Lagi-lagi dua teman kecilnya itu bermain ke tempat Ann dengan sangat santai sekali.
Saat itu matahari perlahan turun dari tempatnya sinar matahari sore membawa perasaan hangat yang cukup menyiksa, di mana panas itu membuat kulit mereka rasanya terbakar.
Julie, Danny dan Claire, duduk di depan rumah sambil ngemil makanan mereka yang dibuatkan oleh Ann.
“Kalian suka di sini?” tanya Julie pada mereka berdua dan keduanya menganggukan kepalanya dengan sangat cepat.
“Aku juga menyukai di sini. Di sini tenang dan bisa bertemu dengan kalian.”
“Tapi Julie, aku dengar kalau rumahmu sangatlah besar, dibandingkan Di sini rumahmu yang mewah itu pasti memiliki banyak hal yang luar biasa dan menyenangkan. Lalu di sana pasti kau dilayani oleh banyak pelayan dan juga makanan di sana sangat enak.”
Danny bicara dengan sangat polos dan juga tatapan mata yang begitu tenang, dia memandang Julie sebagai orang yang sangat beruntung.
Jika dinilai dari kemewahan yang didapatkan Julie memang ada di sini dibandingkan di rumahnya tidak semewah di rumahnya hanya saja di sinilah Julie mendapatkan ketenangan dan rasa nyaman serta rasa bahagianya. Di sini dia mendapatkan teman untuk bercerita, itu membuat Julie sungguh merasa dia telah hidup.
Dulu dia merasa kalau hidupnya sangatlah buruk dan dia berharap dia cepat mati, Julie ingin mengakhiri penyiksaan yang dilakukan oleh ayahnya yang berulang kali dilakukan. Bukan hanya itu saja, Bahkan dia untuk mati saja tidak bisa, setiap hari dia diawasi oleh para prajurit yang diperintahkan oleh ayahnya untuk menjaga dirinya. Semua hal yang berbahaya selalu dijauhkan dari Julie.
Tapi Hugo selalu menyiksanya, melukainya, setelah membuatnya terluka dia akan mengobati Julie agar bisa dia lukai lagi.
Seringkali Julie berpikir ketika dia dilukai oleh Hugo maka ia berharap kematian dari apa yang dilakukan oleh ayahnya akan terjadi pada dirinya, tapi dia selalu selamat yang membuatnya selalu mengutuk diri sendiri.
“Rumah besar itu bukan berarti aku menjadi bahagia, Danny. Ada banyak di dunia ini yang sulit untuk dijelaskan, dan ada banyak di dunia ini yang sebenarnya tidak bisa membuat kita bahagia.”
Julie mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah langit yang ada di depan mereka, Apa yang dilakukan oleh Julie itu kemudian diikuti oleh Danny. Dia melihat ke arah Julie melihat, membuatnya berpikir untuk mencoba mengikuti pikiran Julie.
“Apakah kau tidak bahagia di rumahmu?” Danny bertanya dengan suara pelan, sedangkan Claire sejak tadi mendengarkan sambil memakan kue yang ada di dekatnya. Dia memenuhi mulutnya dengan kue nikmat yang diberikan oleh Ann. Sehingga dia malas membuka mulutnya.
“Dibandingkan rumahku, tentu saja aku bahagia di sini, aku berharap aku terus ada di sini.” Julie menjawab dengan kata yang tegas dan lembut, dia melihat mata Danny sambil tersenyum, kemudian dia mengusap pipi Danny dengan sangat lembut.
Membuat Danny senang dengan sentuhan itu.
“Kalau begitu kau bisa tinggal selamanya di sini.” Claire akhirnya bicara, tatapan matanya ke arah Julie sangatlah tegas dan dalam. Dia adalah wanita yang sejak kecil telah menunjukkan kalau dia akan menjadi wanita luar biasa kuat.
Dia memiliki keberanian yang terlihat jelas dari matanya Walaupun dia kecil dia pasti tidak takut untuk menghadapi bahaya yang ada di depannya.
“Tentu saja aku berharap aku selamanya ada di sini dan bersama kalian, tapi para werewolf di sini tidak menyukaiku, kan? Mereka ingin aku segera pergi dari sini dan aku akan membawa perubahan pada hukum yang dikatakan oleh ayahku.”
Julie terlihat sedih sekali, Jika dia kembali ke mansionnya sudah jelas dia akan mendapatkan siksaan lagi. mungkin siksaan itu akan semakin keras karena dia malah diculik oleh werewolf. Walaupun itu bukanlah kesalahannya, tapi Julie tahu kalau Hugo pasti akan menyalahkannya.
"Kami akan berusaha agar membuatmu bisa tinggal di sini bersama kami. Walaupun cukup senang bersamamu.” Claire memandang tegas Julie, pipinya yang berisi itu membuatnya seperti tupai yang menggemaskan.
“Terima kasih, Claire. Aku sangat senang sekali mendengarnya. Andai saja aku bisa seperti burung.”
Juki kembali melihat langit di mana ada beberapa burung yang terbang di langit, Dia merasakan kalau misalnya dia menjadi burung dan bisa terbang seperti itu ia akan mengalami hal yang luar biasa tidak lupakan tentang dunia luar saja Juli seringkali tidak mengetahui apapun titik apapun yang dia ingin ketahui biasanya dia ketahui dari surat kabar ataupun buku yang dia baca di perpustakaan keluarganya.
Nyatanya itu sangat tidak cukup untuk dirinya memuaskan keinginannya. Dia hanya ingin melihat banyak hal di sekitarnya.
“Kalau kau jadi burung, memang ala hang akan kau lakukan, Julie?” tanya Danny mengalihkan perhatian Julie.
“Aku ingin menjelajah, aku ingin merasakan dunia bebas titik selama ini aku hanya terkurung di dalam mansionmu, Bahkan aku penasaran dengan dunia yang ada di luar sana.”
Julie menunjuk ke arah pagar tinggi yang melindungi desa Werewolf, itu membuat Danny dan Claire saling melihat.
"Kalau kau ingin melihat sebentar, kami bisa menunjukkan jalannya untuk kau bisa melihat dunia luar.” Claire berdiri, dia begitu bersemangat untuk menunjukkan dunia luar yang diinginkan oleh Julie, sehingga dia berpikir kalau dia berhasil menunjukkan pemandangan di luar Julie bisa saja tidak merasa sedih seperti ini lagi. Dia tidak suka dengan Julie yang sedih.
Danny dan Claire menariknya dengan sangat kuat, dan itu membuat Juli merupakan sesuatu, dia mengikuti kedua teman kecilnya yang berjalan menjauhi rumah Ann. Di dalam hatinya dia begitu senang dengan sikap kedua teman kecilnya ini, dia telah membayangkan banyak hal yang menyenangkan yang akan mereka lalui bersama.
Mengikuti teman kecilnya ini pastinya akan menuju tempat yang sangat menyenangkan, kedua teman kecilnya ini selalu perhatian padanya dan juga menunjukkan rasa sukanya pada Julie.
“Apakah masih jauh, Danny, Claire?”
Mereka menggelengkan kepalanya dan kemudian mereka berhenti di antara semak belukar yang cukup tebal, mereka berdua melihat ke arah Juli dan tersenyum cerah. Itu membuat Juli memiringkan kepalanya dan melihat ke arah Danny dan Claire.
“Apa yang akan kita lakukan sekarang?” tanya Julie dengan suara yang lembut.
Claire dan Danny kemudian menarik semak belukar di depan Mereka kemudian muncullah sebuah lubang kecil yang bisa dilalui oleh Julie, itu membuat Julie langsung melihat keduanya dengan tidak percaya.
“Masuklah. Ini akan membawamu ke tempat yang kau inginkan.”
Jukie menahan napas sedetik, kemudian melihat ke arah langit lagi di mana ada burung yang terbang di atasnya. Kemudian dia tersenyum dan mengikuti perintah dari Danny dan Claire. Dia merangkak masuk ke dalam lubang dengan perasaan senang.
Ketika dia telah berada di luar, Julie melihat sekelilingnya, hutan yang begitu luas dan terlihat luar biasa. Dia juga bisa melihat gunung yang indah, itu membuat Julie tersenyum, ketika dia mengalihkan pandangan matanya kelubang kembali, tubuhnya tiba-tiba tersentak ke belakang.
Jukie melihat ada tiga werewolf yang menatapnya tajam, sedangkan lubang lewat tadi mereka tutup dengan batu besar sehingga Danny dan Claire kebingungan. Mereka tahu ada hal yang tidak beres, Danny berlari kembali ke rumah Ann, sedangkan Claire memanggil Julie.
“Julie! Apa kau baik-baik saja?!”
“Julie!”
Di tempatnya berada Juli berusaha kabur namun rambutnya yang panjang itu ditarik oleh Isaac, dia terjatuh ke belakang.
“LEPASKAN!”
Julie berteriak sangat kuat, dan baju yang dia pakai dikoyak oleh Isaac yang membuat mata Julie bergetar hebat.