Di tempat ketua Cameron, Killian meletakkan ketiga Werewolf yang bermasalah itu di depan hadapan semuanya, kaki mereka ditendang oleh Killian yang membuat mereka harus bersimpuh.
“Ada apa ini? kenapa kau memperlakukan mereka dengan sangat kasar sekali ketika kau baru saja pulang dari misimu?” tanya Cameron pada Killian.
“Mereka hampir saja melukai Julie dan juga hampir melakukan tindakan pelecehan padanya“
Mendengar itu Cameron menatap mereka dengan tajam, dan yang lainnya menatap dengan biasa.
“Karena itulah aku meminta untuk menghukum mereka dengan sangat berat sekali." Killian lagi-lagi membuka mulutnya, dia dengan tatapan yang sangat tajam dan dingin melihat ketiganya yang telah terluka parah karena ulahnya.
"Hanya karena seorang manusia, kau mau melukai kami yang merupakan bangsamu sendiri, bukankah kau penghianat?"
Isaac membuka mulutnya di hadapan para werewolf lainnya, ucapannya tadi benar-benar mempengaruhi pandangan Werewolf yang ada di sana. Mereka menganggukkan kepala memahami apa yang dikatakan oleh Isaac itu benar.
Seharusnya Killian tidak memperlakukan Isaac dan dua lainnya seperti ini hanya karena akan melukai Julie. Killian menyadari Apa yang dipikirkan oleh yang lainnya.
"Ya tindakkanmu barusan itu sama saja dengan tindakan menentang perintah dari ketua Cameron, Kau bertindak atas emosimu sendiri, atas dendamu sendiri pada manusia!” Killian menaikan suaranya, dia tidak akan kalah dengan ucapan Isaac barusan.
“Seharusnya begitu tapi kau tidak perlu menghukum mereka dengan seberat itu. Lihatlah Isaac dan yang lainnya terluka sangat parah karena ulahmu. Kau sangat peduli dengan wanita manusia itu yang membuatku bertanya-tanya mungkin kau menyukainya.”
Killian mengalihkan pandangan matanya ke arah yang bicara itu, ditatapnya dengan tatapan yang penuh kemarahan dan tajam pada pria yang barusan bicara, sekarang dominasinya bangkit yang membuat pria tadi merasakan kekuatan Killian, d******i Killian yang aktif itu menekan pria tersebut yang membuat mulutnya tertutup dengan sangat rapat.
"Tugas itu diperintahkan padaku dan aku telah memerintahkan Gill untuk menjaganya, dan wajar saja jika aku marah karena aku selalu melakukan tugasku dengan sangat baik. Kau yang tidak melakukan apa pun dan hanya duduk di sini lebih baik tutup mulutmu.”
Ancaman Killian itu benar berhasil, dia akan menjadi ketua utama saat Cameron tidak ada.
"Sejak kapan kita sepakat untuk melukai manusia? Bukankah kita ingin menunjukkan bahwa kita ini adalah makhluk yang sangat luar biasa dan memiliki sisi yang baik dibandingkan manusia. Jika kita melakukan hal seperti itu sama saja kita dengan mereka dan bahkan lebih buruk.”
Killian kembali berkata dengan suara yang amat berat, itu membuat yang lainnya diam. Merasakan d******i miliknya adalah sesuatu yang mengerikan dan mereka sama sekali tidak ingin hal itu terjadi pada diri mereka.
“Ketiganya telah melakukan kesalahan dan aku mohon padamu ketua Cameron untuk memberikan hukuman yang sangat berat pada ketiganya.”
Killian menekankan kalimatnya agar Cameron mengerti keinginannya, Cameron sendiri menganggukan kepalanya. Kelompok mereka memang sama sekali tidak membenci manusia, mereka memang sangat waspada dengan manusia tapi bukan bersikap seperti mereka lebih baik ataupun ingin agar manusia mengalami cedera. Nyatanya mereka akan melukai manusia ketika mereka diserang lebih dulu.
"Baiklah aku akan memberikan hukuman yang berat pada mereka bertiga Karena apa yang mereka lakukan.”
Keputusan dari Cameron itu membuat yang lainnya tidak senang, werewolf yang ada di sana saling berhadapan karena berpikir keputusan itu tidak mendukung para Werewolf lainnya, seolah seperti membela manusia yang mereka tawanan. Bukannya hal biasa jika tawana mendapatkan penyiksaan. itulah yang terjadi di medan perang.
“Yapi ketua itu keterlaluan, menghukum mereka dengan sangat berat hanya karena manusia. ini tidak bisa dibenarkan.”
Werewolf lainnya menentang keputusan dari Cameron, tentu saja Cameron tidak suka di tentang, auranya keluar, dan dia menatap satu persatu pada orang-orang yang menentang keputusannya tadi.
"Katakan sekali lagi apa yang kalian katakan tadi?” Cameron bertanya dengan nada yang mengancam yang membuat mereka untuk menutup mulutnya mereka tidak bisa mengatakan apa yang baru saja mereka katakan lagi di hadapan ketua mereka yang sangat menakutkan, mereka lebih memilih menutup mulut mereka dibandingkan mendapatkan hukuman dari ketua mereka.
“Jadi, sekarang kita semua sepakat”
Cameron melihat ke arah semuanya, dan tanpa ada penolakan, Cameron tahu yang lainnya telah sepakat.
“Baiklah, masukkan mereka ke kurungan selama seminggu dan beri makan seadanya, dan jangan lupa berikan hukuman cambuk pada mereka.”
Isaac tidak terima dengan keputusan itu, dia berdiri dengan tatapan mata yang begitu lantang.
“Aku akan membunuh wanita manusia itu!”
Killian langsung melayangkan tinjunya dengan sangat keras kau matinya yang mendarat tepat di wajah Isaac langsung membuat Isaac kehilangan kesadarannya. Semua orang yang ada di sana terdiam.
Setelah urusan hukuman itu selesai, Killian keluar dari rumah ketua Cameron dengan wajah yang masih keras. Sekarang dia mengalihkan perhatiannya ke arah yang berbeda yaitu di rumah Ann. Dia berjalan dengan cepat ke sana untuk menemui orang yang dia tolong tadi.
Ketika dia masuk ke dalam rumah, Killian melihat Julie sedang tertidur dengan dijaga oleh Ann dan juga Gill.
Killian melihat Ann.
“Kau harus mengobati Varrel dan Casper.”
Ann langsung berdiri untuk bersiap mengobati keduanya dia akan menjalankan tugasnya dan dia tahu kalau Killian akan menjaga Julie ketika dia tidak ada, dia masih merasakan kegelisahan Julie.
“Jaga dia dengan baik, Killian. Dia begitu terguncang.”
Killian menganggukan kepalanya, dia akan menjaganya dan dia sejak tadi merasa tidak nyaman dengan apa yang terjadi pada Julie, dia juga merasa sangat bersalah dengan apa yang terjadi pada Julie.
Dia melihat luka di tangan Julie.
“Lgai-lagi kau terluka di tangan,” ucap Killian sambil mendesah kasar dari mulutnya. Jendela yang terbuka di samping Julie ditutup Killian, dia tidak mau udara dingin mengenai Julie dan ingin Julie tidur dengan nyenyak.
Sangat lama bagi Juli tertidur dengan sangat nyenyak, sedangkan Killian menjaga Julie dengan sangat tenang. Di tempatnya berada dia tidak melihat persamaan antara Julie dan Hugo selain rambut merahnya.
Julie tidak bicara sekadar Hugo, dan dia sangat tenang. Lagi-lagi Killian menghembuskan napasnya, dia mengusap wajahnya.
“Kenapa aku tidak bisa tenang?” Killian bertanya pada dirinya sendiri, dan dia tersenyum dengan cara yang aneh.
Pikiran tentang rasa suka yang pernah dia dengar menyeruak masuk dan dia menggelengkan kepalanya. Tidak mungkin, dia menolak secara kasar.
Kepalanya menunduk dan Killian mengurut tengkuknya sendiri.
“Tidak! Tidak!”
Perhatian Killian langsung beralih ke arah Julie yang berteriak tiba-tiba, dia langsung mengenggam tangan Julie, dan mata hijau itu langsung bertemu dengan matanya.