Marius duduk sendirian di bawah kegelapan, kepalanya menengadah menikmati sapuan angin dan rintikan salju yang turun. Dinginya malam yang tenang dan indah, berbanding balik dengan suasana hatinya malam ini.
Tangan Marius terangkat, pria itu menatap sendu salju yang hinggap di punggung tangannya. Hatinya selalu terguncang setiap kali berada di bawah salju saat tengah malam, hal itu mengingatkan dirinya pada masa lalu saat Kimberly bunuh di diri di bawah salju yang turun dan di tengah-tengah kebahagiaan semua orang yang menyambut natal.
Bibir Marius sedikit terbuka, pria itu membuang napasnya perlahan bersama dengan kepulan dingin yang keluar dari mulutnya. Sudah dua hari ini Marius mengurung diri, pria itu merenungkan sesuatu yang tiba-tiba muncul di perasaan dan pikirannya.
Hati Marius