Ann mendatangi Julie setelah dua hari kemudian, seperti biasa dia membawa obat-obatan di tangannya agar bisa mengobati Julie dengan baik. Ann adalah seorang perawat di tempat ini, secara naluriah dia selalu ingin orang-orang yang terluka dirawat dengan baik. Walaupun dia tidak menyukai Julie, karena Julie adalah seorang manusia, tapi dia tidak bisa mengabaikannya saja. Karena Ann memiliki sisi yang lembut dan begitu peduli dengan makhluk hidup lainnya.
Dia adalah wanita yang benar-benar terlihat sangat murni.
Ini sedikit berbeda dibandingkan sebelumnya, di mana Ann selalu mencari sosok Killian sebelum mengobati Julie. Sekarang tanpa Killian di dekatnya, dia berani masuk ke dalam jeruji besi, hanya ada Gill yang sedang menjaga dan Gill sendiri tidak ada di belakangnya seperti apa yang dilakukan oleh Killian yang menemani Ann.
Dia membuka perban Julie dengan hati-hati dan melihat sendiri kalau luka di tangan Julie menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Daging yang terbuka terlihat menyatu karena jahitannya yang benar-benar rapi dan juga tidak terjadi pembengkakan.
Setelah itu dia membersihkan luka dan mengobatinya lagi. Ann tidak memperban tangan Julie lagi, dia membiarkan luka itu terlihat, dia sendiri merasa senang dengan pengobatannya yang baik, dan berhasil tanpa adanya komplikasi lainnya
“Terima kasih karena telah mengobatiku dengan baik.”
Julie membuka mulutnya, yang membuat Ann sadar kembali kalau yang sedang dia obati ini adalah manusia.
Dia rasanya langsung mau kabur dari sana, tapi Ann menenangkan dirinya.
“Aku melakukannya karena aku tidak bisa melihat orang terluka.”
“Kau lembut sekali dan baik hati.”
Julie bicara sekali lagi yang membuat pupil mata Ann bergetar. Dia melihat tangan Julie yang lembut dan kurus. Ann yakin kalau Julie bahkan tidak pernah masak seumur hidupnya karena begitu lembut.
Manusia semuanya jahat?
“Aku Julie, dan aku tahu kau ada Ann. Kuharap kau mau berteman denganku.”
“Apa?”
Ann langsung berdiri mendengar ucapan Julie barusan, dia tidak menyangka diajak berteman oleh manusia yang selama ini menyiksa kaum Werewolf. Manusia adalah kaum yang jahat, mereka sombong dan begitu pongah sehingga menganggap posisi mereka sangat tinggi. Ann menatap Julie dengan tatapan yang begitu membenci.
“Aku tidak akan berteman denganmu, manusia jahat.”
Ucapan Ann itu menghantam hati Julie, di mana pun dia berada semua aksinya selalu dikaitkan pada Hugo, ayahnya yang tidak dia sukai itu. Hugo telah terlalu dalam menyeretnya dalam sesuatu yang mengerikan.
“Apakah menurutmu aku jahat?” tanya Julie pada Ann, suaranya yang lembut itu telah membuat Ann meragukan dirinya sendiri.
“Semua manusia jahat!” Ann membentak Julie, matanya terlihat berkaca-kaca dan air akan tumpah dari sana.
Ann menggigit bibirnya lalu meninggalkan Julie sendirian yang tertegun dengan apa yang baru saja terjadi. Dia dengan cepat keluar dari jeruji besi Julie dan menguncinya kembali, baru saja dia menghelakan napas panjang dari mulutnya dan berniat pergi dari sana, Ann bertemu mata dengan Killian yang ada di bagian pinggir jeruji besi yang tertutup dengan kayu.
“Kau sekarang lebih berani mendatanginya tanpa ada yang menemanimu.”
Tatapan mata Killian tenang, suaranya berat dan terdengar begitu berkharisma yang juga membuat Ann tertegun.
“Mencarimu ke mana pun juga tidak ketemu. Entah ada di mana kau.”
Ann membalas Killian dengan ucapannya yang tajam, dia kembali berjalan dan ingin menghindar dari situasi ini.
“Gill ada di atas sana, dan aku tahu kalau Gill tadi melemparkan kunci padamu, bahkan aku melihat kau melemparkan kunci lagi pada Gill.”
Killian melihat ke arah Gill berada, dan menunjuknya dengan telunjuknya yang panjang.
Ann mendesis mendengar ucapan Killian yang terasa menyebalkan. Killian terlihat seperti orang yang hendak mengulik tentangnya, dan Ann tidak suka itu.
Ann tidak membalas ucapan Killian, tapi mata Killian mengikuti Ann.
“Kalau begitu hati-hati sampai di rumahmu, Ann,” ucap Killian dengan suara yang pelan dan membuat tengkuk Ann merinding.
Killian sudah melihat Ann pulang ke rumahnya, sekarang perhatiannya mari ke arah lain, dia berjalan ke jeruji besi, di mana Julie berada. Dia melihat Julie yang sedang menatap lukanya, Killian juga memperhatikan luka itu selama beberapa detik. Luka yang cukup panjang di tangan mulus seorang wanita bangsawan, sangat disayangkan karena luka itu akan menjadi ingatan di dalam diri Julie kalau dia pernah menjadi tawanan werewolf.
“Jangan mencoba mempengaruhi siapa pun. Kau seharusnya bersyukur mendapatkan makanan dan tidak mendapatkan siksaan.”
Killian menatap Julie dengan dingin. Matahari yang cukup panas membuat gerah di tambah dengan emosi yang tidak stabil semakin menambah gerah.
Baju Julie yang merupakan gaun sejak dia diculik tidak berubah sedikit pun. Dia selalu memakai baju yang sama dan sekarang rambutnya sangat berantakan. Dia telah melewati beberapa hari tanpa mandi.
“Aku sangat beruntung akan itu, sangat beruntung hingga kau tidak akan percaya kalau aku berulang kali mengucap syukur di dalam hatiku, Killian.”
Julie menatap Killian dengan tenang, mata hijaunya itu bercahaya terang yang menggetarkan hati Killian. Terlihat polos dan lembut yang membuat Julie terlihat semakin tenang.
“Bukan berarti kau akan selamat atau tidak dibunuh. Jika ayahmu tidak kooperatif, kau akan mendapatkan masalah. Jadi, jangan bersikap kita seperti teman, kau memanggilku dengan mulutmu itu.”
Julie tersenyum tipis, yang lagi-lagi membuat Killian bergetar.
Wanita di depannya ini aneh sekali, dan Killian tidak terlalu tega untuk bersikap kasar lebih dari ini. Dia berbalik untuk menghilangkan semua pikirannya yang aneh.
“Killian,” ucap Julie dengan lembut yang melelehkan hati.
“Jangan panggil aku.”
Killian mempertahankan dirinya, dia tidak berbalik dan mengatur napasnya agar dia tidak terjerat dalam permainan Julie.
“Hanya kau yang bisa kumintai, aku ingin mandi.”
Julie bicara dengan nada yang tenang seolah dia tidak sedang berada di tempat yang berbahaya. Dia ada di sarang musuh dan Julie mengatakan keinginannya akan mandi. Bajunya basah karena keringat, dan Julie begitu gerah. Dia merasa begitu lengket dan kotor. Seharusnya permintaan sederhana seperti mandi saja tidaklah masalah, hanya saja ucapan Julie tadi membuat Killian marah, dia langsung menarik kerah baju Julie dan menariknya hingga Julie terbentur ke jeruji besi.
“Kau pikir kau siapa? Tuan putri atau apa? Kau itu tahanan di sini, jadi buat dirimu seperti tahanan.”
Mata biru Killian melihat mata hijau Julie, mata mereka yang saling menatap dengan lama mempengaruhi Killian.
Mata berkaca milik Julie yang membawanya dalam sensasi yang aneh.
Killian merasakan bahaya. Namun sebelum tangannya terlepas dari kerah baju Julie, Julie menangkap tangan Killian dan tatapan Julie semakin tajam.
“Aku mohon padamu, biarkan aku mandi. Hanya itu yang aku minta padamu.”
Tatapan itu sungguh berbahaya, menghanyutkan dan sangat membingungkan. Angin yang bertiup yang menggerakan rambut Killian dan membuat ujung rambutnya masuk ke dalam mata Killian membuat Killian menutup satu matanya.