F L A S H B A C K part 2
Sewaktu pulang sekolah, Lilith sibuk mengotak-atik kontaknya. Pasalnya, sejak tadi motornya Tidak mau menyala. Sudah dipastikan motornya mogok lagi.
Abimanyu dengan motor besarnya datang, ia memperhatikan Lilith yang sedang kewalahan menyela motor matic-nya.
"Kenapa neng?"
"Motor gue mogok lagi," jawab Lilith kesal.
"Tadi pagi gue liat baik-baik aja tuh motor."
"Kan tadi pagi, sekarang kan udah sore," ujar Lilith sewot.
"Ayam juga tau ini udah sore, buktinya udah pada masuk kandang," balas Abimanyu membuat lilith darah tinggi.
"Bim, bantuin nyelah dong atau gak gue numpang—"
"BO DO A MAT! Ha ha, bye!"
Abimanyu menjulurkan lidah kemudian mengegas kencang motornya, bukan Abimamyu namanya jika mengendarai motor tidak ugal-ugalan.
Lilith mendengus kesal, belum sempat ia meminta tumpangan, cowok itu yang mengerti sudah menghindar terlebih dahulu.
Sejak dibelikan motor baru, Abimanyu memang jarang memberi tumpangan untuk siapa pun, sekali pun itu Lilith. Dia bilang, takut motornya tergores karena Lilih pasti menyimpan banyak dendam padanya.
"Kenapa sih daridulu gue harus sama cowok somplak kayak dia. Tampang doang ganteng tapi otaknya geser! Untung tuh penyakit kagak nular!"
"Katanya sahabat itu anugrah dari Tuhan, sahabat lagi kesusahan malah ditinggal, terus anugrahnya dimana coba? Noh di kelas 9 A," Lilith bermonolog, kebetulan yang disebut Anugrah, tema kelas Lilith lewat dan menatap Lilith dengan heran.
"Lo ngomong sama siapa? Lo manggil gue?" tanya Anugrah akhirnya.
"NGGAK!" jawab Lilith ketus.
"Dih lo kenapa sih, dari tadi sewot aja." Anugrah pun bergidik ngeri kemudian pergi, padahal Anugrah berniat untuk membantu Lilith.
"Heran deh gue, tuh anak nurunin sifat siapa sih? Om Ryan sama tante Tante nggak gitu-gitu amat sih perasaan."
"Taulah, dulu s****a om Ryan kecampur sama putih telor ayam kali, terus ditambah tante Tari ngidam telor kodok. Jadi cocok kalo anaknya macem Abimayu gitu."
Oceh Lilitj tak hentinya.
"Kenapa Lith?"
"ASTAGHFIRULLAH HAL ADZIM..."
Lilith terlonjak kaget, ia ingin marah namun ia urungkan karena yang bertanya adalah Daniel, katua osis dengan ketampanan yang tak tertandingi pula.
"Eh maaf gue ngagetin lo ya?"
"Enggak kok, ini.. Ee.. motor gue mogok, Niel."
"Ya udah bareng gue aja yuk, udah mau hujan juga, ini biar diurus besok aja."
"Serius?"
"Empat rius biar lo yakin deh," ujar daniel.
"Ya udah gue yakin seyakin yakinnya. Ha ha."
lilitj memposisikan dirinya di belakang Daniel, ketika mereka keluar gerbang, Lilith melihat Abimanyu yang sedang putar balik menuju sekolah.
"Woi Lilin, Eh sorry, Lilith maksud gue..."
Teriak Abimayu yang kini sedang menjajari motor Daniel.
"Lo siapa gue nggak kenal!" Balas Lilith dan memalingkan muka.
"Kenalan dulu yuk biar sayang,"
"Ogah banget sayang sama cowo somplak kaya lo, otak tuh benerin dulu biar nggak geser!"
Daniel hanya tertawa mendengar perdebatan mereka. Satu sekolah tahu betul siapa mereka.
"Woi Lith turun dong! Ayo pulang sama gue kasian Daniel harus puter balik nganter lo, bensinnya nanti habis. Udah deh jangan nyusahin orang."
"Nggak masalaj puter balik dari pada sama lo muter-muter nggak jelas, lagian Daniel yang nawarin kok. Bensin Daniel masih F artinya Full, kalo bensin lo udah EB!"
"Apaan tuh?"
"Emergency banget!"
"Nggak masalah lagian juga, Bim, deket ini, kok," tambah Daniel membuat Abimanyu sedikit kesal.
Akhirnya, Abim membuntuti mereka dari belakang. Pertama kali dalam sejarah, Abimanyu harus mengemudi dengan santai karena Lilith.
"Makasih tumpangannya ya, Niel."
Lilitj turun, ia memberikan helm kepada Daniel.
"Sama-sama, gue pulang yaa. Oh iya, kalo besok nggak ada yang bisa buat ditumpangin, call me aja."
"Iyaa makasih banyak, lo hati-hati di jalan, ya!"
Lilith melambaikan tangannya mengiringi kepergian Daniel, sedangkan Abimanyu menatap Lilith dengan malas.
"Apaan sih melambaikan tangan segala, lebay lo kaya anak itik."
"Nggak apa-apa dong, Daniel kan ganteng, udah jadi ketua osis, baik hati dan nggak sombong lagi."
"Gue juga ganteng kali. Gantengan gue malah. "
"Nggak nanya!"
Lilith masuk ke dalam rumah meninggalkan abimanyu yang sedang membunyikan klakson motornya berkali-kali.
"Lilith jeleeeekkk!"
"BODO AMAT, YANG PENTING DANIEL BONCENGIN GUE NGGAK KAYA LO!"
#Flashback off
Lilith selalu saja mengingat mas lalu menyenangkan itu, dulu sekali saat dirinya masih menjadi pribadi yang sangat riang dan selalu bermain dengan Abimanyu yang juga menyenangkan. Hari-hari itu mereka lewati bersama tanpa keraguan dan penuh kasih sayang sebagai seorang sahabat meski perasaan itu tak mampu mereka jaga terlalu lama dan karena keduanya sudah terlalu sayang dan mulai merasakan perasaan cemburu dan sakitnya bila Lilith dan Abimanyu bersama yang lain. Mereka mengikat diri mereka dengan sebuah hubungan yang katanya sebagai pacar.
Lilith yang tersenyum memngingat kenangan mereka mengangkat tangan guna mengusap beberapa bulir air mata yang jatuh tak beraturan dan tak lagi sanggup ia bendung. Lilith merasa kehilanagan, Lilith merasa kesepian, separuh hatinya remuk bersama kenyataan yang sangat sukit sekali ia terima untuk sejenak.
Saking lelah tubuh, hati, serta pikirannya, Lilith menangis dengan d**a yang terasa sesak dan mata yang semakin berat.