Matahari menyengat, walaupun Julie mendengar kalau tempat tujuan para werewolf ini telah dekat, nyatanya sekarang satu hari telah terlewati. Berada di atas kuda dengan posisi yang tidak nyaman sungguh tidak menyenangkan.
Julie tidak bisa protes, bahkan dengan posisinya sekarang dia masih merasa beruntung. Mereka memberinya makan, minum, dan juga tidak melukainya. Hanya saja Julie merasa kasihan pada mereka karena telah menculik orang yang salah. Ayahnya tidak mungkin menyelamatkannya, betapa kejam Hugo menyiksanya hingga berdarah-darah jauh dari kata kasih sayang. Karena banyak pengawal yang menjaganya, orang-orang berpikir kalau dia sangat disayang oleh Hugo.
Pahit.
Sungguh malang para werewolf yang menculiknya inj.
Julie sendiri tidak tahu alasan ayahnya kenapa sangat membencinya, dulu mereka menjalani hari-hari dengan canda tawa dan sekarang begitu menyeramkan seolah menghadapi penyiksaan di dalam neraka.
Kuda menghentakkan kakinya dengan sangat kuat, membuat tubuh kurus Julie tersentak dan terasa begitu sakit. Tampaknya mereka kembali berhenti, apa mereka telah sampai di tujuan mereka.
Julie mendesah dari mulutnya yang kering, kedua bibirnya lengket karena dia kekurangan minum dan pria yang menaiki kuda bersamanya menuruni Julie.
“kita istirahat sebentar di sini.”
Suaranya yang hangat itu membuat Julie memahami kalau tujuan mereka belum sampai. Dengan mata yang ditutup, Julie mencoba melangkahkan kakinya untuk sedikit jauh dari kuda, dan duduk agar bisa menenangkan dirinya.
Namun, karena dia begitu lama di atas kuda dia berjalan dengan terhuyung, di saat pria yang membawanya sibuk mengurus kudanya. Julie terus terhuyung karena kepalanya yang berdenyut dengan sangat menyakitkan. Langkah kakinya lebar dan dia kehilangan keseimbangan.
Julie terjatuh, dan saat itulah ada batu tajam di dekatnya dan langsung mengenai tangannya yang putih dan lembut.
“Auh!” Julie merespons rasa sakitnya, tapi dia dengan cepat menutup mulut agar tidak membuat para werewolf kesal padanya. Julie duduk seolah tidak terjadi apa pun walaupun tangannya gemetar kesakitan.
Teriakan kesakitannya yang sekali tadi telah memancing perhatian para werewolf yang ada di sana. Seorang pria dengan mata tajam melihatnya.
“Kau ini sangat menyusahkan. Manusia sangat lemah dan tidak tahu diri, sungguh kalian seharusnya ada di bawah kaki kami.” Gill mendesis kesal melihat Julie yang terduduk di tanah dengan bersimbah darah dari lengannya. Wanita manusia yang diam tanpa mengatakan apa pun.
Melihat hal itu, pria yang menaiki kuda bersama Julie mendekat. Dia melihat tangan Julie, luka yang diakibatkan oleh batu tadi sangatlah parah. Itu dal hingga dia tahu kalau luka tersebut harus dibalut dengan benar.
“Bantu mempersiapkan makan saja, Gill.”
Dia meminta Gill yang kesal agar pergi dari hadapan Julie.
“Jaga dia, Killian.”
Gill menunjuk Julie dengan sangat kesal, sedangkan Julie akhirnya mengetahui kalau nama pria yang sering memberinya makan adalah Killian.
Julie masih begitu tenang, bahkan gemetarnya telah hilang seolah tidak terjadi apa pun pada diri ya.
“Apa kau tidak merasa sakti? Atau memang manusia bersikap sombong sepertimu?”
Suara Killian berat dan terdengar kasar, Julie tetap diam. Dia sama sekali tidak bisa melihat wajah Killian, yang dia tahu pasti marah padanya. Dia menyusahkan mereka dan Julie telah biasa menerima makian dari ayahnya yang membuat mentalnya menjadi lebih kuat.
Julie tidak mengatakan apa pun, dan tangannya derangkat. Julie bisa merasakan suhu tubuh dari Killian yang menyentuh lengannya. Membuatnya terkejut, kalau matanya bertemu dengan mata Killian, Killian pasti akan bisa melihat kalau Julie terkejut.
Sebuah cairan menyentuh luka Julie yang membuat Juke merespons tanpa mengatakan apa pun, dia menarik tangannya namun tangan besar Killian langsung menahan tangan Julie agar tidak bisa kabur.
“Kau masih sok kuat, aku tahu ini sangat pedih.”
Killian bersuara kembali melihat sikap Julie, dia secara kasar memberikan alkohol pada luka Julie sebagai pertolongan pertama, dia telah mempertimbangkan segalanya, mengingat mereka akan sampai setengah hari lagi, maka Julie bisa mendapatkan pengobatan yang layak nantinya.
Setelah itu luka Julie dibalut oleh Killian dengan kain yang dia buah panjang. Merasakan kalau Killian mengobati lukanya, Julie tidak paham dengan sikap lembut ini. Bahkan ayahnya saja tidak peduli ketika dia terluka parah dengan cambuk milik ayahnya.
“Killian, kenapa kau mengobati lukaku?”
Julie membuka mulutnya, suara tenang yang manis keluar yang membuat Killian menjatuhkan tangan Julie dengan kasar. Luka itu berdenyut, tapi Julie bisa menahan sakitnya.
Killian melihat ke arah Julie dengan tatapan mata yang tajam.
“Aku tidak peduli denganmu, kau itu seperti barang pertukaran. Dia mungkin tidak mau kalau kau terluka parah atau menjadi mayat.”
Suara Killian sangat dingin, kebencian yang terasa pada Julie. Bahkan Julie yang anak dari Hugo saja juga membenci ayahnya, sangat membenci karena ayahnya selalu bersikap kasar dan benar-benar bisa bersikap seolah dia adalah anak paling beruntung di dataran ini.
Jadi, Julie paham kenapa Killian membenci Hugo.
“Jangan panggil namaku.”
Killian bersuara cukup kasar dan dia berdiri dari sana, meninggalkan Julie yang duduk terdiam sendirian. Dia yang telah biasa sendirian itu hanya menunduk, dan angin bermain padanya, menerbangkan rambutnya yang panjang.
Tidak butuh waktu lama kemudian, mereka berjalan kembali, udara yang lebih dingin dan sejuk membuat Julie berpikir mungkin mereka berada di tempat yang lebih lembab. Pepohonan besar dan rapat membuat mereka berjalan dengan pelan, dan bunyi dari tebasan terdengar dan dahan yang terpotong melepaskan daun yang terbang mengenai kulit wajah Julie.
Julie paham kalau mereka pastinya ada di hutan. Dan suara keramaian terdengar bersamaan dengan suara deritan kasar dari gerbang besar yang dibuka. Mereka masuk kedalamnya dan membuat jantung Julie berdebar.
Tampaknya kali ini mereka benar-benar sampai ditempat tujuan para werewolf ini, Julie menggigit bibirnya sendiri dan suara berderit kasar lagi terdengar.
Tubuhnya itu di bawah dan terlempar kasar ditanah, dan dia merasakan banyak langkah kaki mendekat.
“Dia adalah anak kesayangan Hugo?”
Suara besar lainnya terdengar, dan dia sedang melihat ke arah Julie dengan tatapan mata yang kasar.
Killian menganggukan kepalanya, dan saat itu tangan besar dari pria yang bicara sebelumnya menarik kasar penutup mata Julie, hingga kepala Julie bergerak dan merasakan pusing.
Julie membuka matanya, mata hijaunya mencoba menstabilkan dirinya di tengah sinar matahari yang terasa menerobos retinanya dengan sangat kasar.
Setelah cukup stabil dengan mata yang berkaca, Julie bisa melihat sekitarnya dan dia begitu terbuka dengan langitan luas yang sangat berwarna biru.
“Kurung dia dan rantai.” Suara berat yang terdengar tadi terdengar, dan Julie melihatnya. Dia pria dengan rambut sedikit panjang yang bergelombang. Terlihat memiliki wajah kasar dan Julie pikir dialah pemimpin dari rombongan werewolf ini.
“Camero, biarkan aku membawa ke Ann terlebih dahulu, dia terluka parah.”
Julie langsung melihat ke arah sumber suara yang sangat dia kenal. Suara dalam dari orang yang melakukan perjalanan bersamanya.
Soso itu memiliki rambut hitam dan kulit coklat yang indah, rahangnya tegas dan dia sangat tampan.
“Killian,” ucap Julie dalam hatinya.