Malam ini aku merasa sangat bahagia mengingat momen pagi tadi ketika bertemu pangeran jamku dan apalagi bisa sampai makan bareng sama dia, aku merasa seperti mimpi. Terkadang aku senyum-senyum sendiri mengingat kejadian itu,rasanya seperti wanita yang sangat beruntung.Tapi aku sadar itu mungkin cuma akan terjadi sekali aja, dan mungkin itu memang hari terbaik. Walaupun aku berharap bisa setiap saat bisa bersama dia. Aku nggak boleh berkhayal terus, tapi aku juga harus berubah agar bisa setara sama dia heheh.
Kenapa aku bilang mau usaha agar setara sama dia, karena aku terlalu bodoh dan dari keluarga yang biasa-biasa saja. Minimal aku bisa mendapatkan peringkat kelas minimal tiga besar, itu termasuk perubahan yang luar biasa dalam hidupku. Aku juga memiliki seorang kakak namanya Rey Ramadhan, usia kakak ku 22 tahun, dia pekerja keras dan termasuk laki-laki idaman menurutku. Coba aja kalo dia bukan kakak aku pasti aku bakal suka sama dia haha. Beda banget sama aku yang kerjaannya cuma rebahan, makan, tidur gitu saja aktivitas aku.
Mulai malam ini aku pingin banget merubah pola kehidupan ku yang abstrak tanpa tujuan ini. Keinginan ku untuk saat ini adalah aku bisa peringkat 3 besar ditahun ini titik nggak ada koma. Karena aku udah niat bisa 3 besar aku harus rajin dan ngerjain tugas-tugas dari guru. Aku melirik jadwal peajaran ku yang aku tempel di dinding meja belajarku, dan aku melihat ada materi matematika untuk besok. Ku putuskan membuka buku matematika yang nggak pernah aku sentuh sebelumnya, aku mulai membaca materi dari awal taoi baru satu menin aku membuka buku itu rasanya seperti minum obat tidur. Mataku sangat mengantuk dan rasanya nggak kuat lagi membaca buku tersebut. Dan tanpa sadar aku pun tertidur dimeja belajar tersebut.
Tiba-tiba ponsel aku berbunyi, ternyata Gea menelfon aku. Aku mengangkat panggilan tersebut dengan nada malas dan mengantuk "Hallo, napa ea"
"Loe udah tidur jam segeni, masih pagi banget woe" ucap Gea dengan nada bercanda
Dengan sedikit melirik jam melihat waktu ternyata baru jam 20.00,"Pagi apaan, dah jam segini juga, gue ngantuk banget habis belajar matematika satu menit" ujarku
"Kesambet apa loe belajar, udah mau insyaf ya bund" dengan nada kaget dan menggoda Dewi, karena Gea nggak menyangka temannya yang bernama Dewi mau belajar apalagi matematika.
"Apaan si, aku lagi pingin aja kan nggak ada salahnya belajar"
"kalo gitu semangat Bund belajarnya, jangan lupa berdoa hahah"
"Gue ngantuk banget nig, udah dulu ya" aku langsung mematikan panggilan tersebut dan langsung pindah menuju kasur aku.
*******
Jam bekerku berbunyi dengan nyaringnya, ku buka mataku dan melihat jam berapa sekarang, ternyata baru jam empat pagi. Aku nggak sadar ternyata menyetel alarm jam segitu, akhirnya aku memutuskan untuk bangun dan melaksanakan sholat malam tahajud. Didalam sholat dan doa aku berhadap dapat merubah diri ku ini menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Setelah shalat tahajud aku memutuskan untuk belajar mata pelajaran hari esok. Karena tekadku yang sudah bulat untuk merubah pola hidupku serta aku ingin peringkat 3 dikelas, maka akupun dengan semangat sedikit-demi sedikit memahami materi-materi yang telah diajarkan oleh guru dikelas. Aku juga berusaha untuk selalu gercep mengerjakan tugas sekolah. Bahkan diriku sendiri yang tadinya boro-boro mau tanya kalau ngga paham pelajaran, sekarang aku mulai tanya-tanya ke temen, anak kelas, bahkan ke guru langsung ketika pembelajaran sedang berlangsung. Sebenarnya aku sendiri ngga membayangkan sih akan melakukan hal ini demi ternotif oleh seseorang yang aku kagumi hahaha.
Jam menunjukka pukul 04.45 WIB dan akupun mulai merasa sangat ngantuk hingga ketiduran di meja belajarku. Ketika aku sedang asyik tidur tiba-tiba handphone ku bergetar cukup nyaring sehingga membuatku terbangun dari kantukku.
"Tetetetetttte...Tetetettettte.........Tetetetteee....Etettett." (Bunyi dering handphoneku)
Dengan mata yang masih tertutup dan nyawa yang belum sepenuhnya terkumpul, aku mengangkat telepon yang berbunyi.
"Hmm...... hallo... siapa ya ....hhhuuaaakkk (menguap dengan agak keras), ada perlu apa?"
"Aku Faris Wi, kamu baru bangun ya hahah." Jawabnya dengan suara agak terkekeh
Aku yang mendengar jawaban itu spontan langsung terkumpul nyawanya dan kaget bukan kepalang. Antara senag tapi malu karena ketahuan baru bangun tidur. Aku spontan langsung menengok jam ternyata waktu sudah menunjukka pukul 06.15. Dalam hati aku berkata "Buset mati aku, malu coy". Akupun menjawab telepon kembali
" Heheh iya kak baru bangun, loh kakak dapat nomor aku dari mana? Kalau boleh tau ada perlu apa ya kak Faris telepon aku pagi-pagi gini?" Jawabku untuk menetralisir suasana
"Aku dapat nomor kamu dari Rey, hmmm sebenarnya ngga ada perlu apa-apa sih cuma mau ngecek ini beneran nomor kamu apa bukan hehehe". Jawabnya kepadaku
"Oh iya kak bener kok ini nomor aku"Jawabku ke kak Faris
"Maaf ya aku ganggu kamu pagi-pagi, ternyata kamu masih tidur juga aku jadi ngga enak ganggu kamu" jawabnya dengan suara yang seperti measa bersalah karena telah meneleponku pagi pagi
Spontan aku langsung jawab dong
"Ngga kok kak aku malah makasih udah ditelepon jadi ngga telat deng berang ke sekolah hehehe". (Dalam hati seneng banget dong ditelepon orang yang ku kagumi)
"Sipppp buruan gih siap-siap, semangat ya buat hari ini, fighhhtinggg". Ungkapnya menyemangatiku memulai aktivitas hari ini. Sambil menutup sambungan teleponnya denganku.
"Tutt..tut..tutt." (Suara sambungan telepon terputus)
Setelah percakapanpan terputus, dengan rasa yang masih antara percaya dan ngga percaya, aku melompat kegirangan dikamarku. Karena aku kurang berhati-hati dan ngga nyadar masih di meja belajar ketika aku melompat seketika itu pula kakiku tersandung meja belajarku.
"Aduhhh..Ahhh.. sakitt". Tanganku sambil memegangi kaki kanaku yang tersandung meja.
"Ah gapapa yang penting aku lagi seneng hahaha".
Lalu aku tanpa pikir panjang langsung bergegas mengambil handuk untuk mandi sebelum berangkat ke sekolah. Ya iya dong masa baru disemangatin ama kak faris, aku nya malas-malasan ngga mungkin lah pasti aku langsung semangat 45 buat berangka ke sekolah dan memulai aktivitasku pagi hari ini. Selesai mandi aku memakai seragam sekolah, kemudia menyiapkan buku-buku mata pelajaran hari ini. Sebelu berangkat sempat ku tengok jam dikamarku menunjukan pukul 06.45. Akupun meninggalkan kamar untuk berangkat ke sekolah. Karena aku biasanya selalu sarapan dulu, maka akupun menuju ruang makan untuk sarapan. Disana sudah ada ibuku yang sedang duduk diruang makan.
"Wi tumben kamu udah siap, mana kelihatanyya lagi seneng banget ya."Ucap ibuku
"Hehehe iya ma tadi bangun pagi jadi cepet deh siap-siapnya". Jawabku kepada Ibu
"Sip gitu dong anak mama, belajar yang rajin ya, gih sarapan nanti kebutu telat" Lanjut ibuku
"Iya ma" Jawabku dengan singkat
Selesai sarapan aku pun langsung berpamitan untuk berangkat ke sekolah.
"Ma aku berangkat dulu ya.. Assalamu'alaikum". ambil mencium tangan ibuku
"Iya, hati-hati ya di jalan". Jawab ibuku sambil mengelus pundakku lirih
Akupun berangkat ke sekolah dengan perasaan gembira sekali pada hari itu. Momen yang kayaknya aku sendiri belum pernah ngalamin semasa hidup hahhaha. Karena jarak sekolah dan rumahku lumayan jauh, aku pun mengendarai angkot untuk menuju ke sekolah.Begitulah aku mengawali hariku pada hari itu ketika pertama kali ditelfon oleh orang yang ku kagumi.