Mereka telah berjalan cukup jauh dari Rubellian, mereka ada di wilayah yang sulit untuk didatangi para manusia, tapi mereka tetap waspada. Dengan perhitungan yang matang, akhirnya Killian memutuskan untuk beristirahat. Mereka beristirahat di pohon besar yang tinggi, dan tentu saja dua diantara mereka harus menjaga yang lainnya.
Jika mereka malah bersikap tidak waspada, mereka bisa saja langsung dikepung oleh bangsa manusia.
“Lukamu cukup parah.”
Killian melihat ke arah Casper, dibandingkan Varrel, dia mengalami luka yang parah, pada bagian punggungnya ada luka cambuk yang begitu dalam, di siksa secara terus menerus, ketika luka mereka belum sembuh siksaat lain yang menyebabkan luka lainnya muncul.
Melihat apa yang terjadi di depannya, Killian benar-benar kesal dengan ulah manusia. Jika dia tidak memikirkan anggotanya, dia bisa saja terlibat dalam pertempuran antara manusia. Tidak ada yang mengekang dirinya dan manusia sebenarnya bukanlah makhluk yang kuat.
Mata Killian masih mengamati keadaan anggotanya, dia juga membawa obat dari Ann dan segera mengoleskan salep pada tubuh Casper dan juga Varrel. Wajar saja kalau Casper sejak tadi terlihat begitu lemah, ini baru satu hari mereka pergi dari Rubelllian dan mereka setidaknya harus menempuh waktu empat hari lagi agar bisa kembali ke tempat mereka.
“Aku ingin sekali memenggal kepala Hugo.” Varrel geram, dia membuat sorot matanya terlihat begitu kejam. Siapa pun yang ada di sanatahu dengan sikap kejam Hugo.
“Lebih baik sekarang kau fokus pada penyembuhan mu dulu, Varrel.” Thomas bicara, lukanya memang tidak separah Casper. Tapi buka berarti luka itu juga tidak berbahaya padanya.
Killian memperhatikan sekitarnya, hutan yang luas dengan keadaan yang tenang. Langit malam dengan bintang diatasnya membuat mereka menghelakan napasnya. Jika mereka tidak cepat untuk kembali ke tempat persembunyian mereka, itu akan berbahaya bagi Casper. Tentu saja salep seperti ini tidak bisa untuk mengobatinya.
“Ketua, ketika kau melepaskan kami, kau memberikan surat. Surat siapa?” tanya Varrel penasaran. Kenapa surat itu begitu berharga sehingga ditukarkan dengan nyawa mereka berdua yang telah hampir naik ke tiang gantung dan menjadi tontonan pada manusia yang pastinya akan berseru dengan sangat gembira.
“Itu punya Julie, anaknya Hugo.” Justin menjawab pertanyaan Varrel yang membuat Varrel terkekeh kecil.
“Dia begitu mencintai anaknya? Monster sepertinya mencintai anaknya itu sedikit luar biasa. Aku tidak menyangka kalau dia akan bersikap lembut pada anaknya, bagaimana cara membayangkannya ya?”
Varrel mencoba untuk membayangkan Hugo berkata manis dan berwajah lembut hanya pada anaknya, dan dia sama sekali tidak bisa membayangkan itu.
“Lebih baik kita makan lebih dulu.”
Ian meletakan makanan yang telah dia siapkan dengan sangat cepat. Mereka membutuhkan makanan agar bisa membuat tenaga mereka kembali.
Mereka bertujuh makanan di atas pohon yang besar itu sambil memperhatikan sekitar mereka.
Setelah makanan mereka selesai, mereka langsung beristirahat dengan Killian serta Ian yang berjaga terlebih dahulu. Mereka tidak bisa tertidur semuanya, harus Ada yang terjaga dan memberitahu jika ada bahaya yang mendekat.
Killian duduk menyandar ke pohon besar sambil memainkan tangkai daun yang baru saja dia ambil.di dalam pikirannya, dia sedang membayangkan Julie. Ini telah satu Minggu mereka tidak bertemu dan dia berpikir apa yang sedang dilakukan Julie yang aneh itu.
Killian menjatuhkan daun yang dia pegang, dan menghelakan napas panjang dari mulutnya. Dia merasa sangat aneh sekali sehingga dia berdiri dan memegang rambutnya dengan cukup kasar.
Setelah itu dia melihat sekelilingnya, dan memutuskan untuk berkeliling sebentar untuk melihat keadaan.
“Ian, berjagalah di sini, aku akan melihat sekeliling. Jika mereka mendekati kita, aku akan mencoba untuk membuat mereka salah arah.”
Ian menganggukan kepalanya, setelah itu Killian menghilang darinya, pergi melalui pepohonan yang sangat rimbun.
Tatapan matanya yang tajam itu memang difokuskan untuk menemukan sesuatu yang aneh, karena Hugo menyewa prajurit bayaran juga, itu bisa menjadi bahaya bagi mereka. Para prajurit bayaran itu biasanya memiliki sikap barbar yang lebih berbahaya dibandingkan prajurit biasanya, mereka juga memiliki kemampuan khusus dalam pelacakan.
Killian berkeliling agar para prajurit bayaran itu tidak menemukan mereka.
Bahkan dia berkeliling untuk mencoba mencari tahu apakah mereka membuat kesalahan ketika berlari tadi. Jika mereka membuat kesalahan, Killian akan membuat petunjuk palsu yang sama.
Begitulah caranya untuk mengaburkan jalan yang dituju oleh para prajurit tersebut.
“Kurasa sudah semua.”
Killian menara sekitarnya, dan dia puas dengan apa yang dia lakukan
Sehingga dia berbalik untuk pulang, namun ketika dia baru saja ingin melangkahkan kakinya, dia mendengar langkah kaki dan Killian bersembunyi dengan sangat baik, tepat dari tempatnya berdiri sekarang, dengan jarak 15 kilometer ke kanannya, di sanalah pasukannya sedang menunggu.
Killian mengamati para prajurit yang datang, agar dia tahu apa yang harus dia lakukan.
“Kalau kita bisa mendapatkan anak perempuannya itu, katanya kita bisa menggunakannya.” Para prajurit itu tertawa saat mengatakan hal itu, ucapan yang sangat tidak masuk akal yang membuat akillian menatap mereka tajam.
“Rumor hanyalah rumor. Apa pun itu, yang penting itu menguntungkan untuk kita.”
Prajurit bayaran itu bicara lagi, dan yang lainnya sedang mengamati jejak yang mungkin para wer8 tinggalkan, setelah mereka selesai mengamati, untungnya mereka menuju ke arah sebaliknya yang membuat Killian tenang.
Tapi Killian tidak mau bergerak hingga sekarang, karena gerakan para prajurit bayaran itu cukup aneh, Killian takut kalau ternyata mereka mencoba mengepung mereka atau hanya berpura-pura tidak tahu kalau petunjuk yang dia tinggalkan itu palsu.
Setelah tiga puluh menit mengamati, Killian akhirnya memutuskan untuk kembali ke pada kelompoknya. Dia menuju ke arah kelompoknya dengan sangat cepat dan tanpa berisik, ketika dia tiba di tempat kelompoknya itu. Killian menatap mereka dengan tatapan mata yang tegas.
“Bangun sekarang. Kita harus berjalan sekarang, mereka berjarak sangat dekat dengan kita.”
Ian terkejut mendengar penjelasan Killian, dia tahu bahkan Killian saja belum beristirahat dan mereka harus melalui perjalanan lagi yang membuat tenaga mereka akan tersedot lagi.
Para werewolf yang tadinya tertidur membuka matanya, dan mengusap matanya. Mereka bersiap dengan cepat dan bergerak tanpa keributan.
Dark satu pohon ke pohon lainnya mereka lalui hingga matahari akhirnya terbit yang membuat mereka memandang dataran di depan mereka.
Celah besar yang berbahaya akan mereka lalui lagi, dan tidak ada waktu untuk beristirahat.
“Yang Lainnya tolong bantu Casper dan juga Varrel.” Killian memberikan perintah dan semuanya mengangguk, mereka langsung bergerak untuk menuju markas mereka.
Makhluk malam itu bergerak sangat lincah di bawah sinar bulab yang terang, mereka telah membayangkan berada di tempat mereka hingga ada gerakan mendadak yang membuat mereka langsung bersembunyi di celah dinding jurang.
Mata Killian mengintip, dan itu adalah prajurit bayaran. Walaupun dia telah membuat petunjuk palsu, nyatanya mereka kembali ke sini lagi karena pasti merasa ada sesuatu yang aneh.