Julie menghabiskan waktunya bersama dengan Gil dan Ann.
Hari ini dia kedatangan tamu kecil yang tidak dia duga sebelumnya, memang benar dia merindukan mereka berdua, dan Jukie berpikir pasti keduanya mendapatkan larangan dari orang tua mereka agar tidak bisa bertemu dengan Julie yang telah dilepaskan dari kurungan.
“Julie, sekarang kau tinggal menumpang di tempat Ann?” Claire bicara dengan kedua pipinya yang penuh kue buatan Ann dan Julie. Dia melihat sekeliling dengan tatapan mata yang penuh perhatian.
Sejujurnya, dia juga baru kali ini masuk ke rumah Ann. Itupun karena dia merindukan Julie dan hanya ingin menggoda Julie awalnya. Tapi berakhir dengan Julie menyeretnya dan Danny masuk ke dalam rumah Ann.
“Ya, sekarang aku tinggal di sini, Ann sangat baik dan membiarkan aku tinggal di sini bahkan tidur di kamarnya.”
Julie menjelaskan pada Claire yang membuat Claire melebarkan matanya.
“Julie, aku juga mau tinggal di sini.”
“Kenapa?”
“Sepertinya menyenangkan. Tiap hari kami bisa makan kue enak seperti ini, benar itu, Danny?” ganya Claire sambil melihat ke arah Danny yang dengan cepat menganggukan kepalanya.
Keinginan sederhana anak kecil yang tidak bisa dipenuhi begitu saja, mereka berdua memiliki kedua orang tua yang sangat menyayangi mereka, dan sekarang Julie baru mengingat sesuatu.
“Kalian ke sini memang boleh dengan kedua orang tua kalian?” tanya Julie, terakhir kali dia mengingatnya kalau dua orang tua anak di depannya ini tidak memperbolehkan keduanya bermain bersamanya.
Claire dan Danny saling menatap, dan kemudian Claire menelan kasar kue yang ada di dalam mulutnya, membuat dadanya sedikit sakit dan Julie memberikan minuman untuk Claire.
“Ayah ibuku akhirnya membiarkan saja. Mereka tahu kalau kau telah menyelamatkan mereka.” Claire bicara dengan lantang yang membuat Julie tersenyum.
Banyak yang mengetahui kalau Julie sudah menyelamatkan nyawa mereka, tapi mereka masih enggan untuk bicara dengan Julie. Dilihat dari manapun dia adalah anak Hugo, manusia yang sangat membenci werewolf sehingga selalu membuat hukum yang selalu menyusahkan para werewolf. Julie sendiri memahami kalau kebencian pada ayahnya itu bisa diturunkan pada dirinya juga, yang membuat Julie bertindak dengan hati-hati. Dia telah mendapatkan peringatan dari Killian agar tidak sendirian dalam melakukan apa pun karena ada banyak yang tidak menyukainya.
“Apa itu sungguhan, Claire?”
Julie menatap Claire dengan lembut dan Claire dengan polos menganggukan kepalanya.
Terlihat jujur sekali tentang apa yang baru saja dia katakan dan itu membuat Julie tersenyum.
Mungkin dia bisa diterima dengan baik di sini.
Dan mungkin dia juga bisa membantu para werewolf. Dia bisa saja melawan ayahnya, itu mungkin saja kalau dia memiliki keberanian, hingga sekarang ketika dia mengingat wajah ayahnya, Julie hanya ketakutan, meringkuk seperti anak kecil yang melihat monster.
“Aku senang kalau kedua orang tua kalian mengizinkan itu.”
“Ya, mereka mengizinkannya apalagi ini adalah tempat Ann dan juga Gill menjaga. Mereka tahu kau tidak bisa melakukan apa pun.”
Julie terkekeh kecil mendengar apa yang dikatakan Claire, itu cukup kasar, tapi tius sangat benar sekali. Keberadaan Ann dan Gill di sisinya bisa membuat kedua orang tua anak kecil di depannya menjadi tenang.
“Kalian harus makan dengan baik, dan setelah itu pulang untuk tidur di rumah kalian.”
Ann menambahkan dengan suara yang tegas.
“Tapi, Ann?”
Danny akhirnya bicara dengan tatapan mata yang begitu kecewa. Dia tidak ingin disuruh pulang secepat ini dari Ann, walaupun matahari telah perlahan dari tempatnya tadi, bukan berarti dia harus segera pulang, kan? Danny telah merasa kalau dirinya telah cukup besar.
“Kalau kalian tidak pulang nanti, kedua orang tua kalian akan menyalahkan Julie dan kalian tidak bisa bermain di sini lagi.”
Ucapan Ann yang tegas itu membuat mereka tutup mulut dengan cara yang menggemaskan. Itu benar sekali yang membuat mereka tidak jadi mengambil kue di depan mereka, jika mereka memakan kue itu terus dan mengobrol terlalu lama dengan Julie dan Ann, maka mereka akan menjadi lebih lama pulangnya. Itu tidak disukai oleh kedua orang tua mereka.
“Baiklah, kalau begitu kami pulang dulu. Besok kami akan ke sini lagi dengan membawakan hadiah.”
Danny berdiri dari tempat duduknya, dia berkacak pinggang dengan d**a yang dia busungkan.
“Kalau begitu aku akan menunggu kalian berdua untuk mendapatkan hadiahnya.”
Julie tersenyum manis pada mereka berdua, dan keduanya mengangguk. Setelah itu, keduanya keluar dari rumah Ann dan pulang ke rumah masing-masing. Wajah mereka begitu cerah dengan senyuman di wajah keduanya.
Setelah memastikan keduanya menghilang dari pandangannya, Julie membantu Ann membereskan kekacauan yang terjadi karena kedatangan dua werewolf tadi.
“Julie, biarkan aku saja. Kau pasti tidak pernah melakukan hal seperti ini.”
“Ya, karena itulah aku ingin mencobanya ya, Ann.” Julie langsung merebut piring yang dipegang oleh Ann dan membawanya ke dapur untuk dicuci. Dia beberapa kali melihat Ann mencuci piring dan dia melakukan hal yang sama seperti ketika Ann melakukannya.
Setelah menyusun semua piring dengan baik di rak, dia tersenyum sendiri memandangnya. Dia bangga dengan kemampuannya sendiri.
“Kau sangat bangga hanya karena itu, Julie?” tanya Ann heran. Julie seharusnya memiliki banyak hal yang dibanggakan karena dia adalah anak dari penguasa yang danga diperhitungkan
“Tentu Saja. ini kan kali pertamanya aku melakukannya.”
Julie duduk di meja makan, menemani Ann yang duduk lebih dulu.
“Kau itu sangat aneh, ya.”
Julie menganggukkan kepalanya, dia sebenarnya belum mengungkapkan hal yang paling aneh dari hidupnya. Yang tentunya sulit dipercayai tapi itulah kenyataannya.
“Aku beruntung bertemu dengan kalian.”
Jukie memegang tangan Ann yang membuat Ann kebingungan, dibandingkan manusia dengan gelar bangsawan dan menjalani hidup mewah, hidup mereka bukanlah apa pun.
“Julie, kami ini menculikmu.”
Julie menganggukan kepalanya, dia tahu kalau dia diculik tapi perlakuan mereka sama sekali tidak kasar samanya.
“Tapi aku diterima cukup baik di sini.”
“Kau sungguh tidak ingin pulang.”
Jukie menggelengkan kepalanya.
“Kenapa?” Ann ingin tahu lebih banyak, tatapan matanya sangat dalam pada Julie yang membuat Julie menimbang haruskah dia menjelaskannya pada Ann.
“Di sinilah aku memiliki teman, Ann. Ada kau yang sangat baik denganku dan aku merasa sangat beruntung dengan itu.”
Ann sadar kalau Julie masih menutupi sesuatu, tapi apa yang Julie katakan padanya adalah perkataan tulus. Ann tidak bisa menekan Julie untuk mengatakan yang sebenarnya terjadi, dia menggenggam tangan Julie dan mengusapnya dengan lembut.
“Kalau begitu, kau bisa mengandalkan aku, Julie. Aku akan ada saat kau dibutuhkan, jika kau membutuhkan apa pun, kau bisa mengatakannya padaku.”
“Terima kasih, Ann. Kalau begitu aku ingin sup buatanmu.” Julie tersenyum cerah dengan menampakkan gigi rapi. Itu membuat Ann menatap Julie dengan tatapan mata yang sengaja dia sipitkan.
“Baiklah, bantu aku sekarang.”
Ann berdiri dan dia menyuruh Julie juga berdiri, dan itu langsung dipatuhi oleh Julie. Dia berdiri dan membantu Ann menyiapkan sup yang dia inginkan itu.