Ketegangan terjadi pada mereka semua, mereka sedang memperhatikan sekitar mereka dengan waspada. Jika memang pertempuran tidak bisa dihindari lagi, maka mereka akan bertarung dengan sangat serius.
Killian melihat ke arah mereka dengan tatapan mata yang tenang, kemudian meminta mereka semua untuk menjaga sikap mereka. Para prajurit bayaran itu masih terus mengamati di sekitar jurang.
“Apa yang kau lakukan di sana? Mereka tidak mungkin ada di sana!” Seorang pria berteriak dengan lantang, membuat pria yang mengamati jurang akhirnya berbalik.
“Ya, aku berpikir seperti itu, ini terlalu curam untuk mereka lalui.”
Setelah itu pria tersebut pergi dan mengarah ke arah yang berbeda, itu membuat para werewolf bernapas lega. Mereka telah melewati situasi yang membuat mereka bisa bernapas lega.
“Apa mereka telah pergi semua?” tanya Ian dengan suara yang pelan.
Killian menggerakan tangannya dan meminta semuanya untuk diam, dia menggunakan telinganya dengan tajam agar dia bisa mendengar semua gerakan di hutan ini.
Ketika Killian merasa semuanya aman, dia menganggukan kepalanya.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka untuk ke tempat persembunyian mereka, setelah melewati jurang ini, mereka akan memutar bukit kecil dan masih terus melewati banyak hal untuk benar-benar sampai di tempat markas mereka. Mereka masih bergerak dengan hati-hati karena takut mendapatkan kejutan seperti tadi.
“Tadi tidak kusangka kalau mereka bisa menemui kita secepat itu.”
Kening Thomas mengerut, memikirkannya saja membuatnya merinding.
“Kemampuan mereka lebih bagus dibandingkan prajurit Rubellian. Jika kita melakukan kesalahan, mereka pasti bisa menemukan kita.”
Mata Killian menajamkan matanya, dia sendiri sangat gelisah ini dua kali memergoki prajurit itu hampir mendapatkan diri mereka, kalau saja tadi mereka tidak bersembunyi dengan baik, maka mereka pasti akan bertemu dengan mereka.
“Lebih baik kita meningkatkan kewaspadaan kita.”
Semuanya mengangguk, mereka masih bergerak dengan sangat cepat untuk segera lepas dari tempat ini dengan segera.
Matahari perlahan muncul, dan Mereka telah meninggalkan satu sisi hutan yang lain dan berada di tempat yang sedikit membuat mereka lega.
Di tempat lainnya, Julie membuka matanya perlahan. Kali ini dia berhasil bangun lebih dulu dibandingkan Ann. Dia melihat Ann masih tertidur begitu nyenyak di sampingnya. Rambutnya sedikit berantakan dan itu membuat Ann terlihat sangat manis sekali.
Selimut yang dia gunakan di lepaskan ya, dan dipakaikan pada Ann, pagi hari memang sering kali begitu dingin di sini yang membuat Julie takut kalau Ann membeku.
“Nah, hari ini kau tidur saja. Aku akan mencoba membuatkan sarapan untuk sarapanku.”
Julie melihat Ann dengan senyum di wajahnya, dia berbalik dan keluar dari kamar dengan perasaan bangga. sedangkan Ann, dia membuka matanya perlahan dan tersenyum tipis. Kali ini dia akan bermain sebagai orang yang tidak tahu apa pun, dia akan bersikap sangat malas dan membiarkan Julie membuatkan sarapan untuknya.
Ann masih terbaring di kamarnya, dan dia mendengar kegaduhan dari dapur. Tampaknya Julie kesulitan untuk membuatkannya sarapan. Tapi Ann tidak mau ikut campur, kalau dia selalu ikut campur maka Jukie tidak akan pernah melakukannya sendiri.
Hingga tiga puluh menit telah berlalu dan Ann masih mendengar kegaduhan dari dapur, yang membuat Ann akhirnya keluar dari kamarnya. Dia diam-diam. Mengamati apa yang dilakukan Julie, tapi Ann sangat terkejut ketika melihat apa yang ada di depannya. Dapurnya terlihat sangag berantakaj sekali, dan terlurbyang digoreng oleh Julie terlihat gosong.
“Ah, Ann, kau sudah bangun!?” Julie terkejut dengan kehadiran Ann, dia mengerjakan matanya dan melihat ke arah Ann, dia merasa bersalah karena melakukan kegaduhan di dapur, dan tidak hanya itu, dia merasa malu dengan apa yang telah dia perbuat.
Dapur sangat berantakan, dan makanan untuk sarapan sangat buruk.
“Maafkan aku karena membuat dapurmu seperti ini, aku hanya ingin sedikit membantu, membuat sarapan.”
Julie mengatakannya dengan suara yang lemah, dia menyesal dengan apa yang dia lakukan dan itu membuat Julie seperti anak kecil yang sedang dihukum
Membuat Ann tersenyum kecil memperhatikan tingkah Julie.
Jukie Bangkan mengusap lengannya sendiri karena merasa bersalah, mungkin tidak seharusnya dia membantu Ann, karena dmyanh dia lakukan malah sebaliknya.
“aku terima niat baikmu, Julie. Telurmu ini adalah karyamu yang sangat hebat.” Ann menarik kursi dan dia memandangi telur mutung di depannya, sejujurnya dia tahu kalau rasa yang akan dia rasakan sudah pasti rasa yang pahit, tapi ketika dia kembali melihat Julie, dia tahu Julie akan sangat kecewa jika dia tidak memakannya.
Ann memakannya dengan terpaksa, dengan raut wajah yang sanga jelas kalau dia tidak menyukainya.
“Ann, tidak enak?”
Ann menggelengkan kepalanya, tapi ekspresi wajahnya masih belum bisa dia kondisikan dengan baik.
“Ah, jujur saja, Ann.”
Itu membuat Ann tertawa. “Ya, telur ini memiliki rasa yang sangat mengerikan.”
Ucapan Ann itu membuat Julie sedih, wajahnya terlihat sangat murung sekali dan itu sedikit membuat Ann merasa bersalah.
“Sebagai seorang pemula gagal itu adalah hal yang biasa, Julie. Nanti aku akan mengajarkannya dengan sangat baik, jadi jangan terlalu bersedih, Julie.”
Mata cerah hazelnut milik Ann menatap mata hijau Julie, dia sedang memberikan pada Julie tentang apa yang terjadi pada dirinya adalah hal yang umum. Semua orang bisa memiliki kemampuan yang berkembang.
Bibir Julie maju, dia melihat Ann dengan sikap yang manis. Kemudian dia menganggukan kepalanya, dan melihat sekelilingnya yang berantakan.
“Setidaknya, aku harus membereskan ini semua.”
Dia bicara dengan desahan kasar dari mulutnya, memang pekerjaan membereskan barang setelah memasak adalah hal yang kerap kali menyebalkan. Itu rasanya menjadi berkali-kali lipat melelahkan, padahal dia hanyalah memasak telur saja.
“Apa terjadi perang di sini?” Gill tiba-tiba saja masuk dan menyelutuk seperti itu, melihat pemandangan yang begitu berantakan wajar saja kalau dia berpikir seperti itu, pemandangan di depannya sungguh tidak menyenangkan dan itu membuatnya menggelengkan kepala. Dia telah mendengar semua percakapan dari kedua wanita di depannya, dan pembuat masalah hari ini adalah Julie.
“Lebih baik kau makan saja, memang ada seseorang yang tidak memiliki bakat dalam sesuatu dan kurasa kau tidak memiliki bakat dalam memasak. Kue kemarin saja, kau hanya membantu menimbang bahan.” Gill mengatakannya dengan suara yang ketus, tapi apa yang dikatakan oleh Gill itu benar. Jukie tidak bisa membalasnya dan itu membuatnya malu.
“Gill, kau tidak boleh mengatakan itu.” Ann mendelikkan matanya ke arah Gill, dan Gill dengan santai mengangkat kedua bahunya dan menggerakkannya ke atas sekali kemudian bibirnya sedikit maju untuk mengatakan kalau dirinya tidak peduli. Apa yang dia katakan itu adalah kenyataan memang tidak semua orang memiliki bakat yang sama.
Julie yang merupakan Nona muda dari bangsa manusia yang hidup mewah, Tentu saja tidak pernah berada di dapur Jadi Gill tahu dia pasti sangat kebingungan dengan apapun yang ada di dapur. Mungkin saja dia tidak tahu kegunaan sendok atau yang lainnya. Begitulah cara Gill mengejek Julie.