"Kenapa kau terlihat murung, Killian?” tanya Julie pada Killian, ketika mereka telah kembali ke tempat Ann.
Hujan telah reda dan mereka berdua sama sekali tidak menggunakan mantel ataupun payung, keduanya berjalan dengan tenang dan menghindari genangan air yang mungkin saja terpijak oleh kaki mereka.
“Kau sungguh tidak tahu kenapa aku seperti ini? Aku tidak suka kalau kau yang dikirim kembali ke rumahmu.”
Julie malah terkekeh kecil ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Killian, itu membuat kening kalian mengerut, dia merasa aneh sekali kenapa Julie bersikap seperti ini pada dirinya. Dia itu sangat mengkhawatirkan Julie, dan Julie malah bersikap santai seolah dia juga mengejek apa yang dikhawatirkan oleh Killian.
“Julie, aku ini serius padamu, kau bisa sangat menderita nantinya.”
"Menderita sebentar tidaklah masalah untuk mendapatkan kebebasanku yang mutlak nantinya. Ini adalah tanggung jawab dan pertukaran yang sangat berarti bagi diriku.” Julie melihat ke arah Killian, tatapan matanya tegas dan dalam, dia begitu menginginkan kebebasan.
Sekarang dia telah menjadi gunung yang kokoh sekali, keberadaannya atau keinginannya itu sulit untuk dihancurkan.
"Kau juga harus berusaha untuk bisa memberi kabar pada kami tentang keberadaan Federick, itu sulit, kan?”
Julie menganggukkan kepalanya.
"Itu memang sangat sulit sekali, karena itulah aku berharap nanti kalian akan bisa memeriksa di tamanku, aku akan meletakkan informasi di taman tersebut, ada pot berwarna hitam di sana yang merupakan tanaman kesukaanku, di bawah pot tersebutlah aku akan meletakkan informasinya.” Julie bicara sambil memikirkan keberadaan foto tersebut, dia seringkali berada di taman dengan diawasi oleh para pengawal, dia membutuhkan gerakan cepat untuk meletakkan itu pada pot agar informasi yang dia dapatkan bisa tersampaikan dengan baik.
Pastinya pengamanan di mansion Dowana juga akan menjadi sangat ketat, dibandingkan khawatirkan tentang Julie, maka Werewolf yang akan menerima tugas sebagai orang yang menyampaikan informasi darinya itulah yang lebih sulit.
“satu minggu lagi kita akan menjalankan rencana itu, kau bisa berpura-pura sebagai orang yang kabur dari kami, untuk melakukan itu tentu saja dibutuhkan kesiapan mental dan fisik yang sangat kuat.”
“Aku sangat kuat, Killian.”
Killian menganggukan kepalanya, Julie sangat kuat dia bisa menyembunyikan rasa sakitnya dengan sangat baik yang telah membuat Killian khawatir padanya.
Tubuh kecilnya yang terlihat tidak bertenaga itu mudah sekali untuk dilukai, dan ketenangan yang dimiliki oleh Julie selalu disalah artikan.
Sampai sekarang kalian masih terlihat murung, d ia terlihat tidak memiliki tenaga aku akan ketika mereka telah sampai di rumah Ann.
Dengan langkah lebar yang tergesa-gesa Ann mendatangi mereka berdua setelah mendengar kalau keduanya telah kembali. Dari wajah Ann saja telah terlihat betapa dia mengkhawatirkan apa yang terjadi.
Dia melihat wajah Killian yang terlihat lesu sekali, Ann berpikir pasti ada sesuatu yang buruk akan terjadi.
“Satu minggu lagi Julie akan pergi meninggalkan kita.” Killian bicara dengan lesu pada Ann, yang membuat Ann membelalakkan matanya.
Dia sungguh tidak mengerti dengan apa yang terjadi, ini membuatnya sangat bingung dan jantungnya tidak tenang sebenarnya ada sesuatu yang pastinya tidak menyenangkan.
"Maksudmu, Julie kamu pergi kembali ke rumahnya?” Ann bertanya dengan suara tidak jelas dari mulutnya, dia benar-benar takut untuk menanyai hal itu tapi dia tahu kalau itu bisa saja terjadi sehingga Kilian terlihat tidak bertenaga aku mah jika itu benar terjadi mereka tentu saja mengalami kesulitan karena mereka telah sangat dekat dengan Julie.
Sedangkan Julie dia malah menganggukkan kepalanya dengan semangat.
“Ini adalah tiket kebebasanku.” Berbeda sekali dengan mereka berdua, Julie terlalu bersemangat.
Ann memeluk Julie dengan erat, dia tahu kalau Julie menutupi kesedihannya juga.
“Jangan berpura-pura sok kuat Julie. Aku tahu kau juga gelisah, dan takut. Ayahmu itu akan melakukan penyiksaan lagi dan kau tahu itu akan sangat buruk ketika kau pulang nanti.
Kerongkongan Ann rasanya berat sekali ketika dia mengatakan itu, ucapan itu telah membuatnya sungguh merasa sakit. Di dunia ini dia hanya ingin temannya bahagia. Kebebasan yang dia inginkan itu harus tercapai dengan cara siksaan terlebih dahulu.
Dia adalah sosok yang tidak dipercayai oleh orang lain, dia juga merupakan sosok yang tidak mempunyai keluarga untuk berpegangan tangan, kebebasannya harus dibayar dengan cara melakukan sesuatu terlebih dahulu. Jika dia tidak bisa melakukan apapun dengan informasi yang dia miliki maka nyawanya sama saja tidak berarti.
Rambut merah yang begitu indah dan cantik ternyata menyimpan luka yang begitu besar, luka tersebut membelenggunya membuatnya merasa kalau di dunia ini hidup adalah sesuatu yang sangat menyakitkan. Hingga dia bertemu dengan sekelompok werewolf yang membuatnya ingin melakukan hidup dengan baik, ini keputusannya.
"Kita akan segera bersama lagi, Ann, lalu kita selalu bersama menjalani hari-hari.” Julie tersenyum. Dia mengusap lembut tangan temannya itu.
Mempunyai impian dan tujuan adalah sesuatu yang bisa membuatnya lebih hidup dibandingkan sebelumnya, dia sedang berusaha agar tidak menunjukkan sosok lemah yang bisa membuat semuanya khawatir.
Ayahnya, itulah musuh mereka. Jika ini semuanya telah selesai, dia akan benar-benar terlepas dari ayahnya.
Udara dingin masih saja meliputi mereka sekitar mereka, langit masih saja berwarna abu-abu, hari ini benar-benar mendukung situasi mereka di mana suasana hati mereka sangat mendung.
Ann telah memutuskan membuat sesuatu yang sangat enak untuk memperbaiki situasi mereka, sedangkan Killian akhirnya memutuskan untuk duduk di samping Julie. mereka berdua tidak bicara satu sama lain cukup lama. Ada kemarahan di dalam diri kalian tentang apa yang terjadi sekarang aku mah dia berpikir dia tidak bisa melakukan apapun untuk Julie, dia telah memiliki hubungan yang dekat dengan Julie.
“Saat aku pertama kali bertemu denganmu, aku berpikir kalau kau adalah sosok yang luar biasa baik, kau memperdulikan aku yang saat itu tidak diberikan makan dan minuman.”
Julie menceritakan kesan pertama kalinya ketika dia bertemu pertama kalinya dengan Killian. Saat itu dia hanya mendengar suaranya saja, dan dia merasa nyaman dengan saura itu.
Bersama Killian dia merasa kalau dia akan baik-baik saja.
“Sampai sekarang aku selalu berpikir kalau kau adalah sosok yang luar biasa baik walaupun kau itu terlihat dingin tapi kau memiliki kehangatan yang luar biasa yang tidak dimiliki oleh banyak orang.” Julie tersenyum melihat ke arah Killian, Killian menatapnya dengan tatapan mata yang dalam namun ada keraguan seperti es tipis di atas danau.
Itu bisa saja membuatnya terjatuh dalam hal-hal yang menyakitkan.
“Kau itu lemah dan juga menyebalkan, Julie. Aku yang kesal padamu itu akhirnya tidak bisa mengalihkan pandangan darimu.”
Killian meletakkan tangannya di atas kepala Julie kemudian mengusapnya dengan lembut berulang kali yang membuat Julie dan dirinya tersenyum.