Tubuh Isaac langsung terpelanting mengenai pagar pohon besar mereka, itu membuat para werewolf yang lainnya melebarkan matanya, mereka sungguh-sungguh tidak menyangka kalau akan bertemu dengan keadaan seperti ini. Seorang Werewolf yang ada di depan mereka memiliki mata biru yang sangat tajam, dia terlihat sangat marah sekali dengan apa yang terjadi di depannya, ketika dia sangat kelelahan yang dia lihat malah sesuatu yang sangat membuatnya marah.
Semua anggota timnya juga telah tiba di sampingnya dan mereka melihat apa yang sedang terjadi. itu membuat mereka menatap ke arah tiga orang Werewolf dengan mata yang sangat dingin.
Isaac yang mendapatkan pukulan kuat itu merasa kepalanya sakit sekali, lalu bibirnya langsung pecah dan mengeluarkan darah segar dari situ.
Killian melihat ke arah Julie, tubuh kecil itu memeluk dirinya sendiri dengan gemetar, bajunya telah terkoyak karena apa yang dilakukan oleh Isaac tadi.
Killian langsung melepaskan bajunya, dia menggunakan bajunya itu pada Julie dan menatap ke arah Julie dengan tatapan mata yang mencoba menenangkan.
“Maaf jika baju ini bau keringatku, tapi hanya itu yang bisa aku berikan padamu sekarang.”
Killian bicara dengan suara yang lembut, saat dia bertemu mata dengan Julie, dia melihat ketakutan di mata Julie dan itu membuatnya sangat kesal sekali. Tangannya tergenggam dengan sangat kuat dan setelah itu dia berdiri untuk memberikan pelajaran pada mereka yang tidak mematuhi peraturan.
Saat dia berbalik, dia melihat ke arah Isaac yang telah berdiri sambil mengusap darah yang keluar darinya itu. Dia menatap ke arah Killian dengan tatapan mata penuh kebencian.
"Kau berani memukulku seperti ini hanya demi manusia sialan itu!” Isaac berteriak sangat keras sekali ketika dia melihat darah yang menempel di tangannya.
Killian langsung bergerak dengan sangat cepat kemudian tinjunya itu mendarat ke ulu hati Isaac, membuat Isaac langsung terangkat. Kerasnya tinjuan killian itu membuat Isaac tidak bisa mengatakan apa pun, rasanya semua organ dalamnya hancur dan dia langsung memuntahkan cairan dari mulutnya.
“Kau masih saja tidak memahami posisimu, sudah kubilang kau harus mengerti apa yang kukatakan tapi kau malah bersikap sombong dengan melakukan ini.”
Ucapan Killian itu membuat yang lainnya mendengarkan dengan seksama, mereka menyadari kalau kalian benar-benar marah saat ini. Mereka melihat ke arah wanita manusia itu dan mereka merasa kalau kalian sangat peduli padanya selain karena Killian mendapatkan tugas untuk menjaga Julie mereka merasa kalau ada sesuatu yang lainnya sedang terjadi pada Killian.
Bahkan Isaac tidak bisa membela dirinya sendiri, dia mendapatkan tinjuan bertubi-tubi dari kalian dan juga tidak ada yang bisa menolongnya karena kemarahan Killian yang begitu memuncak. Rasanya tubuhnya setelah hancur karena tinjuan yang dilakukan oleh Killian. Setelah dia melihat Isaac tidak bisa bergerak lagi, Killian mengalihkan. Perhatiannya pada dua werewolf yang bersama dengan Isaac tadi.
“Tidak! Kami hanya mengikuti Isaac!”
Tanpa bisa menghindar tubuh mereka berdua langsung melayang ketika terkena tinjuan Killian, membuat mereka pingsan seketika.
Kemarahan kalian belum lagi rendah, dia memperhatikan Julie dan begitu kesal dengan apa yang terjadi. Padahal dia telah memerintahkan Gill untuk menjaga Julie, tapi sekarang dia melihat Julie tanpa perlindungan.
Bunyi benturan terdengar sangat besar, bahkan batu besar yang menghalangi itu juga melanting jauh dari lubang tempat Julie tadi keluar. Killian dan anggota timnya langsung melihat ke sumber bunyi ledakan itu dan mengetahui kalau itu adalah Gill, kemudian disusul oleh Ann, Claire dan Danny.
Mata Ann dan Gill langsung membelalak melihat Julie yang terduduk di tanah, dan Ann untuk menghampiri yang terlihat sangat ketakutan. Dia memegang pundak ke Juli dan bertanya apa yang terjadi tapi Julie yang menggigit bibirnya itu tidak bisa mengatakan apa pun. Sedangkan Gill saat melihat sekelilingnya, dia tahu ada sesuatu yang luar biasa terjadi, apalagi dia melihat Isaac, itu menandakan dia akan mendapatkan masalah besar karena itu.
Dia mengatur nafas Yang, benar saja ketika dia bertatapan tidak sengaja apa dengan Killian, tatapan mata Killian itu seolah akan membunuh dirinya.
Killian yang kelelahan isinya itu malah melihat sesuatu yang sangat menyebalkan dan membuat amarahnya menjadi memuncak, Dia berjalan mendekati Gill dan kemudian menyentuh pundak Gill dengan tekanan kekuatan luar biasa yang membuat Gill merinding.
“Aku memerintahkanmu untuk menjaganya, Jadi apa yang kau lakukan?" Suara dingin dari mulut Killian membuat Gill ketakutan, terlebih lagi lirikan penuh kemarahan yang diberikan oleh Killian padanya, membuat tubuh Gill membeku.
“Bawa mereka ke tempat ketua Cameron.”
Killian melewati begitunya begitu saja Kemudian Gill dengan cepat membawa para tersangka hari ini ke tempat yang dikatakan oleh ketuanya melihat kondisi dari Juli sendiri dia merasa sangat khawatir dan bersalah.
Sedangkan Claire dan Danny, karena merekalah Juli ada di sini dan mendapatkan masalah. Mereka takut kalau Juli ya kan mendapatkan hukuman yang membuat Julia akan menderita. Air mata mengalir dari kedua pipi mereka, kedua teman kecil Julie itu langsung berlari ke arah Julie dan memeluk Julie sambil menangis.
Jika saja mereka tahu kalau membawa Julie ke tempat ini akan sangat berbahaya mereka tidak akan melakukannya, keinginan mereka sangatlah baik karena hanya ingin Julie merasakan kebebasan yang dia inginkan, mereka hanya ingin Julie tersenyum tapi mereka malah membuat Julie ke arah yang berbahaya, jika saja tadi Killian tidak ada, akan ada hal yang sangat mengerikan terjadi pada Julie.
Sekarang mereka semua masuk melalui gerbang, dan Ann sejak tadi memegangi tubuh Julie agar Julie yang terlihat begitulah lemah tidak terjatuh ke tanah. Ann melihat baju Juli robek, tapi dia tidak bisa menanyakan apa yang terjadi pada Juli karena takut itu akan mengguncang psikis Julie lebih kuat lagi.
Ann juga melihat luka di lengan Julie, yang membuatnya menghela napas penuh kekhawatiran.
Saat menuju ke rumah ketua Cameron, Ann membawa Julie ke rumahnya, di dalam kamarnya itulah Ann mengobati luka Julie yang sejak tadi tidak mengatakan apapun. Dia menjadi lebih dingin dibandingkan sebelumnya.
“Julie, tenanglah, kau sudah ada di tempat yang aman, sekarang baik-baik saja karena ada aku di sisimu.” Ann mengusap rambut Julie, dan juliet yang melihat mata khawatir Ann langsung memberikan pelukan erat pada Ann.
“Aku takut, Ann. Takut sekali.” Suara Julie bergetar sangat hebat ketika dia mengatakan itu, ketakutannya begitu jelas yang membuat Ann langsung memeluknya sangat erat.
“Aku tidak akan membiarkan mereka untuk menyakitimu, Julie. Sekarang kau sudah ada di tempat yang aman dan Killian sedang mengurus sisanya.”
Ann memberikan kekuatan pada Julie, dia tidak ingin kalah Julie merasa ketakutan terus-menerus, dia tahu kalau Julie juga mengalami trauma karena apa yang baru saja terjadi padanya.