Pada hari yang terasa sangat dingin karena hujan baru saja turun di hutan yang lebat ini, membuat dedaunan dipenuhi dengan embun air udara juga menjadi lebih dingin dibandingkan biasanya. Di tanah yang biasanya kering terdapat genangan air yang tersisa tidak terserap sempurna di tanah, itu membutuhkan waktu untuk terserap cukup baik di tanah yang padat.
Langit tidak sebiru biasanya karena hujan yang baru saja selesai kegiatan yang ada di luar juga tidak terlalu ramai seperti biasanya. Mereka menggunakan payung atau jas hujan mereka ketika mereka beraktivitas. Dari rumah Ann, Julie bisa melihat semuanya dan dia menyukai suasana baru ini membuatnya menghirup udara dengan tarikan nafas yang panjang, dia memenuhi paru-parunya dengan udara segar hari ini.
"Hujannya sangat menyenangkan.” Julie bicara seperti itu saat dia tahu Ann duduk di sebelahnya.
"Ya, karena akhir-akhir ini begitu panas, kau tahu musim panas sebentar lagi akan tiba jadi udara semakin panas, kita beruntung berada di hutan yang dipenuhi dengan pohon, setidaknya rasa panas itu tidak membakar kita hingga mati.”
Julie terkekeh kecil ketika mendengar ucapan dari Ann, itu sungguh metafora yang mengerikan.
Terkadang ketika dia melihat Ann yang dia pikir selama ini polos, tidak dirasa polos seperti apa yang dibayangkan. Ann seperti memiliki topeng di wajahnya yang membuatnya bisa dengan bebas bersikap seperti orang yang tidak bersalah.
"Tampaknya kau tidak sibuk dengan kegiatan apa pun, Ann.”
“Hari ini aku hanya ingin bermalas-malasan, aku ingin tidur dengan nyenyak tapi mataku tidak bisa terpejam.” Ann menggerutu tentang apa yang terjadi pada dirinya, dia ingin sekali kalau dia bisa tertidur dengan nyenyak.
“Hm, yang kau perlukan itu adalah minum teh.”
“Teh itu sebenarnya mengandung banyak kafein yang lebih tinggi dibandingkan kopi, aku bisa saja tidak tertidur karena meminumnya.”
“Sungguh?” Julie menaikkan sedikit ada suaranya, dia begitu terkejut dengan apa yang baru saja didengar oleh telinganya. “Teh camomile bagus untuk tertidur. Aku sering meminumnya.”
“Tidak ada di sini, Julie.”
“Maaf, nanti aku akan memberikannya padamu jika aku bisa membawakannya ke sini.”
Lagi-lagi tetesan hujan di luar kembali terjadi, awan mendung di atas tempat mereka itu seolah engkau pergi sehingga meneteskan tetesan hujan berulang kali, udara semakin dingin yang membuat Julie akhirnya memakai mantel yang diberikan Ann.
“Jika kau tidak memakai mantel sama sekali, kau bisa saja sakit. Kau kan lemah.” Ucapan Ann menusuk hati Julie, itu sedikit kasar tapi Julie sangat tahu sekali kalau Ann mengkhawatirkannya dan tidak ingin kalau dirinya sakit.
“Terima kasih karena perhatianmu, Ann. Aku beruntung karena dirawat dengan sangat baik oleh dirimu.”
Mendengar itu membuat Ann tertawa kecil, paginya itu terdengar sangat lucu dan menyenangkan.
Mereka menghabiskan waktunya hanya untuk memperhatikan hujan dan juga berbincang santai. hingga mereka menangkap kedatangan seorang pria ia menggunakan mantel berlari cepat ke arah mereka.
Hanya melihat tubuhnya yang besar dan tegap itu saja mereka berdua tahu siapa yang datang itu, itu adalah Killian. Dia menatap Ann dan Julie secara bergantian, dari mantelnya yang berwarna hitam, itu meneteskan air hujan yang mengenai tubuhnya membuat lantai bagian depan rumah Ann basah.
"Seharusnya Kalau kau ingin datang ke rumah orang, kau tidak membuat kekacauan seperti ini. Lihatlah lantai rumahku menjadi basah.”
Ann bicara dari jendela rumahnya yang terbuka, dia menatap ke arah Killian dengan tatapan mata yang tajam, dan itu sama sekali tidak dianggap oleh Killian. Ada sesuatu yang lebih penting dibandingkan itu.
"Keputusan telah dibuat, sekarang Julie kau harus ikut denganku ke tempat ketua Cameron.”
Killian mengulurkan tangannya, hal itu membuat Julie melihat Killian dengan jantung yang berdebar kencang, dia sangat ingin mengetahui apa keputusan yang akan didengarnya nanti tapi tidak bisa dipungkiri kalau di dalam hatinya dia takut ada sesuatu yang malah membuatnya tidak bisa mendapatkan kebebasan itu. Atau membuatnya harus mengalami hal-hal yang menakutkan.
Killian menganggukkan kepalanya, dia sedang memberikan keyakinan pada Julie mengenai ini rumah dia meminta Julie untuk segera ikut dengannya.
Julie keluar dari rumah dan kemudian memegang tangan Kilian dengan erat hal itu membuat pilihan memegang erat tangan Julie.
“Aku harap semuanya baik-baik saja aku kau harus tetap tenang, Julie,” ujar Ann dengan perasaan yang sangat khawatir. Julie sosoknya lemah itu pastinya bisa terguncang hanya karena tekanan para werewolf yang sedang berdiskusi. Memikirkan itu saja membuat Ann tahu kalau ini tidak begitu menyenangkan, seperti tahanan kejahatan, dia akan ditatap dengan tajam.
“Aku pergi dulu, Ann.”
Setelah menggunakan payung yang diberikan oleh Ann, Julie berjalan bersama Killian untuk ke rumah ketua Cameron.
“Tenanglah, setidaknya ada aku di sana.” Killian melihat ke arah Julie, Dia merasakan kekhawatiran Julie yang begitu besar, tidak bisa dipungkiri kalau dia juga sangat khawatir. Dia memang ketua kelompok muda werewolf, tapi karena hubungannya dengan Julie yang menurut mereka sangat dekat sekali membuat dia tidak bisa terlibat dalam diskusi yang berlangsung keputusan itu benar-benar di luar campur tangannya.
Killian berharap kalau pamannya itu, Cameron, bisa bersikap sangat bijaksana dalam menangani hal ini bersikap dengan memikirkan banyak apa yang akan terjadi pada werewolf lainnya. Dan diskusi yang berlangsung juga, Killian inginkan kalau mereka menggunakan logika mereka agar hal ini tidak mempengaruhi keputusan jalan terbaik yang sebenarnya bisa mereka tempuh.
Sekarang mereka menghentikan langkah kakinya, tepat di depan mereka ada pintu besar yang tertutup, ketika mereka melewati pintu itu maka mereka akan berada di tengah-tengah ruangan diskusi yang membuat jari-jari Julie menegang.
Dia mengambil nafas dulu, kemudian setelah itu menghembuskannya dari mulut, menenangkan jantungnya yang tidak tenang. Setelah Julie melakukan itu tatapan matanya menjadi lebih tenang dan tajam. ini mirip seperti ketika pertama kali Killian melihat Julie, sang manusia yang terlihat meremehkan.
"Baiklah, aku siap sekarang.”
Setelah mengatakan itu dia melepaskan tangannya dari Killian, yang tanpa sadar mereka berdua tadi berjalan bersama sambil bergandengan tangan. Pintu di depan mereka terbuka, saat itulah semua yang ada di ruangan menatap ke arah mereka dengan tatapan mata yang tajam.
Seperti sebelumnya, Julie berada di tengah-tengah di antara mereka, dan semua orang menatapnya dengan tatapan mata yang tajam, Julie sangat paham kalau dia tidak boleh melakukan sesuatu yang aneh.
“Julie, kami akan memberitahumu hasil keputusan kami.” Cameron bicara, Julie menatapnya tenang.
“Kau akan melakukan sihir perjanjian, dan setelah itu kita akan melakukan rencana selanjutnya.”
Ucapan Cameron membuat Julie senang, rapi tidak dengan Killian. Dia benci keputusan itu.
Kenapa tidak mengirim para werewolf saja?
Julie akan mengalami hari yang menyakitkan lagi.