Xu Ruyun tidak pernah menyangka bahwa Ye Feng bisa kembali hidup-hidup!
Waktu lima tahun di penjara, tak mampu membunuhnya…
Bahkan para pengikut yang ia kirimkan pun tak mampu menyelesaikannya?
Bagaimana mungkin nyawa bocah ini begitu awet seperti formalin!
"Aku tidak hanya masih hidup," kata Ye Feng sambil melangkah perlahan ke dalam ruangan, "tetapi aku juga hidup dengan sangat baik!"
"Apakah kau yang membunuh Paman Bao dan yang lainnya?" tanya Ye Ze dengan penuh emosi.
“"Apa yang kau maksud itu adalah orang-orang yang menjemputku dari penjara?" Ye Feng menjawab dengan tenang, "Tenang saja, mereka sudah pergi dengan sangat damai ke alam lain."
“Aku menghadiahi mereka dengan satu sayatan di leher, mereka bahkan tidak sempat merasakan rasa sakit ketika mereka mati.”
"Dasar kau… badjigan..!!!" Ye Ze mengeretakan gigi saking marahnya.
Walau Paman Bao dan yang lainnya adalah mantan para preman jalanan yang sudah di jadikan pengikut oleh Ibunya, mereka jugalah yang telah membantu Ye Ze membangun otoritas dan wibawanya di sekolah.
Sehingga saat ini Ye Ze cukup bergantung pada mereka, bahkan menyebut pemimpin mereka dengan akrab sebagai Paman Bao.
Xu Ruyun segera menenangkan dirinya, alisnya terangkat, dan dengan nada marah lalu berteriak, "Kenapa kau kembali kesini?”
“Kau itu adalah aib bagi keluarga ini!”
“Dasar anak sampah..!"
Sambil berbicara, Xu Ruyun melemparkan selembar koran, dan menambahkan, "Pagi ini, keluarga Ye telah mengeluarkan pernyataan resmi untuk mengeluarkanmu dari keluarga inti untuk selamanya.”
“Saat ini kau bukan lagi anggota keluarga Ye, dan aku tidak mau mengakui memiliki anak sepertimu.”
“Jadi…. cepatlah pergi dari sini!"
Dengan kepala terangkat tinggi, Xu Ruyun memandang Ye Feng dengan tatapan meremehkan, seolah melihat anjing yang di terlantarkan oleh majikannya.
Meskipun bocah ini memiliki nyawa yang banyak, itu idak ada artinya..!
Tanpa perlindungan dari sebuah keluarga, dia hanyalah semut yang terombang ambing di genangan air.
"Keluar dari sini..!!!”
“Aku tidak pernah memiliki saudara laki-laki yang pernah dipenjara, mendengar itu saja sudah membuat ku malu!" Ye Ze juga mengusirnya dengan penuh penghinaan.
Menghadapi ejekan dari ibu dan saudaranya, Ye Feng tetap tenang dan santuy.
"Sebenarnya aku datang ke sini untuk menyelesaikan urusanku yang belum tuntas!" Ye Feng berkata dengan tegas, dan terus melangkah maju.
"Hey kau... kau ingin melakukan apa?"
Mendapati Ye Feng mendekat, Xu Ruyun merasa sedikit gentar.
"Tuan Muda Besar, tolong cepatlah pergi.,,”
“Jangan sampai membuat keributan lagi."
"Benar, kau sudah pernah masuk penjara sekali, apakah kau ingin masuk penjara lagi?"
Melihat situasi tersebut, para pelayan di rumah langsung berkerumun, berusaha menghalangi Ye Feng.
Mereka mencoba untuk berbicara dan berusaha untuk melindungi majikan mereka.
"Menjauhlah… dasar pembantu bodoh…."
“Aku ini Tuan Muda kalian, berani sekali kalian mengaturku…!!” teriak Ye Feng dengan nada sangat marah.
Mendengar hal itu para pelayan pun langsung mundur dengan teratur.
Saat ini, Ye Feng seolah menjelma seperti pedang yang tajam… membuat orang lain enggan mendekat dan mencoba menghindari karena takut terluka.
"Apa yang akan kau lakukan…. Apa yang kau inginkan?" adik laki-lakinya…
Ye Ze, berdiri menghadang di depan ibunya.
Dia menunjuk ke arah Ye Feng dan berteriak, "Kau sudah secara resmi bukan lagi bagian dari keluarga Ye, dan tempat ini bukan tempatmu untuk bertindak semena-mena!"
Ye Feng langsung mengulurkan tangannya, bagaikan dewa kematian dia mencengkeram dengan erat tenggorokan Ye Ze.
"Kakak laki laki paling tua itu sudah bagaikan seorang ayah!"
Ye Feng dengan suara dingin berkata, "Dimana kau taruh sopan santunmu itu, berani sekali kau bicara seperti itu kepada kakak laki lakimu ini.”
Wuuss..!
Ye Feng menghempaskan tangannya, seolah seperti membuang sampah…
Dia melemparkan Ye Ze dengan keras ke belakang.
"Ze'er anakku sayang….!" Xu Ruyun begitu terkejut melihat hal ini.
Dan dia pun langsung marah kepada Ye Fenga, "Kau…. Beraninya kau memukul anakku!"
"Aku tidak hanya berani memukulnya," kata Ye Feng dengan cepat menjawab ocehan Xu Ruyun..
“Aku juga berani untuk memukulmu dasar Wanita pembawa bencana!" Dengan cepat Yi Feng segera menghapiri Ibu tirinya.
Plakk…!
Ye Feng langsung melayangkan tamparan ke wajah Xu Ruyun.
Seketika, Xu Ruyun jatuh terjerembab ke lantai.
"Tamparan ini aku berikan untukmu, karena sudah gagal mendidik anak yang tidak bisa menghormati kakak laki lakinya!"
Suara tamparan yang nyaring tersebut langsung membuat semua orang di tempat itu terdiam.
Mereka tidak menyangka bahwa Ye Feng yang baru saja keluar dari penjara, langsung berani menampar Ibu tirinya?
“Ini benar-benar di luar nurul.” kata seorang pelayan..
“Benar, ini sudah sangat tidak masuk akal..” ucap pelayan yang lain.
Namun, kedatangan Ye Feng bukanlah untuk reuni keluarga.
Kebencian dan dendam seorang pria, biasanya bisa dilakukan dalam waktu sepuluh generasi!
Tapi untuk kasus Ye Feng ini berbeda, dia tidak perlu menunggu hingga sepuluh generasi, dan tidak butuh waktu yang lama.
Dia ingin langsung membayar kontan apa yang sudah mereka perbuat kepadanya.
"Kau... kau berani memukulku!!" sambil mencoba untuk berdiri Xu Ruyun mencoba untuk bicara.
Dia sangat terkejut oleh tamparan itu.. sambil menutupi pipinya dengan wajah penuh ekspresi tidak percaya kalau Ye Feng berani melakukan hal itu kepadanya.
Plaakk..!
Kemudian tamparan kedua yang rasanya lebih berat dan lebih keras dari yang pertama.
Dan sekali lagi, Xu Ruyun terjembab di lantai!
"Dan tamparan yang ini, untukmu yang berani memfitnahku dan sudah terang terangan berani mengacaukan keluarga Ye-ku!"
Xu Ruyun pun merasakan kepalanya berdengung kencang.
"Dasar anak durhaka, kau…"
Plak..!!!
Sebuah tamparan keras kembali menghantam wajah Xu Ruyun.
“Tamparan ini, sebagai hukuman bagi hatimu yang dingin dan kejam, Iblis Perempuan menghalalkan segala cara untuk keserakahan.”
“Dan juga termasuk karena telah membuatku merasakan lima tahun siksaan di penjara!”
Xu Ruyun terjatuh ke lantai sekali lagi, dia tertekan oleh aura Ye Feng.. hingga tak mampu melontarkan sepatah kata pun.
Plaaak…!!!!!
“Tamparan ini…”
Ye Feng teringat akan Jin Xu Yi, serta semua korban dari kecelakaan yang terjadi di masa lalu.
“Tamparan ini, adalah untuk semua korban dari kecelakaan yang merenggut nyawa dan melukai tujuh jiwa itu!”
Darah pun mengalir dari sudut bibir Xu Ruyun.
Plaaak…!!!!!
“Dan tamparan ini, agar kau selalu ingat: aku, Ye Feng… telah kembali..!!!”
Pipi Xu Ruyun pun membengkak setelah menerima 5 tamparan keras Ye Feng.
Di hadapan banyak mata para pelayan, dia dipermalukan berkali-kali oleh anak tirinya.
Dan ini adalah sebuah aib yang sangat memalukan bagi seorang wanita terpandang seperti Xu Ruyun.
Amarahnya membakar jiwa, tubuhnya bergetar hebat… tapi dia tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun.
“Kau membuatku meringkuk di balik jeruji selama 5 tahun, kini aku kembalikan kembali angka 5 itu dengan 5 tamparan ini padamu!”
“Tapi, jangan pernah berfikir ini adalah akhir... ini adalah baru permulaan saja dariku!”
“Memangnya apa yang bisa kau lakukan?”
Xu Ruyun menatap dengan mata melotot tajam ke Ye Feng, dengan nada dingin menjawab, “Jika kau berani, bunuh saja aku sekarang!”
Dengan penghinaan seperti ini dari putra tirinya, Xu Ruyun lebih memilih untuk mati.
“Membunuhmu… Ha ha ha…”
Ye Feng tertawa sinis, “Kini, membunuhmu itu sudah semudah membunuh seekor kutu bagiku!”
Langsung membunuh Xu Ruyun saat ini, terlalu mudah dan terlalu murah untuknya.
“Aku akan mengambil kembali, segala sesuatu yang seharusnya menjadi milikku!”
“Segala sesuatu milik keluarga Ye!”
“Aku juga akan mengembalikan semua penderitaan yang kuterima, sepuluh kali lipat, atau bahkan seratus kali lipat kepadamu!”
“Kau…. dan anak lelaki-mu yang tidak punya adab itu tinggal menunggu waktunya saja!”
Padahal sebelum dia di penjara lima tahun yang lalu, Ye Feng pernah berpikir untuk menyerah untuk hak waris keluarga dan menyerahkan itu kepada adik tirinya Ye Ze.
Namun karena Xu Ruyun sudah dipenuhi dengan rasa tamak yang tinggi.. dia tetap berusaha untuk menghabisi nyawa Ye Feng.
Tapi kali ini… Ye Feng pun bersikeras untuk menghadapi segala tantangan, merebut kembali semuanya dari tangan Xu Ruyun, dan membalasnya dengan sepenuh hati!
Setelah mengumumkan segalanya, Ye Feng berbalik dan pergi.
Tinggalah para pelayan yang saling tatap, tak berani untuk menghela nafas sedikit pun.
“Dari yang kulihat, sepertinya Tuan Muda besa telah berubah menjadi sosok yang berbeda…”
“Tekanan yang dia tunjukkan barusan sungguh menakutkan…”
“Nyonya… Tuan Muda Kecil! Apakah kalian baik-baik saja!”
Akhirnya Ibu dan anak itu dibantu oleh para pelayan untuk bangkit.
“Ibu… dia sudah memukulku…” Ye Ze merasakan seluruh tubuhnya nyeri, wajahnya biru kena tampar Ye Feng.
“Dari kecil hingga sekarang aku sudah besar… belum pernah ada yang berani memukulku Bu!”
Xu Ruyun juga memegangi pipinya yang bengkak seperti bakpau, merah seperti cabai dapur… perasaan nya pun campur aduk antara terkejut dan marah.
“Pergi….!”
“Kalian semua, pergi dari sini!”
“Jika kalian berani menyebarkan sedikit saja tentang apa yang terjadi di sini hari ini, aku akan memotong lidah kalian!”
Xu Ruyun berteriak, mengusir semua pelayan yang ada.
Setelah itu, Xu Ruyun mengeluarkan ponselnya dan menekan sebuah nomor, sambil terisak dan menangis.
“Saudaraku…!”
“Anak b******k itu sudah kembali kesini!”
“Dia bahkan berani memukulku wajahku sebanyak 5 kali…”
“Kau harus membalaskan dendam untukku!!!”
“Dasar anak b******k… ‘dia’ itu Ye Feng, si anak b******k itu!”
“Ternyata dia masih hidup..?”
“Cepat cari orang-orang tangguh untuk membunuhnya!”
Xu Ruyun menggeram melalui telepon, sambil gigi terkatup rapat.
Di sisi lain telepon, seorang pria paruh baya terbaring di atas ranjang yang mewah dan luas, dikelilingi oleh dua wanita muda yang cantik.
Pria ini adalah Xu Ruhai, kakak dari Xu Ruyun.
Keluarga Xu, termasuk dalam sepuluh keluarga kaya di Yan Jing, dan Xu Ruhai sebagai salah satu pewaris keluarga.. dia memiliki pengaruh yang sangat besar.
Setelah mendengar tangisan adiknya, ekspresi Xu Ruhai mulai berubah suram, membuat kedua wanita di sampingnya merasa ketakutan dan mundur dengan cepat.
“Apaa…!!!”
“Jadi anak b******k itu, ternyata masih hidup?”
“Benar-benar beruntung sekali dia!”
“Kau tetap tenang… jangan menangis.”
“Adikku, biar kakak-mu ini yang akan menyelesaikannya!”
“Aku akan segera mengirim orang yang ahli untuk menangkap bocah itu dan menyiksanya perlahan-lahan!”