Bagian 1 – Retakan Kepercayaan
Langkah Arsen terasa berat saat memasuki ruang rapat utama Digantara Corp. Sorot mata para direksi yang menatapnya tajam membuat dadanya semakin sesak. Beberapa laporan keuangan di meja memperlihatkan anomali yang mencurigakan: aliran dana besar hilang entah ke mana.
Seno, yang duduk di sampingnya, menyodorkan berkas. “Arsen, ini tidak masuk akal. Ada transaksi fiktif dengan tanda tanganmu di dalamnya.”
Arsen memejamkan mata, menahan amarah. “Itu bukan tandatanganku.”
Bisik-bisik di ruangan makin keras. Seolah kepercayaan yang ia bangun selama bertahun-tahun retak hanya karena selembar kertas.
---
Sementara itu, Alena berlari kecil menuju lobi kantor. Ia mendapat pesan singkat dari seseorang tak dikenal: “Jika kau ingin tahu siapa yang mengkhianati Arse