“Sudah cukup winter,” geram Marvelo begitu kesal.
Winter yang masih tertawa hanya mengangguk kecil.
“Kau sangat kasar pada wanita,” protes Winter seraya menumpukan beberapa buku dan menyimpannya di meja kecil.
Marvelo langsung bertolak pinggang, “Aku tidak akan sekasar ini jika kau tidak berbicara sembarangan.”
“Baiklah, aku mengaku salah” Winter tersenyum, gadis itu perlahan duduk di sisi ranjang, tangannya kembali menepuk-nepuk sisi ranjang yang masih kosong. “Kemarilah, tidur di sini. Kau jangan takut, aku tidak akan memperkosamu meski kau tampan menggoda.”
Marvelo tercengang kaget mendengarkan perkataan vulgar yang keluar dari mulut Winter Benjamin. Entah sudah berapa banyak kata-kata kasar dan kotor yang Marveo dengar dari mulut Winter, gadis itu mengatakan semuanya dengan begitu