“Kau gila, Killian,” umpat Killian pada dirinya sendiri, dia menengadahkan kepalanya, melihat langit yang biru dengan awan-awan putih seperti domba. Punggung dan kepalanya menyandar ke batu, dia benar-benar tidak tahu kenapa dia bersikap seperti ini. Seharusnya dia tidak bersikap seperti ini tapi dia melakukannya.
Bunyi air terdengar dari belakangnya, dan bunyi itu diikuti dengan senandung lembut dari mulut seorang wanita yang membuat Killian melakukan hal gila seperti ini.
Killian telah terkena pada permintaan Julie yang menginginkan mandi, dia sekarang mengantarkan Julie ke air terjun yang ada di desa itu, dengan menggunakan rantai di kaki Julie yang diikat dengan bola besi yang begitu berat. Rantai bola besi itu memiliki ukuran panjang, dan tentu saja kalau Julie berniat untuk kabur dia tidak akan bisa membawa bola besi besar itu. Apalagi tempat ini adalah tempat yang berbahaya.
“Wanita itu lama sekali.”
Killian kembali mengeluh karena Julie mengambil waktu mandi dengan cukup alma, dia bersenang-senang membasuh tubuhnya di air terjun, dan Killian hanya bisa menunggunya dari balik batu besar karena jika Julie kabur itu akan berbahaya juga untuknya dan werewolf lainnya.
Killian memperhatikan langit-langit dan menenangkan pikirannya yang berantakan, sampai sekarang dia tidak tahu kenapa dia bersikap seperti ini. Saat dia membawa Julie keluar tadi Gill bertanya padanya dengan ekspresi yang heran, dia menjawab seperti sebenarnya dan setelah itu dia merasa aneh sendiri.
Sedangkan Julie yang ada di dalam sungai merasa sangat senang karena dia baru kali ini merasakan hal seperti ini. Ini sungguh membuatnya merasa begitu bebas, ketika dia melihat burung yang terbang di atasnya, Julie berharap kalau dia seperti burung tersebut yang terbang di langit dengan begitu bebas.
“Kapan aku bisa seperti itu?”
Julie bertanya pada dirinya sendiri dan ucapannya barusan di dengar oleh Killian.
“Apa yang kau lakukan? Cepatlah keluar dari sana dan jangan lupakan kalau kau itu adalah tawanan bukanlah seorang putri raja, jadi jangan membuatku kesal.”
Julie langsung melihat ke arah batu, di mana Killian ada di sana. Suara kasar Killian hanya mendapat lirikan tenang dari Julie, dia merasa senang walaupun Killian berkata dengan kasar tapi nyatanya Killian sangatlah baik. Sejak pertama kali dia bertemu dengan Killian, Killian memberikannya makan dan minum dengan cukup baik, dia juga yang membawa dirinya ke tempat Ann agar dia bisa segera diobati.
Julie berpikir kalau sebenarnya Killian adalah sosok yang baik, hanya saja dia menjalankan tugasnya. Julie sering membaca surat kabar bagaimana perlakuan manusia pada werewolf yang begitu kejam. Kalung sihir yang ada di leher mereka itu membuat nyawa werewolf berada di tangan manusia. Julie sendiri berpikir kalau werewolf adalah manusia juga atau setidaknya dia adalah makhluk hidup yang seharusnya nyawanya juga mendapatkan penghargaan dari sesama makhluk hidup.
Julie keluar dari sungai karena tubuhnya yang gerah tadi sekarang telah mendingin, kulitnya telah keriput karena begitu lama di dalam air dan itu membuat Julie paham dia telah cukup lama air.
Julie mengelap tubuhnya dan mencuci pakaian dalamnya karena dia sungguh merasa aneh memakai dalan yang sama. Dia akan menjemurnya di dalam kurungannya sendiri. Dengan kata lain, Julie sekarang tidak menggunakan dalaman sama sekali. Dia terpaksa melakukan itu dan berusaha menyembunyikannya karena ini hal yang sangat memalukan.
Setelah mencucinya dengan versi, Julie menggenggam pakaian dalamnya yang telah dia cuci itu dengan cara yang mencurigakan, dia berusaha agar tidak ketahuan.
“Aku sudah selesai.”
Julie muncul di depan Killian dengan rambut yang basah yang membuat Killian seperti tersihir beberapa detik Rambut basah berwarna merah itu meneteskan air dan membasahi tubuh Julie.
“Baik, mari kita pulang sekarang.”
Killian mengangkat bila besi yang menjadi beban Julie agar tidak bisa kabur, mereka berjalan dari sungai yang sepi untuk menuju pusat pemungkiman dari para werewolf dan itu membutuhkan waktu setidaknya sepuluh menit.
Julie ingin sekali segera sampai hingga dia bisa dengan segera istirahat.
“Tunggu dulu. Apa yang kau sembunyikan di tanganmu?” Killian yang melihat hal yang mencurigakan bertanya pada Julie itu membuat Julie menjadi sangat gelisa, dia meneguk salivanya sendiri karena hal ini diketahui oleh Killian.
“Berikan padaku.” Killian memberikan perintah, tapi Julie berusaha menyembunyikannya. Matanya bergetar yang membuatnya terlihat ketakutan, itu membuat Killian kesal.
“Berikan.”
“Tidak bisa Killian. Ini juga bukanlah apa-apa.”
Julie menjawab dengan suara yang bergetar yang sungguh membuat kesabaran dari Killian habis, dia menarik tangan Julie cukup kasar dan membuka genggaman tangan Julie.
Killian membelalakan matanya saat melihat apa yang disembunyikan oleh Julie, itu adalah sesuatu yang tidak dia duga. Sebagai seorang pria, dia baru kali ini melakukan sesuatu yang membuatnya terdiam, ketika dia melihat ke arah Julie, mata Julie berkaca-kaca dan wajahnya memerah dan bahkan Julie menggigit bibirnya. Dia menunduk dengan sangat cepat dan menggenggam erat kembali pakaian dalamnya itu.
“Aku sudah bilang itu bukanlah apa-apa.” Suara Julie bergetar karena dia begitu malu dengan apa yang baru saja terjadi pada mereka.
Killian sendiri tidak bisa mengatakan apa pun, karena dia merasa sedikit bersalah memaksa seorang wanita memperlihatkan hal yang ingin mereka sembunyikan.
Itu kejadian yang sangat memalukan.
Mereka berdua tidak bicara satu sama lain mengenai hal ini, hingga Julie masuk ke dalam kurungannya lagi, dia langsung meringkuk karena begitu malu. Dia telah berbuat hal yang sangat memalukan.
Sedangkan Killian dia masih belum sadar dengan kejadian tadi, pikirannya masih kosong dan dia terlihat seperti orang bodoh.
“Apa terjadi sesuatu, Killian?” tanya Gill yang ada di atas.
Killian tidak mengatakan apa pun, dia mengangkat tangannya kemudian menyeret kakinya untuk kembali ke dalam rumahnya. Di dalam kamarnya dia langsung membaringkan tubuhnya dan tiba-tiba saja wajahnya menjadi merah dan suhu tubuhnya meningkat.
“Wanita aneh!” maki Killian pada Julie akan kejadian tadi. Kemudian dia menutupi wajahnya dengan menggunakan lengannya yang besar.
Killian menenangkan dirinya sendiri, dan mencoba menjadi Killian yang dulu lagi.
Keduanya jatuh ke dal lunatic yang membingungkan, dan sangat aneh. Hingga Julie rasanya tidak bisa bertemu lagi dengan Killian setelah kejadian itu, dia berharap kalau yang menjaganya adalah Werewolf lainnya.
Baru kali ini juga, Julie kehilangan ketenangannya. Hanya kejadian pakaian dalam yang sekarang telah dia jemur di dalam kurungannya. Tapi dia juga terpaksa melakukan itu karena dia adalah tawanan, dia tidak mempunyai baju lain, dan pakaian dalam lainnya. Memakai pakaian yang sama sangatlah gerah, terasa lengket dan bau.
“Mari kita lupakan kejadian tadi.”
Julie mengurut keningnya sendiri dan berusaha untuk melupakannya dengan sangat baik.