Gill melihat ke arah Killian yang sekarang memberikan beri yang dia panen tadi pada wanita manusia itu, interaksi yang dilihat oleh Gill antara ketuanya dan manusia itu terlihat sangat dekat.
Ketika Killian memberikan beri yang dia petik, itu membuat Julie keheranan dengan apa yang diberikan oleh Killian, dia tidak menyangka kalau ternyata Killian sejak tadi telah mengambil beri yanh sekarang telah diberikan padanya. Dia terlalu senang bersama Ann jadi tidak fokus ke arah lainnya.
Bahkan Ann juga terkejut dengan apa yang dilakukan Killian.
Kllian menyadari tatapan aneh Ann itu, lalu dia dengan cepat membuka mulutnya dengan rasa yang berat.
“Untuk kau membuat roti atau selai.”
Ann memutar bola matanya ketika Killian berkata seperti itu, dia telah Salah duga dengan apa yang dilakukan Killian, tidak mungkin Werewolf yang dingin itu peduli pada Julie. Dia selalu melakukan sesuatu dengan memikirkan dirinya sendiri maupun kelompoknya, dan dia yang mengemban tugas untuk menjaga Julie tahu betapa bernilai ya Julie yang merupakan anak Hugo.
Dia tentu saja memiliki nilai, karena Hugo mencari-cari keberadaan Julie.
“Baiklah, akan ku buatkan kue yang enak dengan ini.” Ann berkacak pinggang ketika mengatakannya, dia membanggakan dirinya yang mampu memasak makanan dengan sangat enak. Dia akan membuktikan dan memberikan kue enak yang berasal dari beri yang mereka panen ini.
Mereka berempat berjalan kembali untuk ke rumah Ann. Langit yang tadinya terang dan menyengat di kulit, sekarang menjadi lebih tenang dan lebih dingin karena awan besar telah menutupi matahari dan itu membuat perjalanan mereka menjadi lebih nyaman. Pakaian tipis yang digunakan oleh Julie adalah pemberian dari Ann, pakaian itu mampu membuat Julie merasa lebih dingin dibandingkan pakaian sebelumnya, dan pakaian tersebut lebih ringan yang membuatnya lebih mudah untuk melakukan aktivitasnya.
Tidak butuh waktu lama bagi mereka tiba di rumah Ann, Julie masuk ke kamar karena Ann menyuruhnya. Dia melihat wajah Ann memerah karena dia terus-terusan di di bawah sinar matahari, Julie sendiri sebenarnya tidak pernah berjalan sejauh ini seumur hidupnya, dia yang selalu berada di rumah tidak pernah berjalan di bawah sinar matahari yang menyengatnya sehingga sinar matahari itu membakar kulitnya dan juga membuat suhu tubuhnya menjadi panas.
“Tiduran saja di kamar, jika kuenya selesai aku akan memanggilmu.”
Ann mendorong Julie agar dia bisa beristirahat.
“Tepi, Ann, kau juga pasti sakit sepertiku.”
Ann menggelengkan kepalanya.
“tidak Julie. Aku ini lebih kuat dibandingkan kau, jadi jangan khawatirkanku.” Ann tersenyum ketika mengatakan itu. Dia memenangi Julie yang terlihat sangat lemah.
“Kalau kau tidak beristirahat maka aku akan marah dan tidak ingin berteman denganmu.”
Ann malah mengancam Julie yang membuat Julie menelan salivanya dengan keraguan di dalam dirinya.
Ann sangat baik dan dia malah seperti benalu di sini.
Julie memikirkan sesuatu akan itu, akhirnya dia menyerah karena dia akan melakukan yang lainnya untuk Ann.
“Baiklah, Ann. Aku akan beristirahat kalau begitu, jangan memaksakan dirimu.”
Julie menatap lurus Ann, mata hijau yang hidup dengan pipi mulus yang kemerahan, membuat Julie terlihat sangat menggemaskan.
Ann menganggukan kepalanya, kemudian setelah melihat Julie masuk ke dalam kamar atau membaringkan dirinya di atas kasur barulah Ann sibuk dengan kesibukannya di dapur, dia ingin membuatkan makanan yang enak untuk Julie.
Dia bahkan sampai bersenandung karena memikirkan ini untuk membuatkan Julie makanan yang enak.
Ketenangan terjadi karena Julie atau Ann tidak ada di dekat mereka, Gill yang duduk di samping ketua kelompok muda itu melihat Killian dengan mata yang sangat penasaran.
“Bagaimana menurutmu dengan Julie, Killian?” tanyanya. Dia jadi lebih banyak bicara dibandingkan sebelumnya, dia seharusnya diam saja gsr tidak membuat Killian kesal.
“Ya, dia aneh.”
Killian menjawab dengan acuh, kemudian dia memejamkan matanya agar dia bisa sedikit beristirahat.
“Aku tahu kalau kau pasti berpikir dia cantik.”
Mendengar ucapan Gill itu kening Killian mengerut.
“Apa-apaan anak ini?” tanya Killian dengan kesal di dalam dirinya.
“Dia cantik walaupun aneh, sayang sekali dia adalah manusia.” Dia menghentikan kalimatnya, dan melihat ke arah Killian yang masih memejamkan matanya.
“Ketua, kau telah jatuh hati padanya?” tanya Gill telah mematuk pelatuk Killian, mata Killian terbuka dan dia langsung melihat Gill dengan tatapan mata yang sangat tajam. Bahkan aura penekannya keluar yang membuat Gill merinding.
“Kau bisa tutup mulutmu? Kau mengganggu.”
Killian menatap Gill seolah dia ingin membunuh dan itu membuat Gill diam. Lebih baik dia tidak mengatakan apa pun lagi sekarang, dia benar-benar bisa mendapatkan luka parah dari sosok di depannya ini.
Gill tidak mengatakan apa pun lagi dan keadaan menjadi tenang lagi dengan cepat, Killian menyandarkan dirinya kembali dan kemudian menutup matanya untuk menenangkan dirinya. Dia hanya ingin beristirahat sejenak, hanya saja apa yang dikatakan oleh Gill tadi telah membuat keadaan otaknya tidak teliti. Dia mengingat wajah tersenyum Julie, yang membuatnya merasa tidak nyaman. dia juga merasakan jantungnya berdetak dengan cara aneh, tidak mungkin kalau dia jatuh cinta pada manusia. Dia tahu kalau itu mungkin saja seperti rasa penasaran karena wanita itu bersikap sangat aneh dan dia juga ingin mengetahui kenapa wanita itu tidak ingin pulang dengan segera, dia pikir ada banyak kebohongan yang sedang terjadi sekarang.
Hingga waktu telah berjalan dengan cepat, dan Ann menyelesaikan kue buatannya dan dia keluar dari dapur dengan membawakan itu.
Dia meletakan kuenya dan juga jus beri yang dia baru saja dia buat, kemudian dia melihat Gill dan Killian dengan tajam.
“kalau kalian mengambilnya sebelum aku, kalian tidak boleh ada di sini lagi.” Ann menekan kalimatnya dengan suara kuat yang membuat Gill memajukan bibirnya dengan kesal.
Lalu Ann meninggalkan mereka berdua, dia membuka pintu berwarna coklat dan masuk, dia melihat Julie yang tertidur cukup nyenyak dengan wajah tenang yang cantik. Ann tersenyum, dia kemudian menyentuh pipi Julie untuk membangunkan Julie.
Belum lagi dia mengatakan apa pun, sentuhan Ann langsung membangunkan Julie dengan terkejut.
“Ah! Ann!” Julie berseru sendiri karena terkejut.
Melihat Julie terkejut membuat Ann merasa bersalah. “Maaf karena aku membuatmu terkejut, aku hanya ingin bilang kalau kue yang aku panggang telah selesai.”
Jukie mengusap wajahnya, dia tidak ingin Ann merasa bersalah dengan apa yang baru saja terjadi.
“Tidak, aku memang gampang sekali terkejut.”
Julie mengambil tangan Ann, dan dia dengan segera berdiri lalu berjalan untuk menuju tempat kue Ann berada.
Seperti dugaannya, di ruang tengah itulah kue yang Ann buat ada di atas meja dengan warna merah yang cantik. “terlihat sangat enak, Ann,” puji Julie.
“Cicipin lebih dulu baru komentar.”
Ann membuat Julie duduk dan kemudian memotong kuenya dengan cepat, memberikan satu potong besar untuk Julie.
“Terima kasih, Ann dan selamat makan.” Julie menggigit kue yang ada di tangannya.