Bagian 1 – Bayangan yang Disembunyikan
Cahaya lampu kota Jakarta menyorot gedung-gedung pencakar langit yang menjulang, seperti simbol kekuasaan yang berdiri gagah. Di salah satu lantai tertinggi gedung Dirgantara Group, Rafael duduk di kursinya. Gelas kristal berisi anggur merah berputar pelan di tangannya.
Ia menatap pantulan wajahnya di jendela kaca besar. Wajah itu penuh kharisma, tapi juga penuh rahasia. Di balik senyumnya, ada topeng yang selama ini ia kenakan. Dunia mengenalnya sebagai CEO sukses, bijaksana, dan penuh wibawa. Namun di balik semua itu, ada ambisi, dendam, dan luka lama yang belum sembuh.
“Arsen,” gumamnya pelan. “Kau pikir kau bisa menjatuhkanku hanya dengan keberanianmu? Kau lupa siapa yang membesarkan kerajaan ini.”
Pintu ruangannya diketuk. Salah satu staf mas