Julie mengusap matanya, dia bersikap sangat lemah kali ini dan dia merasa malu dengan apa yang baru saja dia tunjukkan. Dia menunduk, agar tidak ditanya dengan apa yang terjadi padanya.
Tiga werewolf yang ada di dekatnya itu merasa heran dengan apa yang terjadi pada Julie, mereka berpikir kalau selama ini Julie adalah seorang manusia yang sangat tenang sekali, bahkan ketika dia terluka dan dijahit oleh Ann saja dia tidak meringis sedikit pun. Itu membuktikan kalau dia benar-benar terlihat seperti sosok yang kuat.
Hanya saja sekarang Julie malah meneteskan air mata membicarakan masalah taman rumah di mansionnya. Dia mengatakan kalau dia tidak ingin pulang.
Bukankah Julia adalah anak kesayangan Hugo? Sebagai anak kesayangan yang selalu mendapatkan kasih sayang dari Hugo yang sangat dihargai oleh manusia, itu sudah jelas seharusnya Julie ingin pulang ke mansionnya dan bertemu dengan ayahnya dengan segera.
Tapi, kenapa dia begini?
Ann mendekati Julie dan menepuk pelan punggungnya.
“Ada apa, Julie?” tanya Ann khawatir.
Dia juga takut dia telah menyinggung perasaan Julie.
Julie berusaha menenangkan dirinya dengan lebih cepat, dia tidak ingin mengkhawatirkan Ann, dan siapa pun yang ada di sana, dia sangat merasa berat jika orang lain memikirkan dirinya. Julie tidak terbiasa akan itu, karena selama ia hidup di masion bersama ayahnya, dia selalu menjadi kambing hitam akan apa pun.
“Tidak apa, aku hanya kelilipan saja.”
Killian terus menatap Julie, Ann pun selalu menatapnya dengan khawatir. Mereka berdua sangat tahu kalau Julie sedang berbohong pada mereka, tidak mungkin kalau judi kelilipan dan dia bersikap seperti itu. ada sesuatu yang disembunyikan oleh Julie, sesuatu itu adalah hal yang sangat berat sekali.
Ann tersenyum, dia tidak ingin menyinggung apa yang baru saja dikatakan oleh Julie, dia bersikap kalau seolah dia percaya dengan apa yang baru saja dikatakan kepalanya sedikit mengganggu untuk membuat Julie percaya padanya.
“Ya, angin kencang bisa membawa debu atau benda kecil lainnya.” Ann langsung mengarang dengan cepat sekali kau malah dia melakukan itu agar Julie tidak merasa terbebani dan berani menatapnya sekarang. Dia tidak ingin Julie berpikir kalau dia telah melakukan sesuatu yang
Julie akhirnya mengangkat kepalanya, rambutnya baru saja dia ikat berkibar karena ditiup oleh angin yang kuat. Angin memang seringkali membawa serpihan tubuh atau yang lainnya dengan matanya yang telah sedikit lebih kering dibandingkan sebelumnya, Julie melihat ke arah Ann.
“Aku suka ada di sini, Ann. Di sini sangat menyenangkan dan taman bunga ini begitu indah.”
Julie mengalihkan perhatiannya pada taman bunga yang ada di sampingnya, dia sungguh merasa lebih tenang dibandingkan sebelumnya. Apalagi tangan Ann menggenggam tangannya.
Dia tidak memahami kenapa ayahnya sangat membenci werewolf?
Ini adalah bangsa yang sama seperti manusia.
Mereka melakukan semua hal yang sama seperti manusia pada umumnya, tidak ada perbedaan signifikan dengan apa yang ada di dunia manusia Itulah kenapa Julie tidak memahami orang-orang yang begitu keras ingin werewolf dijadikan b***k.
Werewolf memang memiliki kekuatan yang dahsyat, mereka diliputi dengan energi yang lebih kuat dibandingkan manusia sedang berpikir mungkinkah itu alasannya manusia selalu menentang hak bebas dari para werewolf?
Itu karena mereka takut bersaing dengan werewolf dan mereka menyadari kalau mereka lemah.
Angin yang kuat namun sejuk menenangkan itu benar-benar membuat Julie merasa bebas.
Sekeliling tempat pemukiman werewolf ini dilindungi oleh pagar kayu yang sangat tinggi, dia bisa melihatnya dari tempat dia berada sekarang dan dia yakin, dia tidak bisa memanjat setinggi itu.
Walaupun kenyataannya dia telah mendapatkan hak bebas untuk berkeliaran di pemukiman para werewolf, tapi Julie tidak mungkin meminta hal lainnya lagi seperti meminta keluar dari pagar kayu itu untuk melihat apa yang ada di luar.
Dia takut kalau permintaannya itu malah membuat Werewolf marah padanya dan dia tidak mendapatkan teman karena dianggap akan kabur.
“Aku penasaran dengan beri yang diambil Danny.”
“Beri hutan? Kau ingin mencobanya? Karena aku tahu tempatnya di mana!” Ann berseru, dia terlihat sekali bersemangat ketika mengatakan hal itu pada Julie, karena dia ingin Julie menjadi lebih senang dan lupakan rasa sedih yang dia pikirkan tadi.
Julie melihat ke arah Ann, wanita dengan bintik di wajahnya itu, kemudian menarik tangannya ke arah yang berbeda dengan taman bunga, dan Julie mengikutinya.
Killian dan Gill berjalan bersama, mereka berjalan dibelakang mereka berdua dan Gill melirik Killian.
“Hei, wanita manusia itu sangat mencurigakan.”
Killian langsung melihat Gill, dia mengangguk pelan dan melanjutkan perjalanannya lagi dengan santai. Dia enggan membahas ini lebih detail, tapi dia malah merasa khawatir dengan Julie.
Langkah kaki mereka yang bergerak seirama kemudian berhenti setelah mereka sampai di tempat tujuan yang diinginkan oleh Ann. Banyak pohon berry yang tumbuh di sana, melihatnya secara langsung Julie kebingungan.
“Di mana, Ann?” Anya Julie bingung.
“Di depanmu semuanya ini beri, Julie. Coba perhatikan lebih detail dan kau akan melihat berry berwarna merah yang menyelip di antara dedaunan yang lebat itu.” Ann menunjuk ke arah pepohonan yang ada di depannya, itu membuat Julie menyipitkan matanya dan dia memperhatikannya dengan seksama.
Warna merah kecil yang menyembul di antara daun-daun yang berdempetan, membuat Julie membelalakan matanya.
“Aku bisa melihatnya Ann!” Julie memegang tangan Ann dengan sangat erat.
Dan dia melihat Ann yang ternyata sedang memperhatikannya sambil tersenyum lebar.
“Kau ini begitu heboh, seperti sebelumnya kau tidak pernah melihat pohon berry atau keluar saja.”
Ann bicara tanpa berpikir sebelumnya, dan ucapan itu membuat Julie terdiam.
“Aku memang mengalami itu, Ann.”
“Apa?”
Julie menggelengkan kepalanya dengan cepat, dia tahu ini bukan waktu yang pas. Jadi, dia menarik tangan Ann dengan semangat.
“Lebih baik kita panen dengan segera.”
Julie tersenyum cerah ketika mengatakannya, membuat Ann sangat senang dengan sikap ys itu.
Killian yang memasukan kedua tangannya di kantong celana melihat Julie dengan tatapan mata yang dia sipitkan. Wanita manusia itu jelas saja menyembunyikan sesuatu tentang mansionnya. Dan Killian pikir hal itu bisa berguna juga untuk bangsanya.
Ke mana pun Julie berada, mata Killian selalu mengikutinya.
“Wanita aneh,” dengus Killian dan dia bahkan memetik beri tanpa sadar yang membuat Gill menggelengkan kepalanya.
“Kau lebih aneh, ketua. Kau melakukan hal yang sangat aneh yang membuatku merinding.”
Gill bicara mengejek Killian, dia mengikuti Killian yang mengambil beri dan menampungnya di tangannya yang besar. Tangan seorang petarung berubah menjadi tangan pengumpul dan itu untuk gadis di depannya yang juga sedang mengumpulkan beri di tangannya.