“Apa? Kau akan meninggalkan kami sendirian?”
Ann bertanya dengan gelisah, Dia sangat tahu kalau Juli belum diterima dengan nyaman di sini, dia masih saja seringkali dipandang dan sebelah mata, bahkan saat dia berbelanja, Juli yang memegang barang tangannya langsung dihempas oleh Werewolf.
Memikirkannya saja membuat Ann sangat khawatir, mereka yang tidak menyukai Juli pasti telah menunggu waktu ini agar mereka bisa melukai Juli Mereka ingin sekali agar bisa melampiaskan amarah mereka
Ann sangat takut kalau terjadi sesuatu pada Juli. apa yang dia pikirkan itu memang sangat nyata mengenai hal apa saja yang mungkin terjadi ketika Killian tidak bersama mereka.
Matanya berkaca pada Killian, tapi Killian tidak bisa tidak melakukan perintah yang diberikan Cameron.
Dia melakukan ini juga demi anggota timnya, Jika tanpanya, maka mereka akan mengalami kesulitan.
Sudah jelas ini adalah jebakan, tapi mereka tidak bisa begitu saja melepaskan anggota tim mereka. ikatan di antara para-paru itu kuat tanggung jawab yang ada dalam diri Killian juga sangat kuat.
“Gill akan menjaga kalian, Cameron bilang juga dia akan menyuruh beberapa werewolf untuk mengawasi, Jadi jangan terlalu khawatir dengan hal yang sulit terjadi itu, Ann.”
Killian memegang pundak Ann, kemudian dia berdiri, melihat sosok Juli yang ada di dalam rumah membuatnya menoleh ke arah lain, dia tidak ingin kalau hal itu bisa mempengaruhinya lagi titik sekarang dia benar-benar hanya ingin fokus pada tujuannya, Juli sendiri adalah tahanan bagi mereka. Ini semua karena ayahnya yang sangat keras menentang.
Para bangsa manusia tidak meminta untuk menyerahkan Juli dengan cepat, mereka hanya ingin meminta untuk memastikan kalau Juli baik-baik saja dan satu hal lagi mereka meminta Juli menulis surat untuk ayahnya.
Ann mendapatkan perintah untuk menjelaskan itu pada Julie, sekarang setelah bicara dengan Killian, dia telah bersama dengan Julie di dalam kamarnya.
Secarik kertas dan pena ada di tangan Julie, dan Julie terlihat kesulitan membuat surat untuk ayahnya.
“Banyak yang ingin kau katakan, Julie? Mungkin satu kertas tidak cukup.” Ann bicara, dia melihat raut wajah Julie yang kesulitan itu, dia paham pasti Julie merasakan kerinduan yang sangat besar pada ayahnya, dan banyak hal yang ingin dia katakan pada ayahnya.
“Bahkan setengah kertas ini saja cukup,” jawab Julie dengan suara yang lemah.
Ann tidak bertanya lagi, dia melihat Julie dengan segera menorehkan pena di kertas yang telah disediakan, lalu dengan cepat dia memberikannya pada Ann.
“Julie, akan aku sampaikan surat ini pada ayahmu dengan baik.”
Julie hanya mengangguk tanpa semangat.
“Jangan sedih, kau akan baik-baik saja, ayahmu yang sangat sangat denganmu itu pasti akan membebaskanmu dengan menukar hukum pada kami.”
Ann memberikan semangat kepada Julie, dia menatap mata Julie dengan senyum polos di wajahnya.
Faktanya, bukan itu. Dia sama sekali tidak memikirkan ayahnya, dan ayahnya tidak akan melakukan hal besar seperti itu hanya untuk dirinya, menukarkan hukum yang telah dia buat untuk mau kebebasan dirinya, ayahnya tidak secinta itu padanya karena selama ini ayahnya lebih sering menyiksa dia dibandingkan orang lain.
“Jadi, Killian besok akan pergi?” Tanya Julie terlihat sedih. Dia tidak mau kalau Killian bertemu dengan ayahnya yang kejam itu.
Hugo yang seperti iblis itu bisa saja melukai Killian.
Julie menganggap kalau Killian adalah sosok yang baik, dia menjaganya walaupun dingin.
“Ya, tenang saja, kita akan dijaga oleh werewolf lain. Kau akan aman di sini.”
Ann tersenyum tulus, lagi-lagi dia dia ingin kalau Julie bersemangat dengan apa yang mereka lalui.
Dia bahkan memegang tangan Julie dengan erat, dia begitu menyayangi Julie, menganggapnya sebagai teman. Saat Julie dibebaskan nanti, mungkin dia akan sangat merindukan Julie.
Julie akhirnya menganggukan kepalanya dengan pelan, itu membuat Ann memeluk Julie dengan erat. Kemudian dia melepas pelukan itu dan keluar dari kamar untuk memberikan surat yang dia pegang pada Killian yang telah menunggunya.
“Hanya satu surat?” tanya Killian heran. Apalagi surat yang dia pegang ini terasa sangat tipis, dia tahu kalau hubungan Hugo dan Juli adalah hubungan yang sangat dalam karena Hugi sangat mencintai Juli pasti ada rasa sedih dari Juli yang dia lupakan di dalam surat.
“Ya, hanya itu,” jawab Ann yang sebenarnya heran juga, jukie tadi menulis surat dengan sangat cepat dan terlihat tidak peduli.
Di depan Ann, Killian membuka surat itu yang membuat Ann memukul pundak Killian.
“Apa yang kau lakukan, Killian?!” bentak Ann dengan sangat marah.
“Memastikan dia tidak membeberkan tentang kita di sini. Itu hal yang harus kita cegah.” Killian menatap Ann tajam dan dingin, rasa dingin itu terasa jelas di tengkuknya yang membuat mulut Ann langsung rapat kembali.
Matanya melirik apa yang ditulis oleh Julie, ketika mereka berdua membacanya, keduanya melihat satu sama lain seolah bertanya benarkah ini ditulis oleh Julie.
Surat tersebut tertulis.
“Aku baik-baik saja, bahkan lebih baik.”
Hanya itulah yang dituliskan Julie yang tidak ingin pulang ke mansionnya, bahkan dia tidak ingin melihat wajah ayahnya lagi yang benar-benar telah dia benci. Ketakutan terbesarnya adalah ayahnya
“Bagaimana bisa dia menulis seperti ini?”
“Entahlah, tapi sejak awal Julie memang selalu tenang. Matanya sekarang bahkan lebih hidup dibandingkan saat pertama kali dia datang.”
Ann menanggapi ucapan Killian, mereka berdua masih belum memahami ini, bahkan Killian memeriksa kalimat itu sekali lagi, mencoba mencerna apakah ini sihir, atau semacam kode?
Hingga akhirnya dia sadar ini hanyalah surat biasa.
Killian bersiap di rumahnya, dia akan pergi bersama lima werewolf, mereka akan memutar hutan agar keberadaan mereka tidak diketahui oleh prajurit Rubellian.
Walaupun itu membutuhkan waktu yang lebih lama, tapi itu akan membuat mereka lebih aman. Mereka juga akan melewati gunung batu yang berbahaya, itu tempat yang sesuai untuk menghambat para prajurit Rubellian.
Bekal dan segalanya telah disiapkan Killian, besok pagi dia akan berangkat dan yang sekarang dia lakukan setelah bersiap, dia kembali ke rumah Ann untuk menemui Julie.
“Kau mau keluar sebentar?” Killian mengajak Julie keluar.
Keduanya berjalan dibawah sinar bulan, Julie sejak tadi hanya menunduk saja karena perasaannya tidak baik, bahkan dia menghembuskan napasnya.
“Hei, besok kau jangan berbuat ulang, di mana pun kau berada, kau harus bersama Ann atau Gill. Ini bukan taman bermain.”
Jukie berhenti, dia melihat mata Killian yang di dalamnya terpantul sinar bulan, gelap dan membingungkan namun indah.
“Ya, mungkin haruskah aku menitip sesuatu padamu jika kau ke tempat manusia?”
Julie bicara karena perasaannya tidak baik, karena itulah setengahnya dia melantur ketika dia mengatakannya.
Julie mengangkat kedua bahunya dengan malas, dan berjalan pelan lagi dengan wajah ditekuk.
“Apa yang kau inginkan?”
“Ya?”
Julie kebingungan sendiri, dia melihat Killian yang menatapnya.
“Yang ingin kau titip itu, bukan pakaian dalam, kan?”
Killian langsung mendapatkan tatapan mata yang sangat tajam dari Julie, dia telah menyinggung hal sensitif itu yang membuat Julie menelan keningnya.
“Ada kue bunga di sana, mungkin kalau kau bisa membawakannya, aku akan berterima kasih padamu.”
Julie tersenyum kecil.
“Okay.”
Killian melewati Julie, ucapannya tadi membuat bingung Julie karena dia tidak mendengarnya dengan jelas, tapi Killian tidak mau membahas masalah itu lagi. Dia telah membungkam mulutnya sendiri.