Setelah kejadian itu hubungan Killian dan Julie semakin membaik, mereka menjadi lebih dekat dibandingkan sebelumnya.
Ann yang melihat hubungan mereka semakin dekat mengamati dari kejauhan, Julie tersenyum manis pada Killian, dan dia juga melihat akillian melakukan hal yang sama pada Julie.
“Aku tidak tahu kalau ada bunga seperti ini yang ketika ditiup bisa terbang.”
Julie membicarakan bunga yang ada di tangannya, dia memiliki satu tangkai di tangan kirinya dan satu tangkai di tangan kanannya. Keduanya diberikan oleh Killian.
“Ah, kau memang sungguh-sungguh dikurung, Julie.”
Killian bicara dengan suara beratnya yang lembut. Dia terus memperhatikan Julie.
Jukie menganggukkan kepalanya, dia tahu kalau dia memang tidak pernah keluar dan dikurung. Pengetahuan tentang ini sangatlah langkah baginya.
“Bunga ini namanya dandelion, yang kau tiup tadi adalah benihnya. Ketika benih itu mendarat di suatu tempat, dia akan berkecambah dan menjadi dandelion baru.”
Killian mengambil dandelion dari tangan kanan Julie, telah gundul karena Julie telah meminjamnya. Kemudian memutar-mutar tangkai dandelion dengan lembut. Walaupun dia masih belum sangat ramah pada Julie, tapi dia tidak masalah ketika namanya dipanggil oleh Julie.
Dia sendiri merasa kalau dia cukup nyaman dipanggil seolah mereka dekat dengan menggunakan nama masing-masing. Jika dia hanya memanggil tanpa nama, itu malah rasanya lebih aneh.
Julie masih memperhatikan dandelion yang ada di tangannya, setelah itu dia berdiri dan kembali meniup dandelion di tangannya itu, helaian bunga dandelion terbang mengikuti angin yang bertiup yang membuat Julie senang melihatnya.
Setelah itu dia berbalik, dan melihat kalau Killian memperhatikannya. Untuk beberapa detik entah kenapa ada perasaan aneh yang menyerangnya, membuatnya seolah tidak berdaya di hadapan Killian yang sangat memukau.julie sadar kalau Killian adalah pria yang tampan, walaupun mereka dari bangsawa yang berbeda. Tapi ketampanan Killian itu tidak bisa diabaikan. Wajah Julie memerah, tapi dia dengan tenang masih bisa mengendalikan dirinya dengan sangat baik. Dia tahu harus berbuat apa, menghadapi Killian dengan sikapnya yang tenang adalah keahliannya.
“kalau begitu aku masuk dulu, Killian. Aku ingin bicara dengan Ann mengenai sesuatu.”
Alasan itu terucap dari bibirnya yang merah, Killian hanya menganggukan kepalanya, membiarkan Julie untuk menemui Ann. Mengetahui kalau keduanya memiliki hubungan yang baik membuat Killian senang.
Ann adalah teman kecilnya, dia biak, lembut, polos, dan Julie terlihat lembut dengan ketenangan yang menakutkan. Seperti air yang bisa menghancurkan batu. Dan sekarang telah menyeret Killian dalam kebingungan yang entah kenapa dia menikmatinya.
Julie telah masuk ke dalam rumah Ann, Killian masih berdiri di depan rumah Ann, memperhatikan awan yang bergerak perlahan bagaikan domba-domba yang digembala.
“Katanya kau mau bicara denganku, jadi apa yang ingin kau bicarakan itu, Julie?” Ann berdany, tanpa menoleh dan dari tempat duduknya di ruang tengah. Ucapan Ann sungguh mengejutkan Julie secara tiba-tiba, dia tidak menduga akan di berikan pertanyaan seperti itu oleh Ann ketika dia masih kebingungan dengan apa yang terjadi padanya.
Ann memperhatikan Julie dengan saksama. Sejujurnya, kemarin dia mendengar semua apa yang dikatakan Julie pada Killian. Itu membuatnya bersalah karena telah mendengar rahasia orang lain, tapi dia merasa semua akan baik-baik saja, dia merasa telah menemukan alasan keanehan Julie dan benar dugaannya, kalau Julie adalah orang yang baik.
Kenyataan yang telah membersihkan pikiran buruk sedikit pun dari pikiran Ann tentang Julie. Dia merasa kasihan pada Ann.
“Duduklah di sini, Julie.”
Ann menepuk sofa di sampingnya, itu membuat Julie duduk dengan tenang. Dia masih memutar otaknya untuk berpikir menemukan jawaban apa yang akan dia katakan pada Ann.
“Aku ingin membuat makanan lagi. Mencobanya, kurasa aku harus belajar.”
Ann tersenyum tipis, dan memperhatikan rambut merah Julie yang menjuntai.
“Untuk Killian?”
“Ya?” Tiba-tiba saja Julie menoleh ke arah Ann dengan wajah yang memerah.
“Itu normal.” Ann tersenyum senang, seolah dia menyembunyikan sesuatu.
“Apanya yang normal, Ann?” Julie sangat penasaran dan dia merasa sedang dipermainkan oleh Ann. Suhu tubuhnya yang meningkat itu membuatnya tidak nyaman, tapi dia terus memaksakan dirinya untuk menghadapi Ann.
“Di umur kita ini biasa jika memiliki perasaan.”
“Maksudmu, Ann?”
Ann malah mengedipkan satu matanya, membuat Julie semakin memerah dan dia begitu gelisah.
“Sudah, jangan memaksakan dirimu, Julie. Kau akan Semerah kepiting rebus kalau begitu.”
Jukie langsung mengusap wajahnya berulang kali, rasanya dia sungguh telah ada dalam posisi yang berbahaya. Cara bicara Ann yang menggunakan perumpamaan telah membuat perasaannya teraduk.
Perasaan?
Tentu saja perasaan terima kasih dan pertemanan.
Tapi aneh sekali, kenapa jantungnya sangat tidak tenang? Kenapa dia membayangkan wajah Killian?
Julie menggigit bibirnya sendiri, dia menahan semua perasaannya dengan desisan kecil penuh kesal pada Ann yang sekarang terkekeh melihat tingkahnya.
Terlalu berat baginya yang baru belajar berinteraksi ini. Keanggunannya sebagai seorang lady menjadi terombang ambil tapi dia mendapatkan kebebasan yang menyenangkan.
Dai tempatnya berdiri, Killian mendengar suara tawa dari Ann dan Julie yang kesal. Dia tidak begitu mendengar ucapan mereka, telinganya itu dia buat agar tidak terlalu sensitif mendengar perbincangan para gadis. Dia hanya menyibukkan dirinya memperhatikan sekitarnya, tidak jauh dari tempatnya berada, beberapa Werewolf menatapnya dengan tajam.
Mereka telah mendengar bagaimana Killian membela seorang wanita manusia, mereka mulai menganggap kalau Killian bisa saja membahayakan kelompok mereka, mereka takut kalau Killian mencintai seorang manusia yang menyeret mereka dalam ke kacauan.
Mereka yang memperhatikan Killian itu sekarang sedang menuju ke rumah Cameron.
“Apa yang akan mereka lakukan?”
Killian bertanya-tanya tentang rencana mereka, membuatnya tidak tenang di hari secepat ini. Dia hanya ingat sedikit ketenangan selama beberapa hari setelah dia pulang dari perjalanan panjang, tapi dia malah mendapatkan masalah.
“Ketua, apa yang kau pikirkan?” Tanya Gill sambil makan apel di tangannya.
“Banyak hal yang tidak menyenangkan.”
“Contohnya?” Tanya Gill lagi dengan suara kunyahan yang kuat. Dia berdecak beberapa kali yang membuat Killian akhirnya menatap dirinya dengan tatapan yang tajam.
“kau.”
Gill menunjuk dirinya sendiri dengan wajah keheranan, dia yakin kalau dia adalah anggota paling baik, paling manis, dan paling patuh pada Killian, jadi tidak mungkin ketuanya itu menganggap hal yang tidak menyenangkan itu.
“Ketua ini suka bercanda.” Gill bahkan tertawa kecil pada Killian.
“kau memang menyebalkan Gill, lihatlah cara makan apel yang berantakan itu. Suara kunyahan ku juga mengangguk. Itu sangat menyebalkan sekali, membuat telingaku sakit.”
Gill melihat apelnya yang tinggal setengah, dan ucapan Killian membuat cemberut.
“Kalau tidak mau mendengar yasudah, aku akan masuk ke dalam.”
Gill yang cemberut itu akhirnya masuk ke dalam rumah Ann, dia bertemu dengan Ann dan Julie yang masih membahas hal yang sama. Yang membuat keduanya langsung melihat Gill yang cemburu dengan tatapan mata yang aneh.
Killian masih memperhatikan gerakan mereka, cukup lama untuk berada di rumah Cameron yang membuatnya sangat tidak nyaman.
Tapi biasanya Cameron selalu bersikap bijaksana, dia berharap akan baik-baik saja.
“Semoga.”