Meskipun Kia dan Rasyid sudah berada di Semarang tapi tanpa sepengetahuan Kia, Rasyid mencari pelaku utama dari percobaan penculikan mereka. Memang pengendara sudah tertangkap, tetapi ternyata ada dalang utama di balik percobaan penculikan mereka. Posili sangat cepat dalam melakukan penanganan tetapi sayang, si pelaku masih tetap bungkam tentang siapa pelaku utama yang telah menyuruh mereka. Rasyid menerawang kehidupannya, apakah dia mempunyai musuh atau tidak. Lamunan Rasyid buyar ketika sebuah tangan lentik menyentuh pundaknya.
"Mas...ada masalah ?" ucap Kia, Rasyid tersenyum kemudian memeluk Kia.
"Nggak ada sayang... Mas cuma mikir setelah ini kamu nggak boleh capek-capek. Nggak perlu buatin mas kopi seperti ini ya.."
"Maksud mas apa ? mas mau cari pembuat kopi lain ? mas udah nggak