Bagian 1 – Retakan yang Tak Terhindarkan
Hujan turun deras malam itu, menampar kaca jendela apartemen dengan ritme yang menyayat hati. Alena duduk di sofa, menatap kosong pada secangkir teh yang sudah dingin. Sejak berita skandal Arsen menyeruak, dunianya seperti tidak pernah lagi sama.
Arsen berjalan mondar-mandir di ruang tamu. Rambutnya berantakan, kemeja putihnya kusut, dan tatapannya penuh beban. “Mereka semua menutup pintu. Investor menarik diri, dewan mulai menjauh. Aku benar-benar di ujung, Lena.”
Suara itu pecah, bukan karena amarah, melainkan putus asa yang selama ini ia sembunyikan.
Alena bangkit, menghampirinya. “Arsen, kita bisa cari jalan keluar. Jangan menyerah.”
Tapi Arsen justru menggeleng. “Kau tidak mengerti. Mereka ingin menghancurkan namaku. Dan Rafael tidak akan