Bagian 1 – Luka yang Terbalas
Malam itu, udara dingin menusuk hingga ke tulang. Di luar, hujan baru saja reda, menyisakan aroma tanah basah yang menempel di udara. Rumah besar keluarga Prameswari berdiri kokoh, namun suasana di dalamnya penuh ketegangan.
Alena duduk di kursi ruang tengah, tubuhnya diselimuti kain hangat. Sorot matanya sayu, wajahnya masih pucat setelah hari-hari panjang bergelut dengan luka fisik maupun batin. Namun di balik keletihan itu, ada cahaya kecil yang tidak padam: keinginan untuk tetap bertahan, demi dirinya, demi Arsen, dan demi cinta yang telah mereka perjuangkan mati-matian.
Arsen berdiri di sampingnya, tangannya menggenggam erat jemari Alena. Dalam genggaman itu ada janji, ada keyakinan bahwa semua yang telah mereka lalui bukan sia-sia. Luka-luka yang dito