Hugo menatapnya dengan tatapan mata yang sangat tajam, ada rasa kesal dan kebencian di dalam dirinya. Tidak perlu dijelaskan lagi bagaimana dia begitu membenci werewolf bahkan jika dia tidak bersuara saja mereka semua orang yang ada di sana tahu kalau Hugi begitu membenci werewolf.
Hugo hanya menatap prajurit Rubellian agar melepaskan dua werewolf itu, ikatan di tangan mereka dilepaskan dengan menggunakan alat sihir. kemudian tubuh mereka didorong agar bisa berjalan ke arah Killian.
Melihat anggotanya telah ada di sisinya, Killian melemparkan surat itu, dia menatap mereka semua dengan tatapan mata yang tajam.
“Penuhi ucapan kalian yang tidak akan mengikuti kami." Setelah mengatakan itu Killian dan yang lainnya pergi, mereka sangat waspada dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Karena mereka tahu sekali ini juga semacam jebakan untuk mendapatkan mereka secara menyeluruh.
Tiga werewolf yang dia perintahkan tadi langsung melakukan apa yang di suruh Killian, mereka menghancurkan tiga pohon besar agar menutup akses sementara para kesatria, dan mereka juga membuat ledakan asap di tengah jalan.
Hal itu digunakan agar jalan pelarian mereka bisa tidak dilacak oleh para manusia. Mereka dingin agar nyawa mereka aman dan tidak membahayakan yang lainnya.
varrel yang ikut serta Caster ketika sedang berlari melarikan diri harus dibantu oleh Werewolf lainnya karena tubuh mereka yang masih lemas. Masih terlihat jelas luka-luka ditunggu Mereka, Killian menyadari kalau mereka pastinya mendapatkan siksaan dari manusia.
Tapi mereka tidak ada waktu untuk mengurusi luka-luka tersebut mereka harus mengatur jarak dulu agar mereka aman. karena mereka tahu betapa tidak para manusia untuk menangkap mereka.
“Bertahanlah!”
Killian menguatkan Caster dan juga Varrel, jika mereka menyerah sekarang maka ini semua akan sia-sia.
Setelah melihat para werewolf biru pergi dengan kekacauan hebat seperti ini, para prajurit dan juga prajurit bayaran langsung bergerak cepat untuk melacak para warung efek kapur tadi, mereka tidak ingin kehilangan jejak namun mereka sangat kebingungan dengan jejak yang ditinggalkan oleh Werewolf. Jejak mereka sama sekali tidak ada dan sekarang hitung membuat mereka bergerak tanpa tahu keberadaan pasti para werewolf tersebut.
“Pecah menjadi tiga tim!”
Seorang ketua prajurit memberikan perintah sambil berteriak, dan para prajurit langsung bertindak seperti apa yang diinginkan oleh ketua mereka tersebut. Mereka membagi menjadi tiga kelompok Di mana mereka mengejar di arah yang berlawanan.
Sedangkan ketua mereka tadi sedang memperhatikan sekitarnya dan melihat dengan seksama agar bisa menemukan jalan mana yang sebenarnya dilalui oleh para werewolf tersebut.
Di tangan Hugo sekarang telah ada surat yang ditulis oleh anaknya. Dia memegang surat itu dan memandangnya dengan tatapan mata yang sangat dingin.
Melihat kesibukan para prajurit, Hugo mengabaikan hal itu, dia masuk ke dalam kereta kudanya dan duduk di dalam kereta kudanya dengan wajah yang sangat mengerikan. Dia sungguh terlihat kesal, bahkan surat tadi yang tanpa lecek sekarang telah dipenuhi dengan kerutan. Karena dia menggenggam surat yang ada di tangannya.
Nafasku sendiri menjadi berat ketika dia mengingat apa yang dilakukan oleh werewolf tadi, dia merasa kalau Werewolf telah bertindak begitu jauh dan menganggap diri mereka sama seperti manusia. Bicara terlalu santai padanya, itu hal yang sungguh tidak dia terima.
Hugo akhirnya membuka surat yang ada di tangannya, ketika dia membaca isi surat yang dituliskan oleh Julie, Hugo menyeringai.
Kemudian dia meremas surat itu dengan sangat kuat dan tatapan matanya begitu tajam. Dia mengingat wajah anaknya sendiri bagaimana anak itu tidak berteriak Walaupun dia siksa hati-hati membuatnya menjadi begitu kesal. Tampaknya berada di tempat werewolf malah memberikannya kebahagiaan sehingga dia meminta tidak usah dijemput dan tidak ingin pulang. Itu membuat hubungan semakin ingin menyeret Julie dan menyiksanya.
“Anak kurang ajar!”
Hugo berteriak di dalam kereta kudanya, kusir yang ada di depannya mendengar hal itu, dan itu adalah hal biasa yang dilakukan oleh Hugo. Dia hanya bersikap berpura-pura menjadi ayah yang sayang dan anaknya nyatanya dia sama sekali tidak pernah sayang pada Julie.
Tapi sama seperti yang lainnya, kusir tersebut menutup mulutnya karena tahu dia tidak bisa melawan Tuan besarnya tersebut.
“Pulang!”
Hugo memberikan perintah dan kursi tersebut langsung menjalankan kereta kudanya agar bisa pulang dengan segera dan tidak membuat tuan yang dia layani ini marah.
Hugo akan menantikan laporan tentang pengejaran yang dilakukan prajurit Rubellian dan prajurit bayarannya. Dia sangat tidak sabar menantikan untuk melakukan penyiksaan lagi pada Julie.
Kereta kuda berjalan di jalanan yang mulus, dan Hugo memperhatikan keadaan di luar, mengecek pemandangan yang selalu membosankan baginya. Bangunan yang sama dengan kesibukan yang sama, tapi dia tidak bisa mengalihkan pandangan matanya. Hingga dia tiba di mansionnya, dua kesatria dengan cepat membukakan pintu untuknya, kereta kuda yang dia naiki berhenti di depan mansionnya yang membuat Vernand langsung menyambut kedatangan tuannya itu, dia melihat tuannya yang wajahnya mengeras, tatapan matanya terlihat sangat kesal dan dia tahu pasti ini berhubungan dengan apa yang dilakukan tuannya hari ini, yaitu membebaskan dua werewolf. Vernand sendiri tahu kalau tuannya itu tidak bisa melakukan hal sebaik itu, dia sering membunuh werewolf karena dia sangat membenci mereka.
“Aku ingin tidur, jika ada berita mengenai Werewolf maka kau bisa membangunkanku.” Hugo berkata Setelah dia melewati Vernand, dia bahkan sama sekali tidak berhenti atau menatap Vernand ketika dia memberikan perintah, lalu langkah kakinya juga cukup lebar yang membuat Hugo dengan cepat sampai di kamarnya
Di dalam kamarnya, hugo yang sangat kesal itu memukul meja di dekatnya, kemudian dia duduk di atas kasurnya dan membaringkan dirinya di ranjang yang sangat besar itu.matanya menatap langit-langit kamar, dan ketika dia menoleh ke sisi kirinya, dia melihat sebuah potret wanita yang merupakan ibu dari Julie.
Dia menatapnya dengan tatapan mata yang tajam kemudian potret itu ditutupnya dengan suara dengusan yang tajam.
“Aku melakukan semua ini karenamu.”
Hugi menggenggam tangannya sangat erat, kemudian dia menutup matanya, mencoba untuk beristirahat sejenak sebelum emosinya kembali meledak lagi.
Dia adalah pria yang luar biasa hebat, dan juga menjadi panutan bagi manusia di sini, jadi sedikit pun Hugo tidak pernah merasa bersalah melakukan tindakannya yang keji, bahkan pada anaknya sendiri.
Dia terlelap sangat nyenyak sekali, hanya ada kegelapan total yang membawanya dalam ketenangan sejenak yang sulit dia dapatkan ketika membuka matanya.
Di dunia ini yang sangat benci adalah werewolf, dan satunya lagi adalah anak perempuannya, Julie.
Julie memiliki rambut merah seperti ayahnya, tapi entah kenapa Hugo malah mengatakan kalau Julie terkutuk
Itu adalah cerita lama yang masih tertutup di dalam dirinya.