“Kau adalah pelayan Julie, dan kau kehilangannya.” Tatapannya bisa membunuh orang yang mempunyai jantung lemah, sisanya, mereka pasti akan menciut.
Mendengar laporan dia kehilangan Julie, Hugo sangat marah. Apalagi hal tersebut di sampaikan saat dia sedang sarapan, hasilnya, dia tak melanjutkan sarapannya lagi.
“Semalam, setelah melihat kembang api, Nona Julie tidur, Tuan Hugo. Namun, saat pagi saya ingin membangunkan Nona Julie, Nona Julie sudah tak ada di kasurnya dan jendela telah terbuka lebar.”
Bugh!
Hugo menendang kuat tubuh Sela hingga dia gemetar. Walaupun Sela takut pada tindakan Hugo, tapi dia sangat takut terjadi hal buruk pada Julie. Baginya, Julie adalah Nona yang sangat baik. Memperlakukannya tanpa perbedaan dan berkata lembut walaupun Julie terkesan dingin.
“Kembang api? Ya, kembang api itu dinyalakan hanya sekali. Ini pasti penculikan!” Hugo memukul meja dengan sangat kuat, dia masih menatap sinis ke arah Sela yang terjatuh di lantai.
“Panggil pengawal!” teriakannya membuat Vernand langsung bergerak, para pengawal masuk dengan terburu-buru setelah mendengar mereka di panggil oleh Hugo.
Mereka berbaris dengan cepat dan rapi, memandang Hugo dengan lurus. Suasana hati Hugo sangatlah buruk. Mereka telah mendengar bahwa nona muda mereka telah menghilang, seorang yang sangat dibelas kasihi oleh Hugo, tentu saja mendapatkan perlakuan seperti ini.
“Apa kalian tidak berjaga dengan baik semalam?” Hugo membentak mereka semua.
Seorang kepala pengawal maju, “Tuan Hugo, tampaknya ada seorang penyusup di mansion ini.”
Jantung Hugo rasanya berdetak cepat karena sangat emosi, dia ingin menghancurkan penyusup tersebut.
“Siapa dia?” Hugo mengepalkan kua tangannya.
Dia tak bisa langsung menjawab, keraguannya sekarang mulai menahan keyakinannya sendiri. Tapi, jika tak mengatakannya, Hugo akan menggila lebih dari ini dan akan membahayakan orang lain.
“Tampaknya seorang werewolf menyusup di mansion ini, Tuan Hugo. Karena werewolf yang bernama Capin tak kami temukan sejak semalam.”
Brak!
Hugo melempar gelas tepat ke wajahnya, “Apa kau bodoh? Seharusnya kau bisa lebih waspada. Jika ada yang aneh, kau seharusnya bisa memperkirakan hal buruk seperti ini!”
Kepala pengawal mengusap wajahnya yang basah, ternyata air dari gelas bercampur dari darah yang mengalir dari pelipisnya. Dia tak marah, tapi semakin menundukkan dirinya pada Hugo.
“Tuan Hugo, maafkan Saya dan para pengawal lainnya, kami memang pantas menerima semua hukuman.”
Hugo menatap dengan mata merah yang lebar, terlihat seperti kedua matanya siap melompat dan menghajar mereka. Dia membanting kursi makan, deru napasnya yang sangat kasar terdengar.
“Kalian harus menemukan Julie! Secepatnya! Dan ....” Dia melirik Sela yang masih bersimpuh di tempat yang sama, “Potong salah satu tangannya.”
Perintah yang diberikan Hugo tentu saja membuat semuanya terkejut, terlebih Sela yang sekarang merinding. Dia telah menduga bahwa Hugo bukanlah orang yang lembut, bahkan pada anaknya sendiri, dia bisa melukai Julie. Apalagi hanya padanya yang seorang b***k.
“Tua-tuan Hugo ... maafkan saya,” mohonnya, tapi Hugo berlalu begitu saja, dan berhenti di depan Vernand.
“Sebarkan tentang berita kehilangan Julie yang diculik para werewolf sialan. Akan kubuat mereka menderita.”
Perkataannya sangat dingin, membuat siapa pun yang ada di sana ketakutan. Dia orang yang sulit untuk dijatuhkan, dia teguh dengan pendiriannya, walaupun pendirian itu harus mengorbankan nyawa orang lain.
Hugo keluar dari ruang makan, dan mengganti bajunya untuk menuju gedung kabinet, hal seperti ini tentu tak akan bisa dia biarkan. Semuanya selalu membawa dua dampak, dan dia akan memanfaatkannya.
**
Sekarang, tampaknya mereka sudah berganti kendaraan lagi.
Kali ini Julie merasa apa yang mereka gunakan untuk melanjutkan perjalanan adalah kuda. Posisi tubuhnya sangatlah tak nyaman, dia bagaikan hewan buruan yang tertangkap dan diletakkan dengan sembarangan di atas kuda. Tapi dia tak bisa berbuat apa pun, bahkan saat matahari menyengat dan membuat kulitnya perih, dia hanya bisa diam saja.
Perjalanan jauh, sangat jauh, jika dia tak salah mengingat dari apa yang dia rasakan, dari dinginnya malam, dan teriknya siang hari, maka waktu yang mereka tempuh adalah 2 hari. Memperkirakan waktu yang selama itu, mungkin mereka sudah di bagian luar dari pusat kota.
“Lihatlah, sebentar lagi kita sampai. Mereka akan menyambutmu dengan gembira.”
Punggungnya ditepuk dua kali dengan lembut oleh orang yang mengendarai kuda yang dia naiki, dia orang yang sama dengan yang selalu memberinya makan dan minum. Dari suaranya yang tenang dan bersemangat, Julie tahu bahwa tujuan mereka tinggal sebentar lagi.
Mereka beristirahat lagi, para pengawal keluarga Dowana ataupun pengawal dari Rubellian belum terlihat mengejar mereka. Bahkan mereka merasa sangat aman, beberapa orang berburu untuk di jadikan santapan mereka.
Seperti biasa, Julie hanya sendirian, dan dia menghirup udara yang menyegarkan dari hidupnya. Walaupun dia tak melihat, dia tahu teman ini pasti penuh dengan banyak pohon yang besar.
Dia tak bisa membuka penutup matanya walaupun tangannya terbebas saat dia menyantap makanannya. Seorang dari mereka terus mengawasinya. Setelah menyelesaikan makannya, Julie menanyakan hal yang membuatnya penasaran.
“Kenapa kalian menculikku?” Suara Julie sangat lembut dan tenang, tak ada ketakutan di tengah penculiknya.
Mereka tertawa renyah, ternyata nona di depan mereka ini pandai sekali melucu.
“Karena kau anaknya Hugo. Fakta bahwa dia sangat menyangyangimu pasti bisa membuatnya memenuhi keinginan kami.”
Mendengar perkataan mereka, Julie tak bisa membalas. Mulutnya terkunci rapat. Menyangyangi? Itu adalah sebuah kebohongan besar. Hugo sengaja menempatkan banyak pengawal dan pelayan agar dirinya tak bisa kabur.
Orang-orang mengatakan bahwa dia sangat dicintai, kenyataan yang sangat berbeda. Bagaimana jika orang-orang ini mengetahui fakta itu? Mereka pasti sangat kecewa, atau menganggap Julie berbohong.
“Ayahku tak akan menuruti keinginan kalian dengan menculikku,” ucapnya pelan.
Di telinga mereka yang tajam, suara pelan itu terdengar dengan jelas. Kemudian mereka tertawa terpingkal.
“Jika kau ingin berbohong, maka berbohonglah yang masuk akal, Nona.”
Julie tak bisa membalas perkataan mereka lagi karena apa pun yang Julie katakan dia akan dicap sebagai anak kesayangan Hugo.
**
“Putri kesayangan Ketua Kabinet Hugo, diculik oleh para werewolf. Hugo mengatakan bahwa yang namanya makhluk liar akan selamanya liar, dan mereka tak akan bisa sama dengan manusia.”
Itulah sepenggal dari berita yang tertera di surat kabar. Orang-orang yang membaca surat kabar menjadi sangat emosi, bahkan mereka memandang lebih rendah werewolf yang bekerja pada mereka, dan tak segan untuk menyiksa mereka.
Bagi manusia, werewolf adalah anjing, b***k, dan barang. Jadi mereka memperlakukannya dengan seenaknya, jika werewolf mereka mati, mereka bisa menggantinya dengan yang baru.
Suasana mansion Hugo masih panas, kegagalan para pengawal untuk membawa Julie membuat Hugo menjadi lebih marah. Jika saja ada sedikit kesalahan di depan Hugo, dia tak segan memberikan hukuman berat.
“Vernand, buatkan aku kopi,” titahnya tenang.
Hugo memanfaatkan situasi ini untuk membuat manusia lebih memandang buruk werewolf. Beberapa orang yang sebelumnya gencar mengatakan kesamaan hak antara werewolf dan manusia, malah diserang dengan pernyataan publik bahwa fakta mengatakan werewolf memang tidak mempunyai adab seperti manusia.
“Ini kopinya, Tuan Hugo.” Vernand menyajikan kopi dengan cepat, dia melihat banyak surat dan dokumen yang sedang diurus oleh Hugo. Tampaknya semua rencana yang diinginkan Hugo perlahan akan segera terwujud.
“Bagaimana perkembangan pencarian Julie, Vernand?”
Dengan sikap sopan dan sedikit menunduk, Vernand mulai berbicara.
“Pasukan militer dari Rubellian telah menyelusuri sampai hutan Rubellian, tapi mereka tak menemukan jejak mereka. Kemungkinan besar mereka pergi lebih jauh.”
Hugo menyandarkan punggungnya di kursi, dia meminum cairan berwarna coklat bening di dalam gelas kristalnya. Matanya terlihat marah, baginya menyiksa Julie dan membuatnya diam di mansion adalah hal yang sulit digantikan.
Dia dikenal sebagai sosok ayah yang penyayang.
“Kirimkan surat ini pada keluar Davidson, mereka akan sangat membantu.”
Vernand mengambil surat yang diberikan Hugo dia melihat lambang keluarga Dowana yang digunakan sebagai segel surat.
“Baiklah, Tuan Hugo.”