Aogi itu, setelah melalui malam yang begitu menegangkan, sekarang Julie melalui pagi dengan cukup mencengangkan. Dia berjalan bersama Ann ke pasar untuk membeli bahan makanan. Dan para werewolf memperhatikannya dengan tatapan mata yang tajam dan waspada.
Walaupun dia telah menyelamatkan mereka, tentu saja itu tidak membuat para werewolf akan menerimanya begitu saja.
Tapi Julie masih berjalan dengan cukup percaya diri. Dia berjalan dengan postur tubuhnya yang indah, dan dia juga terlihat percaya diri walaupun sebenarnya tidak sama sekali, di dalam hatinya Julie merasa berdebar karena takut melakukan kesalahan, dia juga takut akan menerima kemarahan dari para Werewolf yang ada di sana.
Ann pemegang tangannya, kemudian melihat ke arah mata Julie untuk meyakinkan Julie kalau semuanya baik-baik saja. Telinga Werewolf adakah telinga yang sensitif, walaupun Tatapan yang diberikan oleh para Werewolf melihat ke arah Julie seperti ingin memakan Julie tapi sebenarnya yang terjadi bukanlah seperti apa yang dipikirkan Julie.
Mereka sebenarnya sangat penasaran dengan sosok Julie.
“Bagaimana bisa dia menyelamatkan kita? Bukankah dia anaknya Hugo?”
Para werewolf mempertanyakan kenapa Julie menyelamatkan mereka, padahal jika mereka mati maka Julie akan lebih baik dan bisa kabur dari sini.
“Walaupun itu jangan mudah percaya dengannya, kita harus selalu waspada.”
Seorang werewolf lainnya bicara seperti itu, dia memberikan tatapan tajam pada Julie karena mengkhawatirkan Julie bisa menerkamnya.
"Jangan terlalu memikirkan apa yang kau lihat, tidak semua dari kopi itu memakimu, mereka juga bertanya-tanya kenapa kau menyelamatkan mereka.”
Ann menatap Julie dan Julie menganggukan kepalanya, dia sudah tahu hal itu mungkin saja terjadi.
Di depannya kemudian terlihat dua anak yang berbeda jenis kelamin sedang berlari. Julie sangat tahu siapa itu mereka adalah Claire dan Danny, tadi malam ketika Juli mengobati para waras yang keracunan, dia juga mengobati Danny dan juga Claire yang keracunan. Waktu itu jantungnya terguncang ketika melihat keduanya kesakitan. Dia mengutuk para manusia memberikan racun menyakitkan seperti ini.
“Julie, aku dengar kalau kau ya mengobati kami. Terima kasih karena telah mengobati kami sehingga kami bisa berlari-lari seperti ini sekarang.”
Danny bicara dengan suara besar di hadapan Juli, dia tersenyum lebar menunjukkan gigi-gigi susunya ya rapi dan bersih, dia begitu senang karena bisa bermain hingga sekarang. Tanpa Julie Mungkin dia telah mati karena racun itu.
"Aku senang kalian berdua sangat bersemangat, Aku harap oleh beruang selalu sehat.” Julie tersenyum ketika mengatakannya, dia mengusap kepala Danny dan Claire yang terlihat manis.
Namun, kedua orang tua Claire dan Danny memanggil keduanya dengan wajah yang khawatir, Mereka takut kalau juga menyakiti anak mereka sehingga mereka memarahi Danny dan Claire.
“Ah, karena ku mereka jadi dimarahi orang tuanya.” Julie menghembuskan napasnya karena merasa kasihan dengan Danny dan Claire.
"Dimarahi orang tua adalah hal yang biasa aku maksudnya jangan terlalu memikirkan itu sekarang mari kita belajar untuk membuat makan siang.”
Ann menarik lagi tangan Julie, dan Julie yang baru kali ini melakukan aktivitas belajar benar-benar terbuka dengan cara Julie yang menawar dengan sangat keras. Dia tidak tahu selama ini kalau barang jualan itu bisa ditawar.
“Wah, kau hebat sekali dalam menawar, bukankah itu terlalu kejam?” Julie bertanya pada Ann yang berhasil membeli sedikit gandum dari seorang Werewolf yang ada di sana, dia benar-benar memotong setengah harga dan mengatakan dirinya adalah perawat di sini, dengan mengatakan itu saja dia mendapatkan diskon.
Ann menggelengkan kepalanya, aktivitas tawar-menawar di pasar itu adalah hal yang biasa, dan itu harus dilakukan agar bisa irit.
"Memangnya kau tidak pernah melakukan hal seperti itu?” Ann melihat ke arah Julie dan Julie menggelengkan kepalanya.
“ah, tentu saja kau tidak bisa melakukan itu karena kau adalah seorang bangsawan yang kaya raya Kau pasti membeli sesuatu tanpa menawarnya.” Ann mencembungkan pipinya dan Julie ingin menjelaskan yang sebenarnya, kalau dia sebenarnya tidak pernah melakukan jual beli seperti apa yang dilakukan oleh bangsawan lain ya. Karena dia selalu dikurung di dalam rumah dan tidak tahu mengenai dunia luar.
Namun sebelum mulutnya terbuka, Killian tiba di sebelahnya.
"Kau menikmati pagi hari dengan muncul di keramaian? Pasti kau sangat menginginkan menjadi pusat perhatian.”
Killian menyeringai ketika mengatakan itu sudah benar-benar terasa sangat menyebalkan, Padahal dia melakukan ini karena dia selalu penasaran ketika melihat dari balik jeruji besinya tidak dia selalu penasaran dan apa yang dilakukan manusia dan bagaimana rasanya. Ketika Ann bilang dia mau berbelanja, Julie langsung memutuskan untuk ikut.
Dia harus ikut agar bisa mengetahui sendiri bagaimana rasanya dan bertindak menjadi lebih bebas. Dia telah memberanikan dirinya untuk melewati batasnya yang selama ini terlalu kecil untuknya.
“berhati-hatilah, Cameron memang mengizinkanmu untuk keluar, bukan berarti semua Werewolf menyetujui itu. mereka bisa saja sedang mencari celah untuk mencelakaimu. Jadi, jangan terlalu senang dan sendirian.”
Killian memperingatkan Julie, karena matanya itu penangkap gerakan mencurigakan dari paralel wolve dan tidak menyukai manusia. Mereka sangat tidak menyukai manusia hingga tidak bisa berpikir kalau ada manusia yang juga baik pada werewolf.
“Terima kasih atas peringatanmu, akillian.”
Mata Julie juga menangkap wajah kasar dan terlihat sangat sombong tentang menatapnya mata mereka sangat tajam dan terlihat sangat mengerikan. Mata seorang predator yang ingin menangkap mangsanya.
"Bagus kalau kau mengerti, sekarang kau tidak boleh berpisah dariku, kemanapun kau berada sebisa mungkin kau harus bersamaku karena jika tidak kau akan membahayakan dirimu sendiri ataupun Ann.”
Ucapan Killian yang barusan ini membuat jantung Juli berdebar gemetar omah dia takut kalau dirinya membuat Ann terluka. Ann adalah werewolf yang sangat baik padanya, dia sangat menyayangi Ann walaupun mereka baru bertemu. Dia berharap bisa berteman dengan Ann dengan baik.
Mereka ke modifan berjalan lagi untuk berbelanja beberapa bahan untuk membuat makan siang mereka, karena kehadiran Killian, Ann membeli lebih banyak lagi bahan makanan. Killian yang harus menjaga Julie tentu saja tidak bisa dia abaikan begitu saja.
“Sudah selesai, ayo kita pulang, Julie.”
Julie mengikuti Ann, dia berjalan dengan anggun walaupun para werewok yang tidak menyukainya menetapnya dengan tatapan mata yang sangat tajam, lalu Killian membalas tatapan mereka dengan tatapan tajamnya.
Membuat mereka mengalihkan perhatian mereka sementara tapi mereka terus membesarkan denda tentang kemeja mereka di dalam diri mereka, mereka sedang menunggu momen yang tepat untuk bisa mendapatkan Julie yang adalah seorang anak Hugo.
Julie akan mereka buat sangat menderita dan itu diperlukan untuk memuaskan hati mereka yang terasa sakit akan perlakuan Hugo.