Julie baru saja selesai mandi, rambutnya basah dan sedikit meneteskan air, dia mengenakan handuk untuk mengeringkannya. Berbeda dengan di rumahnya, rumah Ann memiliki satu kamar mandi dan berada di luar, karena itulah Julie harus keluar kamar untuk mandi dan dia membawa baju agar bisa keluar dengan cukup nyaman.
Apalagi ada keberadaan Killian di rumah itu, baru saja dia memikirkan tentang Killian, ketika Julie baru saja mau berbelok untuk bisa ke kamarnya, Killian tiba-tiba muncul dan kepala Julie langsung menabrak d**a bidang Killian, d**a itu terasa begitu keras.
Hanya saja, itu sedikit memuaskan rasa penasaran Julie tentang otot Killian yang pernah liat di air terjun. Pikirannya yang kotor itu membuat Julie menyentuh keningnya dan menunduk, untuk menyembunyikan rasa malunya.
“Sampai kapan kau ingin menyandar di dadaku ini?” tanya Killian membuat Julie malu, seharusnya Killian mengabaikannya saja. Namun, saat Julie sedikit mengangkat kepalanya dia melihat rambut basahnya telah membuat baju Kokain basah.
Julie langsung menarik dirinya, dan kemudian dia melarikan diri dengan rasa malu di dalam dirinya. Sesuatu yang aneh sedang terjadi, pikiran dan debaran jantungnya bukanlah hal yang normal, langkah kakinya menjadi lebih cepat dan sekarang dia telah masuk ke kamarnya untuk menenangkan diri.
Di dekat jendela yang tertutup, Julie masih berdiri tanpa melakukan apa pun, air yang mengalir dari rambutnya mengumpul dan menetes dari ujung rambutnya.
Beberapa kali tetesan terjadi dan membuat lantai basah.
Hingga Julie kemudian tersadar dan air yang telah menggenang di lantai cukup banyak.
“Apa yang aku pikirkan?”
Julie mengusap wajahnya, dan kemudian dia kembali mengeringkan rambutnya. Itu berbeda dengan Killian, sejak tadi dia mengerutkan keningnya karena masalah ini dan dia sendiri menghelakan napasnya bahkan ketika dia di kamar mandi. Tiba-tiba saja tangan kanan Killian memegang dadanya sendiri, dia berdebar sangat aneh dan mengingat sangat jelas bagaimana rasanya tadi ketika dadanya ditabrak oleh Julie.
Suara dentuman rasanya terdengar di telinganya, dia tahu kalau itu tidak nyata, tapi dia masih saja memikirkannya hingga jantungnya seperti genderang perang.
Killian menggelengkan kepalanya secara kacau, dia ingin menghancurkan pikiran di otaknya yang benar-benar aneh, kemudian dia membuka bajunya, membuat otot-otot indahnya itu terbasuh dengan air yang membuatnya menjadi lebih segar. Setelah selesai mandi, dia telah melihat Ann mempersiapkan sarapan dibantu dengan Julie.
Julie membantu Ann dalam menyiapkan sarapan itu, telah terlihat begitu segar dengan rambut panjang yang tergerai, terlihat lebih kering dibandingkan sebelumnya. Killian seperti terhipnotis melihatnya, dia memandangi Julie dan hanya terfokus pada itu saja.
Dia memiliki hubungan yang buruk dengan Julie sejak awal, dia hanya berdasarkan agar mereka bisa menjadi makhluk yang bebas. Keberadaan mereka tidak diancam. Itulah yang kelompoknya inginkan.
“Killian, kau mau sarapan atau tidak?”
Ann bertanya dengannya sangat ketus, kemudian dia mendengar suara langkah kaki yang ternyata itu adalah Gill.
“Tidak, aku harus pergi ke tempat ketua Cameron.”
Killian berbalik dan menepuk pundak Gill.
“Jaga mereka ketika aku tidak ada.”
Gill menganggukan kepalanya, dia datang di waktu yang tepat, ketika ketuanya bersiap untuk bertemu dengan ketua utama, Gill yang belum sarapan itu dengan senang hati langsung berjalan ke meja dan memakan makanannya dengan sangat lahap.
Killian baru saja keluar dari tempat Ann, udara pagi telah menyambutnya, dan itu sedikit membuat Killian menjadi lebih rileks dibandingkan sebelumnya. Entah kenapa rasanya saat dia berdekatan dengan Julie dia sulit bernapa.
Apa ada yang salah sebenarnya dengan ini?
Killian kemudian menggelengkan kepalanya lagi.
“Aku harus meminta Ann untuk memeriksaku nanti.”
Sekarang Killian menfokuskan dirinya lagi untuk urusannya yang telah dibutuhkan, dia ingin melaporkan keseharian Julie, karena mereka masih melakukan negosiasi dengan Hugi. Mereka juga sangat tahu kalau Hugo ingin mereka kalah, ininsunghuh pertarungan yang panjang.
Saat Killian menuju ke tempat Cameron, Isaac dan para werewolf lainnya memperhatikan Killian dengan ketidaksenangan yang sangat nyata. Mata mereka memincing, menatap tajam dengan rahang yang mengeras.
Mereka memiliki banyak hal yang mau mereka katakan pada Killian tapi nyatanya mereka adalah seorang pengecut. Killian lebih kuat dibandingkan mereka, dan mereka tidak bisa melakukan apa pun akan itu.
Killian masuk ke rumah Cameron, dan Cameron telah menunggunya.
“Akhirnya kau tiba juga keponakanku.”
Cameron memberikan pelukan hangat pada Killian, hubungan mereka cukup dekat. Sebagai paman, Cameron sangat tahu kalau Killian memiliki pikiran kritis dan memikirkan kelompoknya. Walaupun sekarang dia sedang berada di tengah kapal yang goyah.
Killian duduk dengan tenang di kuris, matanya menatap Cameron dengan tenang.
“Sepertinya Hugo akan memenuhi sedikit persyaratan kita untuk kali pertamanya. Mereka akan membebaskan dua tahanan yang kita inginkan.”
Killian mengangguk senang mendengar itu, dua orang itu bagian dari kelompok muda yang sering berkeliaran di dunia manusia. Mereka itu sebagai mata-mata untuk Werewolf, keberadaan mereka sangat penting dan mereka jika telah dibebaskan, mereka mungkin tidak akan bisa kembali ke dunia manusia karena wujud mereka sudah ketahuan.
“taoi kita harus hati-hati, mungkin saja ini adalah pancingan agar kita menunjukkan lokasi kita. Mereka itu licik, Paman.”
Killian menggunakan logikanya, dia sangat paham kalau Hugo tidak mungkin akan membebaskan mereka.
“karena itulah aku bicara lebih dulu denganmu, karena kau ahli dalam menyesatkan mereka. Aku ingin kau yang melakukan tugas ini, aku paham kalau kau mampu.” Cameron memuji Killian akan kemampuannya, dia memperhatikan Killian sejak dia kecil, walaupun kedua orang tuanya mati karena manusia, Killian bisa menyembunyikan niatnya dengan sangat baik.
“Kapan aku akan berangkat?” tanya Killian.
“Dua hari lagi kau akan berangkat, yang lainnya juga telah aku kabari sebentar lagi. Nanti malam akan ada pertemuan.”
Killian mengangguk. Situasi memang tidak baik, walaupun mereka hanya mengirimkan burung untuk memberikan kabar saja itu adalah hal yang sangat sulit, banyak prajurit Rubellian yang berkeliaran, dan juga orang-orang Hugo.
Tentang hukum yang sedang akan disetujui itu, mereka sangat sibuk mengenai pembentukan hukum dan sebagainya. Bahkan karena penculikan ini, keamanan juga diperketat karena mereka tidak ingin ada Julie yang lainnya.
“Kalau begitu aku pulang dulu, Paman.”
Killian keluar dari rumah Cameron sangat cepat, dia sekarang berkeliling di pemungkiman werewolf dengan wajah tenang yang dingin, dia memikirkan tentang kepergiannya. Kali ini ada sesuatu yang membuatnya berat untuk meninggalkan pemungkiman.
Itu adalah Julie. Entah kenapa bayangan tentang Julie terbayang di pikiran Killian.
Wanita itu, masih mendapatkan pandangan buruk, walaupun dia masih waspada dengan Julie, tapi Killian tidak membencinya setajam dulu.
Di depan rumah Ann, Killian menghentikan langkah kakinya, dia melihat Julie yang berjalan di dalam rumah Ann, terlihat lebih senang dibandingkan hari sebelumnya.