“Makhluk rendahan itu berani sekali bersikap sombong seperti ini!”
Dua hari kemudian, Hugo menerima surat dengan di dalamnya berisi berambut merah milik Julie. Hanya keluarga Dowana yang memiliki warna rambut merah yang begitu cerah di Rubellian
Ruangan itu terlihat begitu berantakan dan Hugo begitu marah. Dia melemparkan semua barang-barang yang ada di dekatnya, emosinya yang memuncak seolah ombak besar yang bisa menggulung siapa pun yang ada di dekatnya.
surat kabar tidak henti mengabarkan berita tentang anak tersayang Hugo, Julie, yang diculik oleh bangsawa werewolf, mereka bilang kalau Werewolf yang liar akan selamanya seperti itu. Mereka kejam dan bersikap sama seperti serigala gila!
“Lacak siapa yang memberikan surat ini!” Hugo berteriak sangat kencang sambil memukul meja di depannya.
Rahangnya mengeras dan wajahnya memerah. Sudah sepatutnya para werewolf mendapatkan balasannya.
Hugo berdiri, dia mengambil cambuk kulit yang kasar, dan berjalan dengan langkah yang besar.
Dia melewati banyak pelayan di rumahnya dengan wajah yang sangat menakutkan, siapa pun yang membuat kesalahan di depan Hugo akan mendapatkan balasan. Matanya menyalak penuh emosi yang membara, semuanya menunduk dan merasa merinding.
Hugo telah berada di belakang mansionnya, seratus meter dari mansionnya, ada rumah kecil yang memiliki ruang bawah tanah besar. Ruang bawah tanah itu adalah penjara bawah tanah yang dia buat dengan sengaja untuk melakukan kesukaannya, yaitu melakukan penyiksaan pada kaum werewolf.
Hugo diam-diam membawa werewolf dan memasukkannya ke penjara bawah tanah hanya untuk memberi mereka siksaan yang begitu kejam dan melepaskan stressnya. Dengan kejadian barusan yang membuatnya begitu emosi karena werewolf itu sedang mengancamnya dengan menggunakan Julie, Hugo memberikan hukuman pada mereka.
Jeruji besi dibuka, ada tiga werewolf di depannya yang dirantai dengan sangat kuat. Tangan dan kaki mereka dirantai dan itu melekat pada dinding penjara bawah tanah. Ketika Hugo masuk, mereka memandang Hugo dengan tatapan mata yang lemah dan penuh dendam. Mereka ingin sekali mengoyak tubuh Hugo dan mencabik-cabiknya berulang kali hingga Hugo menghadapi kematian, hanya saja mereka tidak bisa bergerak dari tempat mereka sekarang dan mereka tahu kalau Hugo akan memberikan hukuman pada mereka.
“Kalian bangsa tidak tahu diri! Seharusnya kalian tetap bersembunyi atau menjadi b***k tanpa meminta hak untuk hidup seperti manusia! Kalian adalah anjing dan anjing itu ada di bawah kaki manusia!”
Hugo berteriak dengan rahang yang mengeras, dia mengayunkan cambuknya dengan sangat keras berulang kali hingga yang ada di sana berteriak kesakitan. daging mereka bahkan terkelupas dan menempel di cambuk. Dan Hugo belum puas dengan itu.
Hugo ingin mereka benar-benar mati karena amarah di dalam dirinya.
“Aku harap kau tidak akan menemukan anakmu!”
Teriakan salah satu dari werewolf itu begitu memancing amarah Hugo. Pengawal di sebelahnya yang membawa pedang dilihat oleh Hugo, dan dia langsung mengambil pedang tersebut, menebas kepalanya agar memberikan penderitaan kepada dia yang tidak menyadari tempatnya.
“Sialan tidak tahu diri!”
“AAAAAA!”
Para werewolf lainnya berteriak dengan sangat kuat, Hugo belum selesai, matanya mengerling melihat ke arah Werewolf lainnya, dan tangannya dengan sangat cepat menebas mereka hingga tidak bernyawa sama seperti Werewolf pertama. Pedang itu dia tancapkan ke lantai dan emosi Hugo belum selesai. Nafasnya memburu dengan sangat cepat yang membuat dadanya naik turun tidak beraturan, dia menatap kepala tiga werewolf yang tergeletak dilantai dengan darah yang mengalir dari tubuh mereka yang masih terikat rantai.
Itu hal yang sangat keji, kebanyakan dari pengawal Hugo hingga sekarang masih tidak bisa terbiasa dengan sikap Hugo yang sangat kejam seperti ini.
Mereka semua mengetahui rahasia Hugo yang suka menyiksa Julie, mereka juga kasihan dengan nona muda mereka, namun mereka tidak bisa melakukan apa pun karena d******i Hugo lebih mengerikan dan menakutkan, memiliki kekuasaan yang luar biasa kuat.
“Aku akan menemukan kalian dan mengambil nyawa kalian satu per satu.”
Hugo bersumpah dengan mata tajam yang begitu menakutkan, membuat semua yang ada di sana merinding.
Di tempat lain, di tempat persembunyian mereka.
Isaac mendatangi Killian yang memakan buah apel dengan berdiri untuk menuju ke rumahnya.
“Kau sudah mengirimkan rambutnya?”
Killian menganggukkan kepalanya.
“Sekarang siapa yang menjaganya?” Isaac kembali bertanya, dia adalah werewolf yang membenci manusia, dia bisa membunuh manusia berlusin-lusin karena kebenciannya.
Keluarganya dibunuh oleh manusia, hukum biadap yang mereka ciptakan hingga menganggap mereka tidak berarti.
“Gill. Jangan melakukan apa pun padanya, Isaac. Kita ingin keadilan.”
Killian menatap dingin pada Isaac yang membuat Isaac mengangguk ragu. Kemudian dia meninggalkan Killian, dan Killian memperhatikannya dari kejauhan.
Setelah beberapa detik, Killian berjalan kembali ke rumahnya untuk beristirahat. Dia butuh mengembalikan energinya karena dia terus sibuk selama beberapa hari ini.
Killian membaringkan dirinya di atas ranjangnya, kemudian memejamkan matanya untuk benar-benar terlelap agar dia bisa memiliki tenaga lagi. Dengan jendela yang terbuka di sampingnya, angin sepoi-sepoi masuk menyentuh tubuhnya yang membuatnya merasa lebih tenang. Hingga tidak butuh waktu lama untuk Killian jatuh tertidur terbuai dalam mimpinya yang damai.
Isaac telah sampai di penjara Julie, dia melihat Julie yang menatap keluar dengan tatapan mata yang tenang. Itu membuat Isaac membenci Julie, bagaimana bisa Julie bersikap seperti itu di sarang musuh?
Dia adalah tawanan, seharusnya Julie menangis atau histeris yang menandakan dirinya tersiksa.
Itu membuat Isaac menggenggam tangannya dengan sangat erat, dia berhenti di depan Julie yang membuat Julie mendongakkan kepalanya.
“kau sombong sekali. Apa kau tidak takut berada di sini? Seharusnya kau memohon untuk dilepaskan, tapi kau masih dengan sombong tidak mau melakukan itu.”
Isaac bicara dengan sinis, Julie sama sekali tidak memahaminya. Dia hanya mencoba menikmati waktunya yang bisa melihat dunia luar. Dia memang ada di dalam penjara yang sempit, tapi di depannya ada banyak werewolf beraktivitas dan melakukan aktivitas mereka dengan berbagai emosi.
Julie bisa mendengar banyak percakapan mereka, tentang bayi, makanan yang mereka masak, permainan atau sepasang kekasih. Itulah yang membuat Julie suka melihat ke luar.
Dia merasakan hal yang baru yang tidak dia rasakan di mansion mewah itu, bahkan para pelayan saja jarang ada yang mau bicara dengannya. Bibir kering Julie bergerak seolah ingin mengatakan sesuatu, tapi dia tidak jadi mengatakannya.
Isaac menendang jeruji besi hingga penyot dan membuat Julie mundur, Julie menatap Isaac dengan mata yang masih saja tenang dan itu membuat Isaac membenci Julie.
Tatapan seorang yang begitu percaya dengan kalau dia bisa segera diselamatkan, dan menganggap kalau mereka adalah rendahan. Itu membakar emosi Isaac yang benar-benar membangkitkan dendam di dalam dirinya.
“Aku akan membuatmu berteriak!”
Tangan Isaac masuk dan dia menjambak rambut Julie sangat keras, hingga wajah Julie menempel di jeruji besi.
“Teriak!” bentak Isaac dengan mata yang melotot.