Ketika Julie melihat ke arah Killian, dia benar-benar terkejut dengan hal itu, lalu dia merasakan genggaman tangannya yang digenggam Killian.
Matanya membelalak, tapi sentuhan yang diberikan oleh Killian berbeda dengan sentuhan para werewolf sialan yang mencoba menyentuhnya tadi. Dia merasa tenang ketika disentuh Killian.
Dia membiarkan sentuhan itu dan mengusap wajahnya dengan tangan kirinya yang bebas, hal itu membuat Killian memperhatikannya dengan saksama, dia sadar kalau Julie pasti bermimpi buruk karena apa yang terjadi padanya tadi. Seorang lady bangsawan yang terhormat mengalami pelecehan seperti itu, kekerasan dan sentuhan itu pasti membuat Julie tidak tenang.
“Kalau tidak nyaman, aku akan melepaskan tanganku sekarang.” Killian mencoba menarik tangannya tapi Julie menahannya. Matanya itu melihat ke arah Killian, berkaca dengan indah dan menunjukkan kebimbangan yang sangat jelas.
“Tidak apa, aku nyaman bersamamu.” Julie mengatakannya dengan hembusan napas yang kasar. Itu membuat nada berat yang terasa menyakitkan.
“Julie, kau bisa bersikap tidak sok kuat di depanku.”
Killian menatap ke mata Julie yang sekarang bergetar. Kekacauan terlihat sangat jelas di matanya yang membuatnya sangat mengkhawatirkan Julie di depannya.
“Aku tidak sok kuat.”
“Jangan berbohong, aku tahu kenapa aku merasa tidak nyaman denganmu, karena sikap sok kuatmu itulah aku berpikir kalau ada yang aneh padamu atau kau memandang rendah ke arah kami. Kau tidak pernah menangis, tapi alam bawa sadarmu menunjukkan apa yang kau rasakan.”
Killian mengatakannya dengan suara tenang yang berat. Dipikirannya sekarang dia mengingat saat Julie meringkuk di ranjangnya dan dia bersuara seperti anak anjing yang kesakitan, karena itulah Killian memberikan selimut pada Julie, dia tahu apa yang terjadi saat sih pemilik tubuh bahkan tidak sadar dengan yang sebenarnya terjadi.
Mata Julie berkaca, genggaman tangannya pada tangan Killian semakin kuat, Killian sangat tahu di dalam hati Julie ada luka yang tidak bisa terbendung lagi dan dia mengamati wanita di dekatnya, membiarkannya meluapkan apa yang dia rasakan agar perasaannya menjadi lebih tenang. Setelah mengalami hal mengerikan itu, bahkan wanita werewolf saja akan mengalami guncangan, jadi Killian tahu seharusnya Julie juga mengalami guncangan dan tidak bersikap sangat kuat seperti tadi.
Bodoh sekali.
Satu tetes air mata jatuh dari matanya dan itu membuat Killian kesulitan bernapa, dan dia masih sangat tenang mengamati Julie.
“Bagaimana kau memandangku, Killian? Seorang putri yang selalu beruntung?”
Julie bertanya dengan suara yang bergetar.
Killian sebenarnya tidak tahu ke arah mana pembicaraan ini, rapi dia mengikuti ucapan Julie dengan sangat tenang sekali.
“siapa pun akan berpikiran seperti itu, kau berada di mansion termewah, keluarga yang hebat dan perhatian luar biasa yang kau dapatkan. Banyak yang iri padamu, tapi menurutku kau tidak cocok dengan ayahmu yang kasar itu. Walaupun dia sangat menyayangimu, entahlah aku merasa itu tidak sesuai. Jangan marah karena aku mengatakan kejujuran seperti itu.”
Dibandingkan marah ketika Killian melihat ke arah Julie, dia malah menyeringai yang membuat Killian tidak mengerti. Sejak awal memang Julie terlihat seperti tidak terlalu suka membicarakan keluarganya.
“Aku mengatakannya pertama kali padamu, mungkin kau tidak percaya ini, tapi aku juga tidak menyukai ayahku.”
Killian memperhatikan Julie, tatapan mata yang seperti ombak itu terlihat sangat membingungkan.
“Kenapa?”
“Kau pikir ayahku mengurungku di rumah karena dia sayang denganku?”
“Tentu saja,” jawab Killian dengan cepat.
“kau salah, Killian. Dia melakukan itu karena aku tidak bisa kabur dari Mansion agar dia bisa menyiksaku.”
Mata Killian melebar ketika mendengar ucapan Julie, itu sungguh hal yang tidak masuk akal. Dia lebih yakin kalau Hugo selalu berusaha agar tidak melukai Julie sedikit pun.
“Di mansion itu aku mendapatkan siksaan, cambukan hingga berdarah dan tidak boleh keluar rumah. Berada di sana adalah penjara sesungguhnya!”
Julie menekan kalimatnya, dan itu juga mengeluarkan emosinya dengan ledakan yang begitu besar. Bahkan Julie menghentak kedua tangannya yang baru saja terlepas dari genggaman tangan Killian, dia menghentak kuat seperti sangat tertekan sekali.
“Aku juga bingung kenapa dia bersikap seperti itu padaku. Setiap kali dia pulang ke rumah, dia memukuliku, dan ketika aku terluka dia akan mengobatiku dengan air suci, dan menyiksaku lagi. Berulang kali aku ingin mati, tapi ayahku tidak membiarkan aku untuk mati.”
Air mata Julie keluar dengan sangat banyak, membanjiri pipinya dan kemudian dia melihat ke arah Killian.
“Aku paling membenci monster itu. Aku sangat membencinya hingga dia berharap mati.”
Suara yang lemah tapi dipenuhi dengan penekanan kebencian di dalamnya, dia mengeluarkan kebenciannya dengan sangat jelas yang membuat jantung Killian rasanya berdetak dengan sakit.
Entah kenapa dia bisa merasakan kalau apa yang dikatakan Julie itu benar. Membuatnya merasa sangat sedih. Dia juga mengingat surat yang ditulis oleh Julie, dan sekarang itu telah menjelaskan semuanya, kenapa Julie hanya mengirim pesan singkat dengan ucapan tanpa perasaan di dalamnya.
“Aku berharap kalian bahkan bisa membunuhnya agar aku bisa merasakan kebebasan itu.”
Julie mengalihkan tatapan matanya kebawa lagi, sudut matanya itu terlihat mengeluarkan air mata dan dia merasa begitu sesak dengan apa yang baru dia katakan.
Killian yang melihat itu kemudian bergerak dan memberikan pelukan hangat padanya, yang membuat Julie terisak lebih kuat ini.
Untuk kali pertamanya Killian baru melihat Julie yang sebenarnya, begitu rapuhnya dia yang selalu bersikap sok kuat. Dia yang tertekan dengan kehidupan menganggap kalau penculikan ini adalah yang terbaik untuknya.
Julie nyatanya sama seperti mereka yang mendapatkan hal buruk dari Hugo, membayangkan Hugo memperlakukan anak kandungnya sendiri seburuk ini tidak pernah terbayangkan oleh Killian.
Dia melebihi monster, mungkin Hugo adalah iblis.
“Sekarang kau tahu kan kenapa aku bilang menculikmu itu sama sekali tidak berguna?”
Julie mengangkat kepalanya, melihat ke arah Killian dan merasa sangat kasihan dengan Killian dan semua werewolf yang ada di sini. Mereka telah berusa sangat keras sekali agar hukum yang menindas tentang werewolf tidak dijalankan, tapi sekarang malah menjadi sia-sia saja karena dia tidak berguna.
“Maafkan aku, Killian. Maafkan aku, aku jadi tidak berguna sama sekali.”
Killian menghembuskan napasnya.
“Jangan mengatakan seperti itu. Aku akan menemukan caranya, dan yang salah di sini adalah ayah, dan juga kami yang melibatkan mu.”
Jjlie menggeleng dengan sangat kuat, dia mengatakan kalau Killian sama sekali tidak bersalah.
“Aku beruntung sekali karena diculik, aku bisa berada di luar untuk kali pertamanya dan itu membuatku mengalami hal baru yang luar biasa.”
Julie tersenyum sambil menangis, membuat Killian tertegun dan benar-benar kacau. Logikanya sama sekali tidak bekerja yang membuatnya memeluk Julie dengan sangat erat, entah kenapa dia tidak ingin membuat wanita di pelukannya menderita seperti ini.