Di sebuah kamar bernuansa pastel, terdapat seorang gadis cantik yang sedang sibuk memasukkan buku-buku yang akan ia bawa ke sekolah. Gadis cantik tersebut bernama Seoyeon Khaila Intan.
“Seoyeon sayang, nak. Sarapan dulu yuk, nanti kamu terlambat,” eomma mengetuk pintu kamar Seoyeon.
“Iya, eomma. Sebentar lagi aku ke luar.”
Seoyeon menuruni tangga dengan menggendong tas berwarna cream dan ada gambar kucing. Ia duduk di samping kakak keduanya. Mingyu Keandra. Sementara kakak pertamanya berada di Singapura, Wonwoo Abraham.
“Bengkak banget itu mata,” Mingyu dapat melihat bahwa adiknya pasti nangis semalaman. Melihat mata adiknya yang bengkak seperti ini, membuat ia merasa gagal sebagai kakak.
“Apa sih, ini gue Cuma kurang tidur aja ya,” Seoyeon mengelak.
“Cimi kiring tidir iji yi,” Seoyeon memukul bahu Mingyu dengan keras, membuat sang kakak tertawa.
“Sudah-sudah yuk, kita sarapan dulu,” eomma berusaha menengahi anak-anaknya. Mereka akhirnya sarapan dengan hikmat.
Seoyeon adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Appa nya adalah seorang dokter, jadi ia jarang melakukan quality time bersama. Tapi ia merasa beruntung, karena ia memiliki dua kakak laki-laki yang selalu menjadi garda terdepan untuk melindunginya.
“Kamu kuliah jam berapa Seoyeon?” Seoyeon berpikir sebentar. Mencoba mengingat-ingat apakah hari ini ia ada kelas pengganti atau tidak.
“Seingat aku tidak ada hari ini eomma,” setelah mendapat anggukan, Seoyeon memilih melanjutkan langkahnya menuju kamar.
Setelah memasuki kamar, Seoyeon langsung menuju nakas di samping tempat tidurnya. Ia membuka laci dan mengambil sebuah kotak dan membukanya. Kotak tersebut berisikan foto-foto kenangan dirinya bersama mantan. Ingatannya kembali terlempar saat mereka masih bersama.
Memakai seragam berwarna putih abu-abu, Seoyeon dan Dino berjalan-jalan di mall. Mereka benar-benar menikmati canda dan tawa bersama. Mereka berdua sudah menjalin hubungan selama hampir empat tahun. Namun, belum sempat merayakan tahun ke-empat bersama, hubungan mereka sudah kandas.
Seoyeon dan Dino memasuki tempat photo box. Tempat yang selalu mereka kunjungi setiap pergi kencan. Seoyeon memakaikan bando berbentuk telinga kelinci ke kepala Dino, begitupun sebaliknya, Dino memakaikan bando berbentuk tanduk unicorn ke kepala Seoyeon.
Ingatan Seoyeon kembali ke kenyataan. Kenyataan di mana hubungan mereka sudah berakhir. Kenyataan bahwa hubungan mereka berakhir karena Dino selingkuh. Dan kenyataan bahwa Seoyeon masih belum bisa melupakan segala hal tentang Dino, meskipun laki-laki itu sudah membuka kembali luka lama yang Seoyeon miliki sebelumnya. Seoyeon mengelus foto-foto mereka. Air mata mulai berjatuhan. Ia merindukan laki-laki yang dulu menjadi salah satu sumber bahagianya.
Seoyeon akhirnya mengambil gadget nya dan mencari aplikasi chat. Ia menghela nafas saat kontak Dino masih ia sematkan. Ia melanjutkan mencari grup chat bersama sahabat-sahabatnya.
Ciwi ciwi cantik
Seoyeon
Gue kangen Dino
Saerom
Chat duluan sana
Nagyung
Jangan, Dino kan sudah punya pacar
Lagipula itu cowok sudah jahat sama lo
Chaeyoung
Lo harus jadi mantan yang berkelas Seoyeon.
Jangan hubungin Dino lagi.
Seoyeon
Terus cara biar gue ga kangen gimana?
Banyak yang bikin gue ingat tentang dia
Nagyung
Sibukin diri lo
Dengan gitu, lo ga punya waktu buat ingat Dino
Seoyeon menaruh gadget nya setelah melihat isi chat dari Nagyung. Apa yang sahabatnya katakan benar, ia harus menyibukkan dirinya. Agar ia bisa lupa dengan Dino. Nagyung menghela nafas sekali lagi dan ia memilih untuk melakukan aktivitas lain untuk membuat dirinya sibuk. Nonton drama Korea.
Pintu kamar Seoyeon terbuka, terlihat Mingyu memasuki kamar adik kecilnya. Mingyu menaruh kantung plastik dari brand ayam ternama. Seoyeon yang melihat itu langsung mendudukkan dirinya dengan tegak.
“Ada es krimnya juga,” mendengar ada es krim, Seoyeon langsung meraih kantung plastik itu dan mengambil es krim kesukaannya, Strawberry Ice cream.
“Jangan nangis lagi karena cowok yang tidak pantas lo tangisin itu,” Mingyu menatap Seoyeon dalam. Laki-laki itu sedang dalam mode serius. Seoyeon bisa merasakannya.
“Kita, satu keluarga berusaha untuk bikin lo ketawa setiap harinya. Eh, laki-laki itu datang ke kehidupan lo cuma sebentar malah nambah luka buat lo,” Seoyeon meneguk es krim dengan susah payah. Dadanya bergemuruh. Ia terharu, sungguh.
“Lagipula lo juga, kenapa lo dapat pacar yang tidak benar terus sih,” Mingyu menggelengkan kepala heran.
“Yee, kalau gue tau mantan-mantan gue bentukannya seperti ini, gue juga gamau kali,” Seoyeon menjawab dengan nada jengkel.
“Makanya kalau lo mau nerima cowok jadi pacar tuh, lo cari tau dulu orangnya seperti apa. Lo tanya ke teman-temannya tuh cowok karakternya seperti apa, lo tanya pendapat gue gimana tentang itu cowok. Asal lo tau ya, gue ini juga laki-laki, gue tau pemikiran laki-laki di luar sana seperti apa,” Seoyeon memilih untuk mengabaikannya. Bukan salahnya kalau ia dua kali pacaran dengan laki-laki yang berbeda, dua kali juga berakhir dengan ia diselingkuhi.
“Atau lo mau gue kenalin ke teman cowok gue tidak?”
“Ke luar lo dari kamar gue,” Seoyeon membelalakkan matanya. Ia langsung melempar bantal, Mingyu akhirnya berlari ke luar setelah melihat respon yang diberikan adiknya. Apa ia tidak salah dengar? Dikenalin? Enak saja, lukanya saja belum berhasil ia sembuhkan, ia tidak mau menambah masalah baru.
Ciwi ciwi cantik
Seoyeon
Kak Mingyu aneh
Chaeyoung
Kenapa lagi?
Seoyeon
Ia bilang mau kenalin gue ke temannya
Chaeyoung
Lalu?
Lo terima?
Seoyeon
Lo pikir aja
Luka gue belom sembuh
Saerom
Terkadang cara menyembuhkan luka
Dengan hadirnya orang baru
Nagyung
Setuju
Chaeyoung
Ada benarnya juga
Seoyeon
Sembuh tidak
Nambah luka iya
Nagyung
Ya lo jangan salah pilih
Chaeyoung
Apalagi ini abang lo yang milih
Abang lo tidak akan kasih cowok gila ke adiknya
Seoyeon
Hah tidak tau ah
Seoyeon menghela nafasnya pelan. Ia tidak sepenuhnya setuju dengan perkataan Saerom. Mungkin kalau perselingkuhan yang Dino lakukan adalah pertama kali bagi Seoyeon, ia akan percaya pada kata-kata sahabatnya itu. Tetapi Dino adalah laki-laki kedua yang selingkuh darinya. Dan itu memberikan rasa sakit yang jauh lebih parah dibanding mantan Seoyeon sebelumnya.
Tiba-tiba gadget nya berbunyi. Ada notifikasi dari Mingyu. Seoyeon mengerutkan kening, bingung. Ia buka chat tersebut dan amarah langsung mendidih di dalam dadanya.
Kak Mingyu
Gue kasih nomor lo ke teman gue
Seoyeon
Sudah gila lo ya
Seoyeon langsung membuka pintu kamarnya secara kasar. Ia ketuk pintu kamar Mingyu secara keras. Gadis itu tidak tau apakah kakaknya bercanda atau tidak, tetapi itu membuatnya kesal. Sampai notifikasi kembali muncuk di layar gadget nya. Ia baca chatnya dan amarahnya semakin memuncak.
“Kak, lo benar-benar sudah gila. Gue kan sudah bilang gue gamau, lo tuh kenapa sih,” Seoyeon lelah. Percuma, kakak laki-lakinya itu tidak akan mau mendengarkannya. Ia memasuki kamarnya, memilih untuk mengabaikan chatnya.
08xx
Salam kenal
Gue dapat kontak lo dari Mingyu