Pertemuan kembali dilakukan, dan itu untuk membahas masalah yang mereka hadapi. Mengenal Hugo yang bersikap sombong pada mereka dan semakin keras menentang werewolf.
“Dia menjadikan berita penculikan anaknya untuk menekan kita lagi sebagai sosok yang tidak beradab.” Cameron begitu kesal. Apalagi dia tahu kalau para prajurit Rubellian mencari mereka untuk memberikan hukuman.
“Kita kirim saja tangan anaknya sekalian agar dia tahu kalau ancaman kita serius.”
“kalau begitu kita akan sama saja dengannya. Apa yang dia inginkan akan terjadi, dia akan mengatakan kalau kita adalah makhluk yang tidak memiliki hati dan begitu liar sehingga tidak bisa mendapatkan kebebasan.”
“Orang-orang kita masih mengamati apa yang akan dilakukan oleh Hugo, dan aku dengar tunangan dari anaknya yang merupakan anak presiden juga mencarinya.”
Mereka semua terlihat sangat serius dan berpikir dengan hati-hati. Mereka selalu mendapatkan pikiran buruk dari apa yang terjadi sekarang.
“Fapi kalau Hugo memang tidak menginginkan anaknya, kita terpaksa mengirimkan mayat anaknya itu suatu hari nanti. Kita akan membuktikan betapa jahatnya Hugo bahkan pada anaknya sendiri.” Cameron berkata dengan sangat serius dan semua orang yang ada di sana menganggukkan kepalanya, kecuali Killian yang kali ini dia merasa tidak nyaman dengan apa yang dikatakan oleh ketuanya.
Ada tiga ketua di werewolf ini, mereka adalah ketua utama, ketua warga, dan ketua kelompok muda yang dimiliki oleh Killian. Walaupun yang memegang kekuasaan penuh adalah ketua utama, tapi posisi Killian juga tidak bisa dianggap biasa saja. Nyatanya, Killian adalah werewolf muda yang sangat kuat. Dia bisa mempengaruhi sekitarnya dan dia juga memiliki d******i yang menakutkan.
Setelah pertemuan para werewolf itu selesai, Killian keluar dengan wajah yang ditekuk. Dia berjalan hingga tidak sadar telah ada di kurungan Julie. Saat itu tanpa sadar dia melihat ke arah Julie yang tertidur pulas dalam balutan baju yang tidak nyaman.
Kejadian beberapa hari lalu mengenai pakaian dalam itu membuat Killian berpikir kalau Julie selalu menggunakan baju tidak nyaman itu.
“Untuk apa aku memikirkan itu?” Killian menghilangkan pikirannya yang barusan, kemudian dia melompat agar berada di atas, di tempat Gill berada. Dia telah menggantikan Gill untuk menjaga Julie.
“Sekarang kau bisa beristirahat, Gill. Jangan lupa untuk berlatih.”
Killian bicara dengan suara berat pada Gill, dan Gill mengangguk. Dia sangat tahu kalau kekuatannya itu diperlukan dan tidak ada satu pun di pemukiman ini yang pemalas. Mereka melakukan bagian mereka dengan sangat serius.
Killian menghabiskan waktunya sambil memejamkan matanya, membiarkan angin kuat menerpa tubuhnya dan memberikan sensasi dingin.
Setelah beberapa jam dia ada di sana, Killian turun dan melihat Julie yang ternyata sudah bangun itu membuat Killian terkejut. Sebenarnya dia tidak mau bertemu mata setelah kejadian memalukan kemarin.
Killian melemparkan apel yang ada di tangannya, dan Julie menangkapnya dengan cepat.
“Makanlah. Aku tidak suka.”
Killian pergi meninggalkan Julie yang sebenarnya dia tidak pergi sama sekali.
Julie melihat apel merah di tangannya yang membuatnya merasa senang. Apel merah itu memiliki warna yang hampir sama dengan warna rambutnya.
“Dia ternyata lembut juga.”
Julie memuji apa yang baru saja terjadi padanya, yang dilakukan oleh Killian adalah sebuah bentuk perhatian padanya. Dia baru kali ini memakan buah dan Julie memakannya dengan sangat semangat, yang membuat mata Julie membulat.
“ini manis.”
Julie berseru ketika apel tersebut dikunyah ya dengan baik, apel merah yang memiliki rasa manis luar biasa ini membuat Julie senang.
Sedangkan Killian yang ada di tempat lain menghelakan napasnya. Dia tidak tahu kenapa dia bersikap canggung seperti itu.
“Itu adalah apel biasa, dan tidak manis menurut ucapanmu tadi.”
Killian yang menyandar ke dinding melipat tangannya sambil melihat ke arah lain. Dia mendengarkan semua ucapan yang dikatakan oleh Julie dan merasa Julie seperti anak kecil di usianya yang dewasa.
Dia mendapatkan informasi tentang Julie saat itu, sehingga Killian tahu kalau umur Julie sudah 20 tahun. Sedangkan Killian, dia berada di umur 28 tahun. Jarak umur mereka tidaklah terlalu jauh, tapi apa yang mereka hadapi sangatlah berbeda.
Julie baru saja menghabiskan apel yang diberikan oleh Killian, anak kecil yang biasanya mendatangi Julie mendatangi lagi. Mereka adalah sepasang anak kecil yang menggemaskan.
“Hai, Claire, Danny, aap kalian akan memberikanku beri lagi?” tanya Julie pada kedua anak itu sambil tersenyum. Killian memperhatikan julie dari kejauhan, dia melihat senyum mengembang mudah sekali di wajah Julie.
“Kau bisa membuat wajah seperti itu juga.” Killian memiringkan kepalanya, memperhatikan interaksi antara Julie dengan Claire dan Danny.
“Hei, manusia, katanya kau itu jahat dan berbahaya, seharusnya mudah bagimu untuk keluar dari sana, kan?” Danny menunjuk ke arah jeruji besi yang membuat Julie tertawa kecil.
“Aku tidak bisa keluar dari sini. Lihat saja tulangku begitu kecil dan aku begitu lemah. Kalian berdua lebih kuat dibandingkan aku.”
Julie menunjuk ke arah Danny dan Claire.
“jadi, kalian tidak membawakan aku beri lagi?” tanya Julie penasaran, walaupun dia dilempari dengan beri tapi dia senang dengan apa yang dilakukan oleh dua sahabat kecilnya ini. Dia bahkan memakan beri yang dilemparkan mereka.
“Tidak tapi apa kau ingin burung goreng ini?”
Danny mengeluarkan dari sakunya sepotong paha burung yang berukuran tidak begitu besar.
“Tidak, lebih baik kau yang memakannya, Danny. Biar kau tumbuh menjadi besar dan lebih kuat lagi.”
Julie tersenyum pada Danny yang membuat dua sosok di depannya semakin penasaran dengan Julie.
“Manusia, ulurkan tanganmu.” Claire memberikan perintah pada Julie yang membuat Julie kebingungan.
Melihat keseriusan di mata Claire, Julie mengulurkan tangannya dan Claire meletakan satu buah biskuit di tangan Julie yang membuat Julie begitu terkejut dengan tidak percaya.
“Hari ini hanya itulah yang akan aku berikan padamu. Besok kami akan melihatmu lagi.” Claire bicara dengan suara yang sombong, kemudian dia menarik Danny yang sibuk memakan paha burung di tangannya.
Julie memperhatikan tangannya, dia mengusap matanya karena begitu terharu dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Claire padanya.
“Memang di sini lebih baik.”
Julie menarik tangannya kembali dan kemudian menghadap ke dalam kurungannya untuk mengusap matanya yang mengeluarkan air mata.
Sedangkan Killian yang sejak tadi memperhatikannya merasa aneh dengan apa yang baru saja terjadi.
“Kau menangis?” Killian menaikkan satu alisnya.
“Aneh sekali.”
Killian mengetahui hal yang aneh yang terjadi pada Julie, dan itu membuatnya berpikir kenapa Julie bersikap sangat tenang. Selama ini Julie selalu mengatakan kalau mereka melakukan kesalahan karena menculiknya, apakah dia begitu yakin ayahnya bisa menyelamatkannya? Atau yang lainnya?