“Hentikan. Aku sudah bilang padamu jangan melakukan hal seperti ini!”
Killian datang sambil menekan keningnya dengan telapak tangannya, dia menatap ke arah Isaac dengan tatapan mata yang tajam.
Harusnya, dia tetap terlelap di atas kasur tadi, kenyataannya dia memikirkan Julie. Dia memikirkan Julie yang mendapatkan amarah dari Isaac.
Isaac yang temperamental bisa melukai Julie dan itu tidak bagus bagi mereka. Killian melihat ke arah Gill yang ada di atas penjara, dan dia berpura-pura tidak tahu. Ada kebencian atau keinginan di dalam dirinya juga untuk melukai Julie. Hanya saja Gill ingin tangannya tetap bersih.
Mata biru Killian masih terus menatap Isaac dengan sangat tajam, dan pria yang bertubuh besar itu tidak melepaskan tarikan tangannya. Dia memberikan tatapan tajam memburu pada Julie yang belum berteriak, dan bahkan Killian sekarang melihat sesuatu yang berbahaya. Kuku tajam keluar dari tangan Isaac yang membuat Killian melebarkan pupilnya.
“Isaac!”
Killian membentak, dan dia dengan cepat telah ada di dekat mereka, memegang tangan Isaac yang hampir saja melukai wajah Julie. Melihat hal itu Julie sungguh terkejut, karena perpindahan Killian yang sangat cepat dia telah membawa angin kuat dan dorongan yang kuat. Mata Killian berkilat sangat mengerikan, dan dominasinya bangkit yang membuat Gill menelan ludahnya.
“Mundur sekarang.”
Killian bicara, suaranya yang berat memaksa Isaac untuk mundur. Ketika Isaac mundur, tatapan mata Killian berubah menjadi normal seperti sebelumnya.
Julie yang melihat itu semua tidak menduga kalau tatapan mata Killian bisa setajam dan sehidup itu. Dia pikir selama ini tatapan Killian yang mengarah padanya adalah tatapan tertajamnya.
“Kau tenangkan dirimu sana, dan jangan ke sini lagi.”
Killian menggerakan tangannya, menunjuk ke arah lain dengan amarah di dalam dirinya. Isaac tidak bisa mengatakan apa pun, dia langsung pergi dari sana yang membuat Julie melihat ke arah Killian lagi. Tubuh mereka sama besarnya, tapi Julie merasa posisi Killian lebih di atas pria bernama Isaac tadi.
Julie melihat rambutnya yang terlihat berantakan dan merapikannya dengan tenang, melihat apa yang dilakukan oleh Julie membuat Killian membuang muka. Julie bersikap sangat biasa, dia paham kenapa Isaac begitu marah berhadapan dengan Julie.
Istirahatnya sekarang telah berantakan dan itu semua karena wanita manusia ini.
“Kenapa aku bersikap seperti ini?”
“Aku bisa membiarkannya saja, dan waktu istirahatku tidak berantakan.”
Killian bicara di dalam hatinya karena dia begitu aneh sekali. Padahal suasana di dalam kamarnya sangat sesuai untuk tidur dan dia hanya tidak perlu menganggap Julie.
“Terima kasih.”
Suara yang tenang dan lembut terdengar, itu membuat Killian melihat ke arah Julie yang keberadaannya seperti boneka salju. Kulit putihnya yang pucat dengan matanya yang berwarna hijau terlihat indah dan lembut.
Killian mengerutkan keningnya.
“Aku tidak menyelamatkanmu.” Killian menegaskan suaranya, dia tidak ingin wanita ini menjadi salah paham padanya situasi semakin memburuk.
“Aku tetap berterima kasih padamu. Karena selainmu, yang lain tidak masalah kalau aku terluka.”
Julie melihat ke arah Gill yang turun. Tampaknya dia selama ini tahu kalau dia sedang dijaga oleh werewolf lainnya, dan lirikan mata dingin dan ucapan Julie itu benar-benar mengejutkan Killian.
“Bagian dari tugasku dan kau tidak perlu memikirkan yang lainnya.”
Killian melompat dengan cepat, dia berada di atas penjara yang diisi oleh Julie, dan dia memperhatikan keadaan sekitarnya dengan tatapan mata yang lebih tenang.
Setiap sore, beberapa anak werewolf yang melemparinya mendatangi Julie. Mereka yang baru pertama kali melihat manusia dan menjadi sangat penasaran. Mata mereka yang kebanyakan memiliki mata berwarna coklat memperhatikan Julie penasaran.
“Dia terlihat lemah, bagaimana bisa dia menyiksa kita?” Anak perempuan yang bernama Claire bicara dengan kedua pipi yang digembungkan.
“Claire, mereka itu kejam, jangan percaya mereka lemah. Kau bisa dimakan dari atas hingga bawah!”
Danny bicara dan dia sedang memakan ayam di tangannya. Percakapan mereka berdua diperhatikan Julie dengan saksama, dia senang dengan teman kecilnya ini. Terutama Danny.
“Kalian mau tahu sesuatu?” Julie bicara dan itu membuat mereka berdua waspada.
“Dia bicara! Dia akan memakanmu, Danny!”
Claire berteriak pada Danny yang bersembunyi di belakangnya.
“Kalian manis sekali, maaf jika aku menakuti kalian.” Suara Julie begitu lembut yang membuat dua werewolf kecil itu melihat satu sama lain. Mereka merasa heran dengan rumor yang selama ini tersebar.
“Baru kali ini aku melihat kehidupan werewolf, dan aku suka berada di sini.”
Julie mengatakan sebenarnya, dia tidak menerima siksaan dari ayahnya lagi dan tidak harus menggigil ketakutan karena sikap kasar Hugo.
Ucapan Julie itu didengar oleh Killian, dan membuat Killian menyeringai.
Dia percaya kalau Julie sama buruknya dengan Hugo. Dia adalah anak kesayangan dan juga wanita yang sombong.
“Aku harap kalian mau mengunjungimu tiap hari.”
Julie melambaikan tangannya pada Danny dan Claire yang bersiap untuk pergi. Mereka benar-benar meninggalkan Julie, dan baru beberapa langkah Danny kembali melihat Julie, mencoba meyakini kalau wanita di depannya yang berwajah lembut itu adalah sosok yang sangat kejam.
Killian turun dari tempatnya berdiri setelah anak-anak pergi, dia menatap dingin ke arah Julie yang duduk di lantai.
“Kau senang di sini?” Killian tertawa kecil setelah mengatakan itu. “Kebohongan seperti apa yang kau bicarakan itu?!”
Killian benar-benar tidak percaya dengan Julie, dia menatap Julie dengan sangat kesal.
“Kau menggunakan pikiran burukmu sendiri, tidak mengetahui tentangku dan seenaknya menghakimi sesuatu sesuai dengan pikiranmu sendiri.”
Julie bicara dengan sangat tenang, dia duduk di lantai dan masih terlihat anggun walaupun dia tidak mandi selama beberapa hari ini.
“Karena darah tidak bisa bohong. Kau adalah anak dari pemilik darah musuh utama kami.” Killian mendekat di jeruji besi kemudian dia berjongkok dan bicara dengan wajah yang begitu sinis.
Julie mengangguk, dia tahu ayahnya sangat kejam. Dia bahkan berpikir kalau ayahnya itu adalah iblis yang menyamar.
“Jangan mencoba mempengaruhi mereka. Nona muda sepertimu yang tinggal di tempat mewah tidak akan merasa senang di sini, di tempat yang seperti kandang kuda. Hentikan kebohonganmu.”
“Killian.”
Julie memanggil nama Killian, dan pupil matanya bergetar dengan sangat hebat. Aneh sekali ketika Julie memanggil namanya, ada sesuatu yang masuk yang membuatnya tidak memahami apa yang terjadi, dan itu membuatnya sangat tidak nyaman.
“Jangan memanggil namaku sembarangan, aku bukan temanmu.”
“Aku menganggapku temanku, kau menyelamatkanku beberapa kali walaupun kau mengatakan itu karena aku adalah alat pertukaran. Terima kasih, dan jangan lakukan itu lagi.”
Julie tersenyum dengan cara aneh yang membuat jantung Killian benar-benar berdebar dengan cara menyakitkan. Mata Killian melebar dan dia semakin membenci Julie yang terlihat rapuh ini.
Semua manusia jahat!
Dia sedang menanamkan hal itu di ingatannya sendiri.