“Kau menikmati banyak waktumu di sini.” Killian bicara pada Julie, dia dan Ann menemani Julie untuk berbelanja. Berbekal pengamatan dan ilmu yang diberikan Ann, dia memutuskan untuk memasak makan siang.
Tentu saja itu dengan diamati oleh Ann, jika tidak diamati sama sekali maka seperti terakhir kali dapur akan menjadi tempat perang yang sangat berantakan sekali.
“Ya, aku menikmati waktuku. Karena itulah, tahan saja aku yang lama di sini.”
Killian terdiam mendengar ucapan Julie, dia tahu kalau judi tidak mungkin selamanya ada di sini karena ini adalah tempat werewolf dan lagi keberadaan Julie di sini hanyalah untuk alat pertukaran antara Hugo. Sekarang pikiran itu terlintas di otaknya, jika Julie kembali ke Hugo, maka dia akan mendapatkan hukuman berat dari Hugo, penyiksaan dan penyiksaan seperti biasa. Memikirkan itu saja membuat Killian menjadi kasihan pada Julie.
Sekarang Julie berwajah sedih karena dia menyadari kalau apa yang dia katakan tadi juga sangat tidak masuk akal. Itu semua karena mereka tahu kebenarannya, di dunia ini tidak bisa sesuka hati semuanya adalah hukum dan sebagainya yang membuat kebebasan hanyalah sebuah pajangan yang begitu indah.
“Haa.” Julie menghelakan napas panjang dari mulutnya.
Ann mengusap punggungnya dengan lembut dia memberikan semangat pada Julie yang menurutnya sangat membutuhkannya sekarang, ketika melihat sikap Ann itu, Killian tahu kalau Ann mendengar percakapan mereka beberapa hari yang lalu.
“Semuanya akan baik-baik saja, kita akan berusaha agar hal itu terwujud. Semangat lah Dengan begitu kita tidak akan goyah dan menyerah sangat cepat.”
Julie menganggukan kepalanya, ucapan Ann setidaknya telah memberikannya sedikit harapan dan semangat dalam dirinya. Apa pun bisa terjadi walaupun ada sesuatu yang membuatnya berpikir kalau hal seperti ini cukup sulit untuk mereka lalui. Dia mengetahui tentang hukum werewolf dan hukum yang bekerja di Rubbelian.
Dia selalu senang membaca banyak buku untuk menghabiskan waktunya yang tidak bisa keluar dari rumah. Itu membuat judi berpikir mungkin saja dengan pengetahuannya dia bisa membantu para werewolf yang mengalami kesulitan untuk melawan ayahnya.
"Kenapa kalian tidak meminta bantuan pada seorang manusia?" Julie bertanya pada mereka berdua, ketika dia memilih apel dan memasukkannya ke dalam keranjang, seorang Werewolf yang memperhatikan Juli belanja mundur karena dia takut dengan keberadaan Julie.
Killian langsung menenangkan werewolf tersebut dengan gerakan tangan. Membuat penjual itu mengamati Julie dengan saksama.
Di tempat ini memangnya siapa yang tidak tahu tentang Julie adalah anak Hugo, dia juga telah menyelamatkan para Werewolf dari keracunan yang dilakukan oleh manusia, dia juga adalah wanita yang diselamatkan oleh Killian. Banyak hal yang terjadi setelah kedatangan Julie, mereka masih dalam kebimbangan yang luar biasa untuk menerima ataupun menolak Julie.
“Meminta bantuan manusia? Bukankah manusia setiap kali melihat kami akan pergi dan menjauhi kami? Bahkan setelah kami masih disegel dengan sihir itu pada latin takkan yang kasar sekali karena kami tidak bisa berbuat apapun dibawa kendali kami sendiri.” Killian bersedekap, matanya yang biru menatap mata Julie dengan dalam.
Ada gelombang besar yang membuat hati Julie tidak tenang, ucapan Killian itu memang benar. Walaupun dia tidak pernah keluar dari mansionnya, tapi dia tahu betapa kacaunya dunia luar yang mengatakan kalau Warkop adalah musuh ataupun b***k bagi para manusia.
"Apakah kalian tidak tahu kalau sebenarnya ada juga gerakan manusia yang menentang hukum dari ayahku?” tanya Julie melirik mereka berdua.
Ucapan Julie itu membuat keduanya menatap tajam pada Julie, mereka tidak pernah mendengar hal itu, selama ini mereka pikir kalau tidak mungkin manusia ada yang membela ini.
Julie menyelesaikan memilih apelnya, dan Ann membayar dengan cepat.
Dia kemudian mencari tempat duduk agar bisa duduk bersama dengan yang lainnya.
Julie mengelap apel di tangannya dan melihat ke arah Ann dan Killian yang ingin mengetahui cerita lanjutan Julie.
Julie menggigit apelnya mengunyahnya perlahan. kunyahan itu membuat kedua werewolf tersebut masih menantikan Julie tidak sabar. Julie tahu kalau sebenarnya Ann mendengar pembicaraannya bersama Killian, dia sama sekali tidak marah malah merasa kalau itu bisa mempermudahnya, mengurutnya dalam menjelaskan semua hal yang menyakitkan ini.
“Aku pernah mendengar suara teriakan ayahku yang sangat marah karena ada salah satu anggota kabinet yang menentang tentang apa yang akan dia lakukan terhadap undang-undang werewolf.”
Ini adalah hal yang baru bagi Killian dan Ann, berita seperti ini tidak pernah diberitakan pada apapun karena Hugo menguasai surat kabar. Jika berita pertentangan sampai dikabarkan, maka ungkin saja akan muncul gerakan pertentangan dan lebih besar, Hugo mencegah hal itu terjadi. Dia tidak mau kalau ada yang berani menentangnya, dan para Werewolf akan hidup dengan tenang.
“Siapa dia? Kami tidak pernah mendengar hal ini sebelumnya, Julie.”
Julie melihat tatapan kacau Killian, dia benar-benar tidak mengetahui tentang ini yang membuat Julie akhirnya menghembuskan napasnya. Dia tidak bernafsu memakan apelnya lagi, walaupun apel itu manis.
“Federick.”
Julie mengatakannya dengan sangat jelas yang membuat Killian mengerutkan keningnya, pria itu tidak terlihat berbeda dengan hukum Dia memiliki wajah yang tajam dengan rahang yang keras, melihatnya saja orang-orang berpikir kalau dia memiliki kepribadian yang sangat keras dan seringkali menyiksa sesuatu.
Killian juga berpikir seperti itu.
“Kau serius, Julie.”
Jukie menganggukan kepalanya.
“Federick menentang semua ucapan ayahku, dan aku dengar dia memiliki gerakan khususnya untuk menentang ini.”
Killiam tidak menyangka akan mendengar hal seperti ini dari mulu culik, dia berpikir kalau selama ini semua manusia menginginkan hukum yang menjadikan mereka b***k.
“Aku tahu kenapa kau yang berpikir aku mungkin saja berbohong, itu karena ayahku lah dan pamanku yang menguasai surat kabar Rubellian. Mereka mengendalikan semua mulut sangat cepat. Itulah bukti kekuasaan ayahku.”
Ann menggenggam tangannya sangat erat, dan Killian mengertakan giginya.
Dia sungguh emosi dengan informasi yang diberikan oleh Julie ini.
"Tapi akhir-akhir ini aku tidak pernah melihat Federick, ada yang mengatakan dia sedang sakit keras.”
Julie menggelengkan kepalanya.
“Kalian salah, Federick tidaklah sakit, tapi ayahku menahannya di salah satu tempat lain dari keluarga Dowana. Kalau kalian bisa membebaskannya dan menjadikan itu senjata untuk menentang hukum yang dikatakan oleh ayahku, itu bisa membuat kalian menjadi pusat perhatian dan hukum tentang kalian akan dipertimbangkan lagi.”
Julie tidak merasa menyesal karena dia telah diam-diam mencuri dengar dari apa yang dikatakan oleh ayahnya bersama para anggota kabinet atau pun Vernand
Sekarang informasi yang dia dapatkan itu bisa dia gunakan untuk membantu Werewolf yang telah menjaganya dan memperlakukannya dengan sangat baik.
“Julie, seharusnya hal seperti itu kau katakan sejak dulu, dengan begitu kami bisa bergerak lebih cepat.” Killian memegang bahu Julie, dia menatap Julie dengan tatapan mata tajam yang membuat tubuh Julie tersentak.
“Maafkan aku, Killian. Aku juga terlalu takut dan bingung. Kalian sendiri mungkin tidak percaya denganku.
“Ucapan Julie itu benar, Killian. Kita tidak bisa marah pada Julie.”
Killian menekan batang hidungnya, dia telah merasa bersalah dengan apa yang baru saja dia lakukan.
“Maafkan aku Julie.”