Jarak semakin dekat, mereka telah mengatur semuanya dengan baik dari waktu istirahat dan kecepatan mereka agar mereka tiba dengan tepat waktu. Jika tidak, itu malah bisa berbahaya untuk mereka. Yang mereka inginkan para rekan yang telah mereka anggap sebagai saudara terselamatkan dengan sangat baik.
“Setengah hari lagi kita akan tiba.” Ian bicara dan semua yang ada di sana menganggukan kepalanya, mereka sangat tahu.
Dan mereka akan berhenti lagi untuk membicarakan apa yang harus mereka lakukan, mereka akan membaca situasi di lokasi terlebih dulu agar mereka bisa mengambil keputusan dengan benar, jika tidak, maka keputusan yang mereka ambil bisa menjadi sangat salah.
Mereka melanjutkan lagi perjalanan mereka dan jantung mereka berdetak kencang karena mereka semua tahu apa yang akan mereka hadapi.
Di pusat kota Rubellian, mereka semua telah bersiap untuk membawa dua werewolf itu untuk berada di ujung batas dari kota Rubellian, di mana ada banyak pohon besar di dekatnya.
Para kesatria mengambil tahaba, mereka melihat dengan rendah ke arah dua werewolf yang terikat dan bersimpuh di lantai, mereka yang telah mendengar kalau mereka akan dibebaskan itu menyeringai, mereka benar-benar mengejek manusia dan mereka benar-benar percaya dengan apa yang bisa dilakukan oleh tim mereka.
Ketua mereka bukanlah werewolf biasa, dia adalah ketua yang sangat hebat dan akan melakukan apa pun agar mereka bisa selamat sampai ke tujuan mereka.
"Kau pasti senang karena sebentar lagi kau merasa akan terbebaskan."
Seorang prajurit bicara dengan suara yang sangat merendahkan, tatapan matanya itu juga sangat merendahkan bahkan gaya bicaranya sangat menyebalkan. Dia menganggap kalau Werewolf adalah sesuatu yang lebih rendah dari manusia, itu malah membuat dua werewolf di depannya menatapnya dengan sangat tajam.
"Kau bisa saja kehilangan lidahmu." Seorang Werewolf berdiri, dia bicara dengan suara yang sangat tegas membuat prajurit yang bicara tadi mundur karena dia merasakan tekanan kekuatan yang luar biasa. Seorang Werewolf itu bernama Varrel, dia tertangkap setelah melakukan perlawanan yang sangat luar biasa para prajurit yang mendengar kisah itu sangat waspada dengan Varrel. Dia bisa meremukkan tulang hanya dalam satu serangan.
“Kalian harus keluar sekarang, kalian akan bertemu dengan kelompok kalian."
Seorang prajurit lainnya yang baru tiba bicara lebih tenang dan mendorong punggung dari prajurit yang mundur tadi, tatapan matanya ketika bertemu dengan Varrel sangat dingin yang membuat Varrel tahu kalau dia adalah prajurit yang kuat.
Mereka berdua di bawah keluar, dan mereka naik ke dalam kereta kuda untuk dibawa ke tempat pertemuan yang akan mereka lakukan. Di dalam kereta kuda yang bergerak, Varrel bersenandung tanpa membuka mulutnya.
Dia telah sangat merindukan tempatnya berada, dia ingin bertemu juga dengan teman-temannya. Dan dia berharap kalau misi ini akan berhasil, karena dia sangat mempercayai kalau yang akan dikirim dalam misi ini pasti adalah ketuanya.
Setelah mereka sampai ke tempat tujuan, kereta kuda itu berhenti dan kemudian membawa keluar dua werewolf tersebut.
Di tempat tujuan itu telah ada Hugo yang memakai baju sangat rapi, berbeda dengan satu hari sebelumnya yang terlihat sangat berantakan dia telah menjaga tentang penampilannya di muka umum dengan sangat baik. Matanya dengan sangat tajam melihat ke arah dua Werewolf tersebut, ada banyak hal buruk yang ada di dalam pikiran Hugo.
"Jika bukan demi anakku, kalau buru-buru tidak mungkin akan aku bebaskan." Hugo bicara di hadapan kedua Werewolf tersebut dan didengar oleh banyak orang yang ada di sana, ucapannya itu seolah kalau dia sangat mencintai Julie, Padahal dia dengan sengaja mengatakan hal itu dengan sangat besar hanya untuk membuat orang-orang mengagumi dirinya dan bersimpati padanya.
Hugo bisa mendengar bisik-bisik yang terjadi di sekitarnya, kalau dia berpikir kalau orang-orang pasti mengagumi apa yang dia lakukan ini. Bahkan walaupun dia melakukan hal ini, dia juga masih memikirkan nasib orang banyak.
Dia telah memiliki rencana agar bisa memberikan hukuman pada semua werewolf, dia sedang mencari waktu yang sangat pas dan mereka tahu kalau Hugo akan sangat kejam pada para werewolf.
“Anak kesayanganmu harus menderita karena tingkahmu, Hugo. Jika dia pulang tidak bernyawa, itu adalah kesalahanmu.” Varrel berucap dengan sangat berani, itu bagaikan sebuah tantangan untuk Hugo. Dia bahkan dapat melihat urat yang muncul dari genggaman tangan Hugo.
Hugo dengan sangat sekuat tenaga menahan emosinya dan itu membuat Varrel tertawa.
“Hugo, ternyata kau ini sangat lucu. Tabiatmu sangat buruk.” Varrel bicara melewati Hugo dengan senyum ejekan di wajahnya, itu sungguh membuat Hugo kesal. Ketika semuanya berjalan dengan baik, dia akan mencincang tubuh Varrel agar dia tahu dengan siapa dia berhadapan sesungguhnya.
Varrel dan Caster telah berada di posisi seharusnya, di sekelilingnya dikelilingi oleh para prajurit rubellian, karena mereka akan melakukan pertukaran Yang sebentar lagi terjadi. Hanya butuh waktu 1 jam lagi maka mereka akan bertemu dengan para Werewolf yang menjemput dua Werewolf ini. Tanpa mereka ketahui kalau sebenarnya sejak tadi para werwwolf itu telah ada dan mereka sedang mengamati situasi, mereka sangat tahu ada beberapa kesatria bayaran yang sedang bersiap untuk menyergap mereka nanti atau mengikuti mereka. Dan mereka telah membicarakan hal ini untuk menemukan jalan terbaik agar bisa membuat mereka kacau.
“Sebentar lagi kita akan ke sana, aku bersama Thomas akan ke sana. Kalian semua harus dengan cepat untuk mundur dan membuat sesuatu yang telah kita sepakati tadi. Ini sangat penting karena jika kalian bertiga telat melakukannya maka waktu dan cara yang akan kita ciptakan sangat sedikit.”
Killian menatap mereka bertiga dengan sangat tajam, kemudian setelah dia menemukan jawaban dari mereka bertiga dengan mengangguk, Killian melihat ke arah Thomas.
Mereka menggunakan penutup wajah karena mereka tidak ingin wajah mereka bisa diketahui oleh para manusia. Wajah mereka yang sama seperti manusia bisa memudahkan mereka untuk menyusup ke dunia manusia karena itulah mereka tidak bisa menunjukkan wajah mereka.
“Kita bergerak sekarang, Thomas?”
“Baik, ketua.”
Setelah mengatakan itu, Killian bergerak dengan sangat cepat, diikuti oleh Thomas dan mereka tiba di hadapan para manusia dengan guncangan yang menakutkan dari pendaratan yang mereka lakukan.
“Kami datang untuk melakukan transaksi,” ucap Killian dengan tatapan matanya yang sangat tajam dan dingin.
Para manusia yang berada di sana merasakan sendiri tekanan kekuatan dari Killian dan Thomas, yang membuat mereka takut, tapi beberapa kesatria masih terlihat begitu berani untuk menatap Killian.
“Kami akan membebaskannya, jika kau memberi apa yang kami minta dan menjamin Julie Robert Dowana masih hidup!”
Prajurit itu berteriak yang membuat Killian menyeringai, di belakangnya dia melihat Hugo yang menatap mereka penuh kebencian.
“Lepaskan dulu mereka.” Killian mengatakan itu sambil menunjukkan secarik surat sambil menatap Hugo.