“Killian, kau tega sekali menyuruhku untuk mengobatinya?” Suara wanita bergetar ketika bicara pada Killian, dia terlihat sangat ketakutan dan sejak tadi di dalam rumahnya dia berjalan ke sana ke sini dengan sangat tidak tenang.
“Karena hanya kaulah yang bisa mengobatinya, Ann. Obati dia.”
Killian menatap Ann, dia terlihat meyakini Ann tentang masalah mengobati ini.
An yang merupakan seorang perawat di sini, tentu memiliki keahlian untuk merawat seseorang yang terluka.
Ann menggigit bibirnya sendiri, dia merasa kalau dia tidak mampu melakukan ini. Dia takut.
“Killian, dia itu adalah manusia. Kau tahu kan kalau manusia itu sangat kejam? Dia pasti akan melukaiku.”
Ann memelas, matanya berkaca-kaca karena memohon pada Killian.
Killian menghelakan napas dan membalik tubuh Ann agar kembali masuk ke dalam kamar dan mengobati Julie.
“Obati dia, kalau dia mati, dia tidak akan bisa berguna untuk kelompok kita.” Suara Killian begitu tegas yang membuat Ann menelan salivanya sendiri.
“Aku ikut bersamamu.” Killian kembali berkata yang membuat Ann menjadi lebih tenang dibandingkan sebelumnya.
Ann berjalan masuk ke kamar dan melihat lagi ke belakangnya, untuk memastikan kalau Killian memang ada di belakangnya. Melihat Killian ada di belakangnya, Ann senang dan menjadi lebih tenang.
Killian adalah ketua kelompok werewolf muda di sini, dia juga sangat kuat. Kalau manusia bernama Julie itu mencoba melukainya, maka Killian bisa membunuh Julie.
Julie yang duduk di atas kasur sejak tadi mendengar pembicaraan penuh pertentangan Ann, dia mendengar kalau betapa mengerikannya manusia. Melihat berita di surat kabar, Julie dapat mengerti karena werewolf dianggap sebagai hewan peliharaan atau b***k, karena itulah mereka sangat membenci manusia.
Saat Ann masuk, mereka langsung bertemu mata, mata tenang dari Julie yang berwarna hijau membuang Ann terdiam sebentar. Indah, itulah yang dia kagumi. Ann memiliki rambut coklat yang kemerahan seperti dimakan oleh matahari. Kulitnya juga sedikit coklat dengan bintik-bintik di wajahnya, rambutnya diikat dua yang memperlihatkan betapa manis Ann.
Julie yang melihat penampilan Ann tahu betapa lembut Ann.
Ann mengambil peralatan untuk mengobati Julie, dia terlihat ragu-ragu untuk mendekat dan dia berulang kali melihat ke arah Killian. Membuat Killian harus berjalan mendekat juga agar Ann bisa mengobati Julie dengan tenang.
Ann duduk di dekat Julie dengan waspada, kemudian dia mengambil tangan Julie dan membuka perban yang dililitkan oleh Killian. Saat dia melihat luka yang lebar dan dalam, Ann membelalakkan matanya. Dia dengan cepat melihat ke arah Killian yang terus menatapnya seolah bicara ‘aku sudah bilang dia harus diobati’.
Melihat luka yang masih mengeluarkan darah, jiwa perawat Ann dengan cepat bangun. Dia segera mengambil jarum dan benang yang membuat Julie melihatnya dengan sikap yang masih tenang.
“Haruskah lukaku dijahit?” tanya Julie yang membuat kaget Ann. Ann sempat melepaskan tangan Julie dan kemudian dia menenangkan dirinya.
“Harus dijahit.”
“Kau takut?” tanya Killian dengan suara yang tidak ramah sama sekali. Berbeda ketika dia bicara dengan Ann, tampaknya karena mereka berasal dari bangsa yang berbeda, karena itulah Killian memperlakukannya dengan buruk.
Julie hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan, dan Ann mengambil tangan itu kembali, menjahitnya dengan cepat setelah membersihkan luka di tangan Julie. Sejak tadi, Killian memperhatikan Julie dan dia tidak melihat Julie meringis atau ekspresinya berubah saja tidak sama sekali.
“Tampaknya manusia sangat sombong, lihatlah kelakuanmu yang penuh kesombongan. Beruntung kau masih diobati.”
Tatapan mata Killian begitu tajam, dia membuat Julie melihat ke arahnya karena tidak memahami kenapa Killian bicara seperti itu. Ann juga telah selesai mengobati lukanya, menjahit dua belas kali di tangan mulus seorang putri dari keluarga terhormat ini. Itu akan meninggalkan luka, tapi Julie tidak mengkhawatirkannya. Luka di sebelah tubuhnya saja bisa hilang, luka ini sama saja.
“Berdiri,” titah Killian.
Julie berdiri, dia menatap dengan sangat tenang. Matanya itu seperti permata yang tidak tersentuh, membuat Killian merasa aneh melihatnya sehingga mata Killian mengerjap dan dia mengalihkan penglihatan ke arah tangan Julie satunya. Dia menarik tangan Julie itu dengan kasar.
Camero telah memberikan perintah, kalau Julie harus dikurung dan diperlakukan buruk di sini. Buka. Tinggal di kamar yang bisa membuat Julie tidur nyenyak di sini.
Langkah kaki lebar Killian sulit diikuti oleh Julie, sehingga Julie berulang kali hampir terjatuh dan kakinya terasa sakit sekali. Namun Killian sama sekali tidak peduli akan itu, dia membawa Julie di sebuah gubuk yang disekelilingnya dikelilingi jeruji besi. Julie dilemparkan di sana, membuat Julie terjatuh di lantai.
Itu belum selesai semuanya, karena ternyata Killian memasangkan rantai di kaki kanan Julie, rantai itu sangat berat dan ketat, membuat Julie sulit bergerak.
“Jangan membuat keributan. Kau harus ada di sini.”
Setelah mengatakan itu Killian pergi membiarkan Juli terkurung di tempat dengan ukuran dua kali dua meter.
Julie mencoba memejamkan matanya, dia merasa lelah sekali. Walaupun hanya ada lantai kayu yang kasar, ini lebih baik daripada tertidur dalam posisi tidak menyenangkan di atas kuda.
Julie menyentuh lantai kayu yang akan menjadi tempatnya terbaring.
“Selamat datang hidup baruku.”
Julie membaringkan tubuh ya, dan kemudian memejamkan mata untuk berusaha mengistirahatkan tubuhnya yang begitu kelelahan.
Julie merasa kalau ada yang mengenai tubuhnya berulang kali, itu membuat Julie membuka matanya secara perlahan dan apa yang dia rasakan itu benar. Julie melihat ke tubuhnya, mencari tahu apa yang terjadi. Kerikil kecil terjatuh di depannya setelah mengenai pinggulnya, Julie mengusap matanya dan bangkit. Dalam keadaan duduk di lantai, Julie melihat ke luar, dia melihat anak-anak Werewolf berwajah manis sedang melemparinya dengan menggunakan kerikil berulang kali. Salah satu anak pria di sana yang memiliki rambut hitam melempari Julie dengan buah beri.
Manis!
Itulah yang dipikirkan oleh Julie, mereka melempar tapi tidak terlalu kuat.
“Manusia itu bangun! Kita akan disiksa olehnya!”
Seorang anak perempuan berambut panjang berteriak melihat Julie yang terbangun.
“Sudah kubilang seharusnya kita tidak melakukan ini!” Anak kecil lainnya yang berdiri di samping anak perempuan itu menangis.
Sedangkan anak pria yang melemparkan beri langsung melemparkan lagi ke wajah Julie.
“Kalian jahat! Bangsa terkutuk!”
Dia berteriak sangat kencang, lalu mereka bertiga kabur meninggalkan Julie yang masih terdiam di tempatnya. Dia mengusap keningnya yang dilempar oleh beri dan beri itu pecah di sana.
Warna merah beri sekarang menempel di jari Julie dan Julie melihatnya dengan mata yang tenang.
“Makananmu.”
Killian tiba, dia melemparkan makanan di dalam mangkuk di hadapan Julie dengan cepat, Julie melihat makanan itu, hanya bubur yang terlihat seperti makanan anjing.
Julie melihat ke arah Killian, dan Killian mengabaikannya.
“setidaknya berikan aku sendok,” ucap Julie pelan yang membuat mata Killian menajam.