Hati siapa yang tak hancur saat seseorang yang dicintainya ternyata menikah dengan pria lain ? Apalagi dia mencintai wanita itu dengan setulus hati. Ardi hanya bisa meratapi nasibnya yang ditinggal menikah oleh kekasih pujaan hatinya. Tidak.. dia tidak boleh lemah, dia harus terlihat tegar. Meskipun sepenarnya air mata yang ada di pelupuk matanya tak dapat dibendung. Apalagi saat pria lain menyebut nama wanitanya... wanitanya ? apa pantas dia penyebutnya sebagai wanita miliknya... apakah dia masih bisa berjuang ? pikiran Ardi semakin berkecamuk. Air matanya menetes tanpa permisi saat Rasyid menyebut nama Kia dan resmi menjadikannya teman hidup. Terbesit kata "Seharusnya aku yang di sana dan bukan dia". Tapi apa yang harus dia lakukan. Menangis ? menunjukkan kelemahannya ? tidak... tidak ak