan kemampuannya sendiri.
“Tapi ketua Cameron, dia adalah manusia dan manusia itu berbahaya!” Isaac menentang apa yang dikatakan oleh Cameron, dia membenci Julie yang merupakan manusia.
“Dia bisa saja membuat kita dalam bahaya, dia adalah makhluk rendahan!” Isaac bahkan ingin menyerang Julie, dan Cameron dengan cepat menangkap tangan Isaac dan memberikan tatapan mata yang tajam.
“Aku ketua di sini, dan aku telah berjanji pada nona nuda ini. Kita tidak pernah berniat untuk membunuhnya, karena kita tidak sama dengan para manusia.”
Cameron menekankan kalimatnya, sangat terlihat sekali kalau Isaac tidak suka dengan apa yang dikatakan Cameron. Seharusnya mereka memuaskan manusia, membalas apa yang terjadi pada mereka dan itu semua karena manusia dan ayah dari wanita yang ada di depan mereka.
Isaac tidak mengatakan apa pun dan dia pergi meninggalkan di sana. Dia benar-benar kecewa, membuat wajahnya keras dan terlihat sangat hancur secara bersamaan.
“Kalau begitu aku pergi dulu.”
Cameron berbalik hendak melangkahkan kakinya.
“Terima kasih karena Anda menepati janji Anda.”
Julie berteriak dengan suara yang gembira, Cameron tersenyum kecil tanpa berbalik. Dia melangkahkan kakinya untuk menjauh dari dana yang membuat Julie tersenyum sangat senang sekali.
Bajunya basah karena dia tadi juga ikut tersiram dengan air hangat, tapi itu tidak masalah untuknya, dia senang sekali berhasil melewati hari ini dengan sangat baik. Sinar bulan yang menyinari mereka membawa berkah juga bagi Julie.
“kau benar-benar hebat, Julis. Bagaimana bisa kau mengetahui jenis racun itu?” Ann penasaran, dia menatap mata Julie dengan matanya yang tenang.
“Kalau dilihat dari kejauhan aku sama sekali tidak mengetahuinya, untung saja Killian tidak menutup pintuku dengan benar sehingga aku bisa mengecek dan menyentuhnya, dengan mempertimbangkan semuanya, akhirnya aku mengetahuinya.”
Julie memberikan penjelasan pada Ann, dan Ann yang memegang dagunya untuk berpikir itu melihat ke arah Julie.
“Tapi itu tetap saja sulit, Julie.”
“Aku mnegingat hampir semua buku yang aku baca, Ann. Dan aku pernah membaca tentang racun.”
Mata Ann membelalak, dia kemudian berteriak sendiri setelah mendengarnya.
“Kau benar-benar hebat, Julie! Itu namanya kau adalah manusia cerdas!”
Kalau saja tidak ada Julie di sini, mereka yang tidak mengetahui tentang racun itu tentunya tidak akan bisa selamat.
“Kau juga tadi terlalu berani, kau menggadaikan nyawamu agar bisa keluar, Julie.” Suara Ann terdengar lemah ketika dia mengatakan itu, tapi dia benar-benar takut kalau Julie salah dan nyawanya akan hilang karena apa yang dia katakan.
“Aku hanya mengambil kesempatan yang datang padaku, jika aku tidak mengambilnya, aku tidak bisa keluar dengan bebas.”
Julie tersenyum lirih, ucapannya itu sungguh dari hari dan dia ingin bebas, dan bertemu dengan banyak orang.
“Sekarang, tampaknya para manusia telah menyadari kalau mungkin saja yang merampok mereka adalah para werewolf sehingga mereka melakukan ini agar bisa melukai kita.” Tiba-tiba saja Killian bicara, dan apa yang dibicarakan Killian memang benar dan membuat Julie tidak nyaman. Dia adalah manusia, dan dia takut akan disalahkan lagi pada sesuatu yang tidak dia lakukan.
Killian berdiri, dan melihat Julie dengan tatapan mata dingin seperti biasanya.
“Setidaknya kau tidak sejahat mereka.”
Killian meninggalkan Julie yang terdiam dengan apa yang dikatakan oleh Killian tadi.
Tatapan mata Julie masih mengarah pada Killian yang bahkan sekarang telah tidak terlihat. Ann menggerak-gerakkan tangannya di hadapan Julie.
“Ada apa, Ann?”
“Kau terlihat terlalu fokus pada Killian. Jangan Terlalu memikirkan apa yang dia katakan tadi, itu semua adalah pujian. Dia tidak seburuk yang kau pikirkan, Julie.”
Julie menatap Ann, dia memiringkan kepalanya karena merasa ucapan Ann tadi sedikit aneh yang membuatnya harus membuka mulutnya.
“Ann, aku sama sekali tidak merasa Killian itu jahat, malah sebaliknya.” Julie jujur pada Ann dan membuat Ann tersenyum dengan apa yang baru saja dikatakannya.
“Baguslah, aku senang jika kau berpikir seperti itu.” Ann lagi-lagi memeluk Julie dengan sangat hangat.
Dia berdiri dan mengulurkan tangannya pada Julie.
Julie melihat ke arah Ann dengan tatapan mata heran. Sedangkan Ann masih terus menggerak-gerakan tangannya agar disambut oleh Julie, dan Julie melakukan itu. Ann langsung menarik tubuh Julie agar Julie segera berdiri.
“Ikut aku.”
“Ke mana?”
“Rumahku.”
“Eh?”
“Kau harus ganti baju, dan karena kau telah mendapatkan bebas berkeliaran. Jadi, lebih baik kau tidur denganku, Julis.”
Ann tersenyum ketika dia mengatakannya pada Julie yang membuat tubuh Julie rasanya hangat, pipi Julie kemerahan karena dia begitu senang dengan apa yang baru saja dia dapatkan ini.
Julie mengikuti Ann yang berjalan lebih dulu, mereka sampai di rumah Ann dengan cepat dan Ann memberikan baju untuk Julie gunakan, berada di sini membuat Julie begitu senang. Kamar yang hangat dan perlakuan Ann yang sungguh-sungguh baik padanya.
Dia tidak menyesal sama sekali telah diculik.
“Gantilah, Julie.”
Julie mengangguk dan kemudian dia memakai baju yang baru saja diberikan oleh Ann. Bahkan sekarang mereka ada di atas kasur yang sama yang membuat Julie merasakan kehangatan yang diberikan oleh Ann.
“Ann, kau tidak takut denganku?” tanya Julie sambil melihat langit-langit kamar. Malam ini dia tidur di kasur yang empuk, berbeda dengan alas kayu yang keras dan menyakitkan.
“Awalnya aku takut karena kau adalah manusia, tanpaku sadar tidak semua manusia jahat.”
Amn tersenyum pada Julie ketika dia mengatakan itu, yang membuat Julie senang.
Jukie akhirnya tertidur dengan pulas, dia benar-benar merasa sangat nyaman sehingga dia bermimpi indah di dalam mimpinya. Dia bersama Ann bermain di taman bunga yang luas dengan suara tawa yang menggema.
Julie harap, ini akan berlangsung sangat lama. Membiarkan dia menikmati waktu yang sangat menggembirakan ini.