Kehidupan tidak selamanya diatas adakalanya dibawah juga. Dunia ini tak seindah yang kita bayangkan, kita akan banyak mengalami lika liku kerasnya dunia ini. Walaupun tak seindah bayangan kita, kita harus tetap menjalani kehidupan ini dengan kebahagiaan. Kebahagiaan itu nggak perlu mewah, asalkan hati kita bahagia itulah arti kemewahan sesungguhnya. Jalani kehidupan ini dengan mengalir saja nggak perlu terlalu diambil pusing dengan keadaan yang ada.
Saat ini aku sedang berada diruang kelasku, sekarang lagi jam istirahat aku hanya tiduran meletakkah kepalaku dimeja, sambil melihat tingkah polah teman-teman kelasku yang pada jail. Maklumlah anak IPS itu rata-rata jail tapi ngangenin setuju kan hehehe. Setiap hari nggak pernah sepi kelas ku ini, kecuali kalo pelajaran Akuntansi sama matematika baru nggak rame karena guru mata pelajaran itu sangat killer. Nggak bakal ada yang berani ribut maupun tidur waktu pelajaran itu. pernah suatu hari teman aku Arya dia ketiduran saat pelajaran matematika dia langsung langsung dihukum berdiri didepan sambil mengangkat satu kaki dan menjewer telinganya sendiri sampai jam istirahat.
Hari ini aku sangat mengantuk sekali entah kenapa, mungkin karena aku bangun agak lebih awal. Entahlah ku rasa hari ada aku kurang mood, padahal pagi tadi aku bahagia sekali kerena di telfon pangeran jam ku, tapi kenapa ya tiba-tiba aku merasa nggak semangat banget. Dan lagi perut aku lumayan sakit. Apa jangan-jangan aku mau pms. semoga aja nggak si, soalnya aku nggak bawa persediaan ganti hari ini.
"Wi kamu kenapa", Sasa menanyaiku karena melihat aku seperti orang yang kurang sehat
"Nggak papa Kok cuma agak nyeri aja perut aku" jawabku dengan tangan memegang perut yang lagi nyeri
Mendengar jawabanku Sasa menawariku ke UKS,"Ayo ke UKS Wi, aku anterin kesananya"
"Nggak usah Sa, cuma nyeri biasa kok, ini juga udah mendingan"
"Oh ya udah kalo gitu, eh iya aku baru inget tadi waktu aku kekantik aku ketemu sama Kak Faris. Terus kata kak Faris kamu disuruh keruang Klub bulu tangkis wi"
Aku pun langsung bangkit dari duduk ku ingin menuju kesana,"Aku kesana dulu ya" dengan menepuk pundak Sasa dan meninggalkannya
***********
Sesampainya diruang klub bulu tangkis, mataku memandang seluruh penjuru mencari keberadaan kak Faris. Sampai akhirnya aku melihat dia sedang berlatih bulu tangkis dengan temannya. Pangeran jam sangat keren ketika sedang berlatih, keringat yang menetes ketika dia latihan menjadikan dia semakin keren. Aku hanya bisa menggigit jari melihat pemandangan itu. Entahlah aku sudah berapa lama berdiri mematung memandangi pangeran jam, sampai akhirnya aku tersadar ketika ada seseorang yang menepuk pundakku dan ternyata itu pangeran jam. Asli aku malu banget karena sampai nggak sadar kalo pangeran jam udah disebelahku.
"Kamu ngalamunin apa Wi?" ujar kak Faris sambil menepuk pundakku
"Astagirullah!!!", aku benar-benar kaget sekaligus malu ketika tahu yang menepuk pundakku ternyata pangeran jam, aku salting bingung mau berkata apa," eh..emmm...iiii...ehhh anu kak nggak papa" ucapku sambil meringis
Kak Faris tertawa melihat tingkahku akhirnya dia mengajak aku untuk bertemu dengan pelatih dan juga teman-temen atlet bulu tangkis disekolah ku. Aku pun mengikuti langkah kaki Kak Faris, berjalan bersandingan bersamanya. Setibanya dihadapan pelatih aku memperkenalkan diri dan menyapa teman-teman yang lain. Meraka menatap diriku dengan dengan raut gembira, aku merasa senang berada dilingkaran klub bulu tangkis ini. Aku merasa orang-orang yang ada disini asik dan humble.
Pelatih menjelaskan jadwal latihan dan teori dasar tentang bulu tangkis, aku memperhatikan penjelasan pelatih dengan cermat. Kali ini aku tidak mengikuti kelas karena aku dipilih sebagai perwakilan dari kelas IPS untuk mengikutu lomba bulu tangkis tingkat kabupaten. Aku nggak nyangka aku bisa terpilih dalam acara lomba tersebut. Perlombaan tingkat kabupaten akan dilaksanakan 2 minggu lagi. Dan aku disuruh berlatih dengan serius dan rajin agar dapat maksimal diperlombaan tersebut.
Setelah pelatih menjelaskan teori dan mempraktikkan teknik bermain bulu tangkis, aku disuruh untuk berlatih dengan kak Faris. Latihan kali ini hanya latihan dasar, karena aku juga belum memakai baju olahraga aku sekarang masih memakai baju putih abu-abu.Hari ini aku nggak membawa baju olahraga karena nggak ada jadwalnya dan juga nggak tahu kalo akan latihan.Kak Faris menyuruh aku memulai melempar kok ke lawan.
Aku sudah memegang raket dan juga kok, ritme detak jantung ku tak karuan karena aku belum bisa bermain bulu tangkis. Dengan memejamkan mata aku melempar bola kok keatas dan mengarahkan raket menagkap bola kok tersebut, namun usahaku gagal. Berkali-kali aku coba tapi belum berhasil juga. Tiba-tiba kak Faris ada dibelakang aku memegang tangan kanan aku, dan dia berbisik ditelingaku,"Ingat kamu harus fokus dengan titik jatuhnya bola kok itu", kak Faris melempar bola kok itu dan langsung mengayunkan tangan kanan aku yang ada raketnya untuk memukul bola kok tersebut. Dan bola kok jatuh tepat diraket aku, bola kok pun melayag melewati net mengarah ke lawan.
Bola dari bulu angsa itu melayang-layang dan akhirnya terjatuh ditempat lawan, aku langsung bersorak kegirangan melihat bola tersebut jatuh disana dan akhirnya aku bisa mendapatkan poin untuk pertama kalinya. Kak Faris mengacungkan jempolnya dan tersenyum kepadaku.Aku semakin bahagia melihat itu. Ketika aku sedang berloncat-loncat kegirangan tiba-tiba perut aku kambuh lagi. Aku langsung berjongkok dan memegang perutku yang sakit dengan wajah meringis kesakitan.
Melihat kejadian itu Kak Faris langsung menghampiriku, ekspresi khawatir terpancar diraut wajahnya, dia langsung menghampiriki dan menanyakan apa yang terjadi denganku,'Wi kamu kenapa?", sambil menatapku dan bingung harus berbuat apa dengan tatapan cemas
Aku hanya meringis kesakitan dengan tangan memegang perut hanya mampu bergeleng-geleng kepala. Tanpa sadar Kak Faris membopong aku dan membawa aku keruang UKS.Pelatih yang melihat kejadian itu menyuruh kak Faris cepat membawa aku keruang uks. Sesampainya di UKS aku langsung diperiksa sama dokter uks, ternyata aku hanya datang bulan hehehe. Dan parahnya aku nggak membawa roti tawar, di uks pun nggak ada cadangan roti tawa, akhirnya kak Faris berkata akan membelikannya untukku,"Kalo gitu aku pergi dulu mau cari itu buat kamu", ucap dia.
Aku kaget mendengar ucapannya," Hah!!! nggak uss....", belum selesai ngomong pangeran jam udah pergi keluar mencari roti tawar, dokter uks melihat kejadian itu hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala.
"Anak muda zaman sekarang emang ya, kalo sama wanita yang disayang rela ngelakuin apa aja", ucap bu dokter
"Kak Faris cuma temen aku kok bu, kan dia emang baik kepada semua orang bu, kalo nggak percaya tanya aja ke yang lain bu", ucapku dengan pipi memerah, mendengar jawaban aku bu dokter hanya tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.
Setelah beberapa lama pangeran jam kembali dengan membawa roti tawar yang aku butuhkan, dia memberikannya kepadaku dengan malu-malu dan aku pun menerimanya dengan malu. Aku mengucapkan terimakasih setelah itu pangeran jam langsung pergi meninggalkan aku. Memanga pangeran tampan yang sempurna.