Julie mengikut Ann untuk mengobati werewolf yang sakit, ketika para Werewolf melihat Julie mereka menatap Julie dengan sangat tajam. Mereka tidak menyukai keberadaan Julie yang merupakan bangsa manusia. Mereka memiliki trauma begitu mendalam dengan bangsa manusia yang seringkali menyiksa mereka. Terakhir kali mereka mendapatkan luka ini karena berusaha kabur dari manusia untungnya di perjalanan mereka dengan bangsa patroli dan akhirnya mereka dibawa ke sini.
“Kenapa kau membawa bangsa manusia itu ke sini?” Seorang Werewolf tua bicara dengan suara yang keras, matanya sangat tajam dan terlihat jelas kalau dia benci dengan Julie, walaupun dia tidak melakukan apa pun.
“Dia adalah temanku, dia mengikutiku untuk membantu titik dia tidaklah jahat seperti manusia lainnya.” Ann menjelaskan, dan itu membuat tiga werewolf di depannya menjadi kesal dengan apa yang baru saja mereka dengar. Seumur hidup mereka mereka tidak pernah bertemu dengan manusia yang baik hati mereka hanya menganggap para werewolf sebagai b***k yang bisa mereka siksa dengan sangat sadis.
“Kau gila!”
“Ya, dia gila entah kenapa dia mau berteman dengan anak dari Hugo. Dia adalah manusia yang paling buruk di antara semuanya.” Isaac tiba-tiba saja datang dan bicara seperti itu yang membuat tiga werewolf tadi semakin terkejut, bukan manusia biasa tapi itu adalah anak dari Hugo seorang anak dari kabinet yang menentang hukum pembebasan mereka. Malahan Hugo membuat hukum baru agar mereka mendapatkan siksaan yang lebih berat dibandingkan ini.
“Isaac!” Ann berteriak, dan apa yang terjadi di sana membuat Julie terdiam. Dia hanya bisa mengamati saja karena ada perdebatan di antara para werewolf dan yang menjadi objek perdebatan adalah dirinya.
Dia memang anaknya Hugo. Tapi dia sendiri sebenarnya tidak ingin menjadi anak Hugo, Jika dia bisa memilih maka dia akan memilih menjadi anak yang lain sehingga tidak ada embel-embel tentang nama Hugo pada dirinya, hubungannya dengan ayahnya sangat buruk.
“Kami tidak mau diobati olehmu, Jika dia masih ada di sini! Sekarang keluar!”
Werewolf pria tua itu berteriak sambil menunjuk ke arah Julie Dia meminta Juli untuk keluar dari ruangan yang membuat Julie langsung keluar dari ruangan. Ann yang melihat itu tidak bisa melakukan apapun karena dia ke sini sebagai seorang perawat dan dia tahu kalau ketiga werewolf di depannya membutuhkan bantuannya.
Ann menahan napasnya karena marah, nanti dia akan memastikan kalau dia kamu minta maaf pada Julie.
Dengan cekatan dia mengobati para werewolf yang sakit itu, setelah itu dia keluar tanpa melihat ke arah Werewolf lagi agar bisa menyusul Julie dengan segera.
Ann memperhatikan sekeliling rumah, dia tidak menemukan keberadaan Julie, dia berpikir kalau Julie pastinya akan tidak pergi terlalu jauh dan hanya menunggunya di sini. Bahkan Gill juga tidak terlihat, sedikit ada rasa lega di hati Ann, karena setidaknya Julie dijaga oleh Gill.
Ternyata Juli berada di bawah pohon besar yang tidak jauh dari tempatnya, Juli terlihat berbincang dengan santai bersama Claire dan Danny yang berada di atas pohon.
Ann langsung melangkahkan kakinya ke sana, agar dia bisa meminta maaf pada Julie.
Ketika Ann telah tiba, Julie melihat ke arah Ann dengan tatapan lembutnya seperti biasa titik tatapan mata Juli itu sangatlah tenang tidak terlihat sama sekali dia sakit hati dengan apa yang dikatakan oleh Werewolf tadi.
“Julie, maafkan mereka akan mengatakan ucapannya kasar. Tapi mereka sama sekali tidak berniat buruk.” Ann mengatakannya dengan suara yang merasa sangat bersalah sedangkan Julie sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu dia berpikir cukup mengerti alasan kenapa para warewolf tidak menyukainya.
“Ann, Aku sama sekali tidak sakit hati dengan apa yang mereka katakan, tentang ayahku yang mereka katakan itu benar sekali jadi aku menganggapnya bukanlah sebuah masalah.”
Julie menggerakkan tangannya santai, dan Ann hanya menatap lemah ke arah Julie dengan tatapan mata yang masih merasa bersalah. Ucapan Julie terdengar tenang tapi dia tidak ingin kalau Julie sampai merasakan hal seperti itu lagi.
Tiba-tiba saja suara yang besar terdengar, itu karena Claire dan Danny bergelantungan di batang pohon besar, Mereka melihat ke arah Julie dan juga Ann, memperhatikan apa yang terjadi di antara mereka berdua.
“Apa kalian berdua berkelahi?” Claire bertanya dengan suara pelan dan tatapan mata yang cukup tajam.
Jukie menggelengkan kepalanya, untuk mengatakan kalau tidak ada masalah di antara mereka.
“Kalian sungguh tidak berantem?” tanya Danny dengan suara yang terdengar khawatir Itu membuat judi tersenyum dengan kekhawatiran yang ada pada diri kedua teman kecilnya itu. Mereka memiliki hati yang lembut dan perhatian yang sangat besar pada Julie.
“tentu saja semuanya baik-baik saja.” Julie memberikan jawaban dan itu membuat Claire serta Danny saling melihat satu sama lain kemudian hal itulah yang membuat keduanya turun dari pohon besar secara cepat.
Mereka mendaratkan kakinya ke tanah dengan sangat lembut dan kemudian mereka menatap tajam ke arah Julie dan Ann.
“Kami senang kalau kalian berdua tidak berkelahi, jika kalian berdua berkelahi itu akan membuat kami sedih.” Claire bicara santai seolah dia adalah wanita dewasa di sini.
Itu membuat Julie dan Ann tertawa kecil.
“Terima kasih karena telah mengkhawatirkan kami.”
Ann tersenyum, dia memberikan senyum yang hangat yang akhirnya membuat dua anak kecil itu mengamalkan kepalanya dan bersikap menjadi lebih tenang dibandingkan sebelumnya.
Setelah pemecahan singkat itu mereka kembali ke rumah Ann untuk beristirahat, kali ini Ann tidak memasak makan siang mereka. Tapi dia membelinya dari toko yang tadi mereka lewati. Menurut Ann, toko makanan tersebut memiliki rasa yang enak sehingga mereka harus mencobanya agar Julie bisa tahu banyak hal tentang werewolf.
Makanan itu terlihat sederhana seperti sebuah roti isi yang memiliki saus berwarna kuning kental yang rasanya sangat kaya. Ketika Julie memakannya, dia menganggukan kepala secara otomatis seolah tubuhnya telah disetel bersikap seperti itu ketika dia merasakan makanan yang sangat enak
“Pilihanmu memang sangat bagus, Ann. Ini sangat enak.”
Ann menganggukan kepalanya, hari ini dia begitu malas untuk memasak tapi yang terbaik ya tentu saja dia hanya perlu membeli makanan.
ada banyak jualan dan dia tahu Julie belum mencoba semuanya.
“Kalau kau ingin lagi, kita bisa membelinya nanti. Atau mau makanan yang lain?”
Julie menghentikan kunyahan makanannya, kemudian dia berpikir untuk memilih makanannya sendiri titik merasakan banyak makanan yang tidak pernah dia rasakan adalah sesuatu yang luar biasa.
“Baiklah, aku mau mencoba yang lainnya. Mungkin rasakan akan sangat enak dibandingkan ini.”
Dia tersenyum kecil, hanya sederhana seperti ini saja telah membuat Julie sangat senang.
Tidak ada yang berbahaya di tempat werewolf mereka bahkan lebih cenderung menerimanya dibandingkan ayahnya sendiri.