Mereka sarapan bersama lagi, kali ini tentu saja karena Killian bilang dia adalah penanggung jawab dari Julie, dia bahkan berniat untuk tinggal di rumah Ann. Selesai sarapan yang dibuat oleh Ann habis, Killian menatap Ann tanpa ekspresi.
“Aku akan tinggal di sini mulai hari ini.” Killian bicara tanpa ada beban sedikit pun, dia juga terlihat percaya diri dengan wajah dinginnya yang menatap Ann Dengan lurus.
Ann menjatuhkan sendoknya, lelucon seperti apa yang dikatakan Killian ini? Itu membuat kepalanya pusing saja.
“Maksudmu apa, Killian?”
“Tentu saja aku akan tinggal di sini, aku bertugas mengawasinya dua puluh empat jam penuh.”
“Jangan lupakan aku juga, ketua.” Gill muncul tiba-tiba di rumah Ann, dia tersenyum lebar, wajahnya yang suka bercanda itu dilihat oleh Ann.
Killian melihat ke arah Gill dengan tatapan mata terkejut.
“Tadi ketua Cameron bilang padaku, kalau tidak percaya maka tanyakan saja.”
Gill bicara santai pada ketuanya sendiri dan dia mengambil sepotong roti di atas meja dengan sangat santai. Karena dia telah menjadi bagian mengawasi Julie juga, maka dia harus mendapatkan sarapan juga dan itu membuat Ann tertekan
“Jadi, kalian berdua mau tinggal di rumahku?” Ann bertanya dengan ekspresi yang kesal.
“Tidak.”
“Ya.”
Killian dan Gill menjawab berbeda dan itu membuat Killian melihat Gill.
Dia bersikap lebih rileks dibandingkan tadi.
“Dia tidak akan tinggal di sini, hanya aku.”
Killian menekankan kalimatnya, dan dia melihat ke arah Ann dan juga Gill agar Gill tidak menyanggah ucapannya. Gill dengan wajah cemberut diam saja. Dia tidak mau mendapatkan hukuman dari ketuanya itu, dan dia mengambil sepotong roti di depannya.
“Hei, Killian, ini adalah rumahku, jadi aku yang mengizinkanmu untuk tidur di sini atau tidak. Jadi, jangan terlalu percaya diri aku akan mengizinkan kau tidur di sini. Nyatanya, aku tidak akan memberi izinmu untuk tidur di sini.” Ann bicara dengan sangat ketus, dia ingin membuat Killian tidak berpikir kalau dia bisa tidur di sini. Jika Killian tidur di rumahnya maka itu akan menjadi hal yang tidak menyenangkan rumahnya yang rapi akan menjadi berantakan dan dia menjadi tidak nyaman dengan keberadaan Killian yang bisa saja merebut waktunya dengan Julie.
“Jadi, kau menentang Cameron?”
“Aku tidak menentangnya.”
“Kau tidak mengizinkanku tinggal di sini.”
Killian menjawab dengan cepat sekali, itu membuat Ann mendesis menanggapi apa yang dia katakan. Dia sungguh ingin melarang tapi Ann juga tahu kenapa Killian ingin tinggal di rumahnya. Itu karena dia tahu ada banyak Werewolf yang tidak menyukai Julie dan telah menunggu waktu untuk mencelakai Julie.
Ann sadar Jika dengan kekuatannya sendiri dia tidak akan bisa melindungi Julie, karena dia tidaklah sekuat Killian. Dengan keberadaan Killian, para Werewolf yang akan melukai Julie pasti berpikir seribu kali untuk melakukannya.
Sedangkan Julie sedang melihat perdebatan di depannya sambil meminum teh dengan sangat tenang, wangi teh yang dia cium masuk ke dalam hidungnya dan membuatnya tenang, setelah dia menghirup wangi teh, Julie baru menyesap teh tersebut dengan perlahan dan merasakan rasa yang sangat enak
Julie merasa kalau makanan dan teh yang ada di sini lebih baik dibandingkan di mansionnya, walaupun semua bahan yang ada di mansionya itu merupakan bahan-bahan terpilih dan sangat mahal, dia sama sekali tidak merasa enak ada di sana, mungkin karena semua pelayan menjauhinya dan tidak ada satu pun orang yang mau bicara dengannya, mereka tahu kalau Julie adalah pelampiasan Hugo ketika marah. Bahkan ketika dia tidak marah saja, Hugo sering kali marah pada Julie yang membuat semua pelayan dan kesatria yang di sana sebenarnya bingung dengan Hugo.
Julie adalah anak kandung Hugo, tapi dia memperlakukannya dengan sangat parah.
“Baiklah, Kau boleh tinggal di sini asalkan kau harus menjaga sikapmu. Dan kau harus tidur di luar. Karena tidak ada gambar lagi untukmu.” Ann menekankan kalimatnya dan membuat Killian mengangguk.
“Tidak masalah.”
“Bagaimana denganku?” Gill menunjuk dirinya sendiri.
“Setiap hari harus datang untuk membantuku,” ucap Killian pada Gill yang ada di sampingnya, itu membuat Gill menganggukkan kepalanya.
Walaupun sebenarnya dia masih sangat curiga dengan manusia dan tidak menyukainya, Gill yang pernah diselamatkan oleh Julie itu sedang menatap pikirannya sendiri dan mencoba berpikir dengan baik. Dia sedang membuat semuanya menjadi putih agar dia memahami apa yang terjadi.
Saat dia melihat ke arah Julie, dia melihat keanggunan yang sangat luar biasa dalam diri Julie, dan juga tatapan matanya lebih hidup dibandingkan sebelumnya. Tatapan matanya yang berwarna hijau itu terlihat lebih berkilau dibandingkan biasanya, Gill yang melihatnya saja terpesona.
“Kau adalah manusia pertama yang diterima di sini, walaupun itu karena kami menculikmu.”
Gill berkata dengan senyuman lebar di wajahnya, Julie yang melihat itu menganggukkan kepalanya. Dia sangat tahu kalau dia memang diculik dan hubungannya sekarang dari penculik dan penculik malah terlihat seperti seorang teman.
Julie yang mendapatkan hal keluar dari Cameron tidak membuang waktunya, dia berdiri dan memegang tangan Ann, semalam mereka membicarakan tentang taman yang ada di desa Werewolf ini. Ada taman bunga yang cukup indah yang membuat Julie ingin melihatnya, dan Ann sendiri telah berjanji padanya.
“Kita berangkat sekarang?” tanya Ann pada Julie, Julie menganggukan kepalanya.
Dan dua werewolf pria itu juga ikut berdiri untuk mengawal mereka berdua, ke mana pun Julie berada, mereka harus mengikuti Julie.
Julie yang berjalan-jalan santai di bawah sinar matahari dan di tengah perkampungan para werewolf tentu saja menjadi pusat perhatian, banyak babak yang masih tidak menerima dengan keberadaan manusia di desa mereka, dan manusia itu adalah anak Hugo yang sangat mereka benci. Mereka memberikan tatapan tajam pada Julie, lalu mereka juga mulai memperhatikan Julie.
“Manusia sombong. Dia sedang mempengaruhi werewolf.”
Seseorang mendengus ketika mengatakannya, dari dahan pohon tempat dia duduk, Dia memberikan tatapan tajam pada Julie yang berjalan.
Rambut panjang yang berwarna merah, itu dipenuhi dengan lambang kebencian yang membuat banyak makhluk yang mengutuk pewaris darah itu.
Sedangkan Julie masih menikmati waktunya bersama teman barunya, dia melangkahkan kaki hingga tiba di taman bunga.
“Wah, ini indah sekali!” Julie berseru karena melihat taman yang indah.
“Tidak seindah di mansionmu, kan?”
“Tidak ada yang bagus dengan mansion itu, aku harap tidak kembali.”
Ann dan Killian melihat ke arah Julie, dia mengatakan yang sejujurnya dan mereka juga melihat kesedihan di mata Julie.
“kenapa?” kau tidak merindukan ayahmu? Kalau ini berjalan baik, kami akan memulangkanmu, Julie.”
Julie melihat ke arah Ann, matanya itu berkaca, seolah memohon agar tidak akan pernah melakukan itu. Membuat perasaan Ann, dan dua werewolf lainnya yang melihat itu kebingungan dengan apa yang terjadi pada Julie.