Didepan ruang UGD dimana para dokter tengah mengutak-atik tubuh Kha. Kami menunggu didepan ruangan dipenuhi rasa khawatir meski semuanya memiliki banyak alasan untuk mengabaikan Kha karena rasa sakit yang mereka miliki terhadap kami nyatanya tidak ada salah seorang dari mereka pun yang meninggalkan Kha.
Lidah mereka kelu, tidak bisa mengatakan apa pun. Hanya tangisan yang menjelaskan bertapa mereka merasa bersalahnya atas semua kejadian ini. Mereka menangis karena mereka mengharapkan kesembuhan Kha yang termat mendalam.
Ini bukanlah saat yang tepat untuk memberikan alasan, bukan saat yang tepat pula untuk menyelesaikan masalah tapi, entah mengapa aku melihat akulah sebagai sumber masalah yang berkepanjangan ini.
Jikalau saja aku tidak tidak menerima perkerjaan sebagai sekertaris, jikala