Julie berada di rumah Ann, dia telah mengatakan kejujuran pada Ann dan Killian. Tapi entah kenapa dia menjadi lesu sendiri karena dia merasakan kemarahan Killian pada manusia. Dia yang juga manusia merasa kalau semua ini sungguh tidak benar. Dia sama sekali tidak menyetujui kalau manusia bertindak begitu sombong. Mengatakan kalau mereka yang harus berkuasa di seluruh dunia ini.
Semua hal yang ada di dunia ini seolah dibuat hanya untuk manusia. Itu membuat manusia terlalu sombong yang mengatakan ketidaksanggupan mereka dengan mengatur banyak hal hanya dengan menekan segala hal.
Mereka baru saja pulang ke rumah Ann, saat itu beberapa Werewolf langsung mendatangi mereka dan mengatakan kalau Killian harus mengikuti mereka. Wajah mereka semua tampak begitu serius dengan ketegangan di udara yang membuat Julie sadar kalau ada sesuatu yang terjadi.
Itu tidak terlalu baik untuk mereka, tapi Julie tidak bisa mengikuti Killian karena ini adalah urusan para werewolf. Sebagai gantinya, Ann menarik tubuh Julie untuk masuk ke dalam rumah dan mengajak Julie untuk memasak.
Di depannya sekarang telah banyak bahan makanan dari yang mereka beli, mereka akan membuat pie apel yang tebal dan memiliki rasa yang begitu enak. Ann cukup yakin bisa mengajari Julie, dan Julie kehilangan fokusnya. Dia tidak mengamati dengan baik.
Ann tahu kegelisahan yang ada di dalam diri Julie, dia mengkhawatirkan Killian yang terlihat terlibat masalah, dan Julie pikir ini pasti karena dirinya lagi. Sumber masalah di sini dia yang merupakan anak Hugo. Julie hanya berharap, ayahnya yang tidak dia cintai itu segera mendapatkan balasannya.
“Julie, kau harus fokus jika ingin membuat makanan yang enak.” Ann memukul kepala Julie dengan lembut, membuat Julie segera sadar dan dia melihat ke arah Ann sambil mengusap kepalanya.
“Aku tahu kau mengkhawatirkannya. Tapi dia itu tidak perlu kau khawatirkan seperti itu. Killian itu Werewolf yang sangat kuat, dan dia bisa menghadapi situasi yang bahkan terlihat mustahil.”
Julie menganggukan kepalanya, tapi dia menunduk, menyembunyikan sorot matanya yang terlihat suram. Jujur, dia sangat memikirkan. Tentang Killian, bagaimana jika Killian mendapatkan masalah lagi. Bukannya di dunia werewolf ucapan seorang pemimpin adalah mutlak?
“Tolong aduk itu.” Ann langsung memberikan perintah pada Julie, dia membuat Julie sibuk mengadon kulit pie agar Julie tidak bengong saja, yang membuatnya akan berpikiran semakin negatif.
“Tapi, Ann, bukannya ketua Cameron itu adalah paman dari Killian?”
Ann menganggukan kepalanya dengan cepat. Semua orang tahu itu, dan ada juga rumor lainnya yang terdengar, tentang Cameron yang sebenarnya tidak menyukai Killian. Apa pun itu Ann sebisa mungkin tidak ingin ikut campur dan tentu saja dia berharap hal seburuk itu tidak terjadi.
Killian yang telah kehilangan kedua orang tuanya menganggap Cameron sebagai orang tuanya sendiri, maka Killian akan mengalami kehancuran di hatinya.
Langit yang cerah dengan udara yang cukup menyenangkan, Ann berharap kalau semuanya akan baik-baik saja.
“Aku tahu kau memiliki hubungan yang dekat dengan Julie.”
Seorang werewolf langsung mengatakan hal seperti itu, dia menatap Killian dengan tatapan tajam yang menakutkan. Dia tidak bisa terima dengan hubungan antara Werewolf dan seorang wanita.
“Ya,kami menjadi cukup dekat. Seperti seorang teman.”
Killian tidak menyembunyikan apa yang terjadi padanya ya dan Juga Julie.
“Apa kau sadar kalau dia adalah anak dari Hugo Killian?” tanya Cameron dengar suara yang datar. dia masih terus memperhatikan Killian yang berdiri di depannya.
“Tentu saja aku tahu itu, ketua Cameron. Akulah yang turun dalam misi itu mustahil bagiku tidak mengetahuinya.” Killian menjawab tanpa gentar, semua jawabannya itu adalah kenyataan yang membuat orang lain yang ada di sana berpikir kalau Killian sangat berani menunjukkan kalau dia begitu membela manusia.
“Dia hanyalah alat kita untuk mendapatkan hukum yang adil untuk kita, Killian.”
“Apakah ketua Cameron tahu rahasia yang dia katakan?” Killian menatap mata Cameron dengan sorot mata berani yang sangat tenang, itu membuat Cameron mengerutkan keningnya. Dia tidak tahu kalau tentang rahasia yang dikatakan oleh keponakannya.
Dia menantikan penjelasan dari akillian.
“Julie, bukanlah anak kesayangan dari Hugo, melainkan anak yang sering disiksa oleh Hugo. Julie bilang padaku kalau percuma saja menjadikannya sebagai alat untuk menurunkan undang-undang yang telah dirancang oleh Hugo. Lebih baik kita melakukan pergerakan lain.”
Semua mata yang ada di sana terbelalak, mereka tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Killian.
“Kau sungguh percaya dengannya, Killian?”
“Dia ingin hidup bersama kita, tidak mau kembali ke mansionnya,” jawab Killian dengan cepat.
“Kau sungguh bodoh, Killian. Itu hanyalah trik darinya agar kita percaya dan kita akan dia bunuh setelah itu.”
Seorang werewolf lainnya bicara dengan rahang yang begitu mengeras.
“Kalau begitu dia sejak lama membiarkan kita mati, sejujurnya yang kemarin sangatlah menguntungkan untuknya.”
Ucapan Killian mendapat desisan kasar dari yang lainnya.
"Aku tidak menyetujuinya jika kita harus mempercayai manusia itu titik apa yang dia katakan itu bisa saja sesuatu hal yang membuat kita akan terperangkap nantinya. Ingatlah, dia adalah anak Hugo!”
Banyak werewolf yang menentang apa yang dikatakan oleh Killian, mereka tidak ingin membahayakan nyawa mereka untuk ucapan gadis manusia.
“Bagaimana kalau kita membuktinya saja?”
Killian memandang mereka satu persatu dengan tatapan mata yang begitu dalam dan tajam, dia sedang meminta sebuah keyakinan untuk mengetes apa yang dikatakan oleh Julie itu benar atau tidak jika mereka setuju maka dia akan melakukan sesuatu yang cukup berbahaya.
“Mungkin kau menyukainya, sehingga kau bicara omong kosong seperti ini Killian!”
Seorang Werewolf memukul meja di depan mereka yang membuat yang lainnya terkejut dengan apa yang dilakukan oleh dirinya. Tapi tatapan Killian sangat tenang dan dingin, dia telah tahu hal seperti ini akan terjadi.
“Bukannya kita membutuhkan sebuah pembuktian untuk mengatakan itu benar atau tidak, jadi lebih baik kita membuktikannya lebih dulu untuk mengetahui apa yang dia katakan benar atau tidak itu, setelah itu barulah kalian menggumamkan sesuatu yang ada di dalam pikiran kalian itu.”
Ucapan Killian begitu berat, dia sedikit mengeluarkan dominasinya yang menakutkan.
“Cukup.”
Cameron bicara dan yang lainnya yang tegang itu berusaha menjadi lebih tenang.
“Apa yang dikatakan oleh Killian itu tidak salah, dari pada kita menjadi mengorbankan nyawa atau sesuatu yang berharga, kita bisa mengeceknya dan mengetahui siapa yang pantas kita percayai.”
Killian melihat ke arah Cameron, dia menganggukan kepalanya.
“Jadi, bagaimana kita mengeceknya?”
“Federick, kata Julie dia adalah penentang kuat Hugo. Kalau kita bisa membebaskannya dan bekerjasama, kita bisa memenangkan hal ini.”
Semua yang ada di sana matanya melotot dan bergetar, tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Killian. Ini sungguh sesuatu yang sangat tidak masuk akal dan mengerikan.