Akhirnya, malam pun telah tiba.
Angin sejuk berhembus lembut, sinar bulan memancarkan pesona yang menenangkan.
Setelah meninggalkan rumah keluarga Ye di Villa Yulong.
Rasa sesak yang sudah terpendam selama bertahun-tahun di d**a Ye Feng akhirnya menemukan jalan untuk dilepaskan.
Seluruh perasaan dan jiwanya pun terasa lebih ringan.
Hanya saja, saat dia kembali ke rumah, ia tidak bertemu dengan ayahnya.
Mengingat ayahnya yang semakin menjauh dan dingin kepadanya setelah Ayahnya menikahi wanita yang dianggapnya sebagai Iblis Perempuan itu.
Bahkan Ayahnya, dengan terang terangan membiarkan wanita itu mengendalikan segalanya, termasuk memasukan nya ke dalam penjara.
Hal itu membuat hati Ye Feng kecewa besar terhadap Ayahnya.
Ye Feng tidak percaya bahwa ayahnya benar-benar tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya.
“Ayah yang tidak punya perasaan, bagus juga tadi aku tidak sampai bertemu dengan nya.”
Akan tetapi... sekarang ia tak memiliki uang, tak memiliki kekuasaan, dan tak memiliki pengaruh.
Ye Feng hanya seorang diri, menghadapi keluarga Ye seperti ini.. itu ibarat semut yang berusaha menggoyangkan pohon raksasa.
Namun, tak lama lagi semua itu akan segera berubah.
“Baiklah, saatnya bertemu dengan orang-orang dari Master Ketigaku.”
Master Ketiga Ye Feng adalah mantan orang terkaya di dunia.
Meskipun kini keluarganya telah jatuh dan terpuruk, Namun ia masih memiliki aset tak terlihat yang dapat membantunya meraih kesuksesan.
Tiba-tiba… ponselnya miliknya bergetar.
Ternyata dari Zhao Wanting.
“Tuan Ye, apakah anda punya waktu luang malam ini?”
“Saya ingin mengajak Anda makan malam, sekalian memberikan sisa kekurangan satu juta sebagai ungkapan terima kasih.”
“Bagaiimana…???”
Melihat waktu yang sudah hampir larut, perut Ye Feng juga mulai keroncongan, sehingga ia pun menyetujui ajakan tersebut.
“Okay… kita bertemu nanti malam!” ucap Ye Feng singkat.
Waktupun berlalu…. Ketika waktu sudah mulai malam… Ye Feng tiba di sebuah hotel bintang tujuh yang telah disepakati.
Ye Feng melangkah masuk ke lobi lantai satu.
Dekorasi interiornya yang mewah, dengan cahaya gemerlap dan suasana yang ramai.
Ketika menengok sekeliling, di antara kerumunan pengunjung yang sedang makan, Ye Feng tidak melihat Zhao Wanting, melainkan sosok familiar lainnya yang cukup menarik perhatiannya.
Sosoknya anggun, rambut hitamnya terurai bagaikan awan. Fitur wajahnya menawan, kulitnya seputih porselen.
Ia duduk sendirian, seolah memancarkan keindahan yang tak tertandingi, elegan dan memikat.
“Su Shan??”
Ye Feng dengan penuh semangat melangkah maju, menyapa sambil tersenyum.
Mendengar namanya dipanggil, Su Shan mendongkak dengan santai.
Namun, saat matanya bertemu dengan Ye Feng, terbersit rasa terkejut yang segera diikuti oleh kebahagiaan.
“Ye Feng… kaukah itu??”
Su Shan dengan antusias berdiri, mengamati Ye Feng dari atas hingga bawah, memastikan bahwa ia tidak salah mengenali, sebelum akhirnya bertanya.
“Apakah kamu sudah keluar?”
“Hmm...!”
Ye Feng mengangguk, “Yoi… Aku baru saja keluar hari ini.”
“Baguslah, aku senang mendengarnya…” Su Shan benar benar merasakan kebahagiaan yang tulus untuk Ye Feng.
Mereka adalah teman sekelas di sekolah menengah, bahkan pernah duduk bersebelahan selama satu semester.
Setelah lulus, ketika Ye Feng dipenjara, Su Shan adalah satu-satunya orang yang pernah mengunjunginya di penjara.
Kebaikan ini selalu terpatri dalam ingatan Ye Feng.
Karena bagi Ye Feng yang saat itu terpuruk dalam kesedihan dan keputusasaan, kunjungan itu bagaikan cahaya yang memberi harapan, memberikan keberanian untuk terus bertahan.
Saat itu, Ye Feng berjanji dalam hati, jika suatu hari ia bisa keluar hidup-hidup dari penjara, ia pasti akan membalas budi baik Su Shan tersebut.
Namun, ia tidak menyangka, di hari pertamanya keluar dari penjara, ia dapat langsung bertemu dengannya.
Su Shan mempersilakan Ye Feng untuk duduk, dan mereka pun terlibat dalam obrolan yang menyenangkan.
“Apakah kamu makan sendirian di sini? Kenapa masih belum memesan makanan?”
Melihat meja yang kosong, saat Ye Feng hendak memanggil pelayan untuk memesan.
“Nona Su Shan, ada apa ini?”
“Bukankah kamu datang untuk mengatur kencan buta dengan saya?”
“Lalu, kenapa ada pria lain di sini?”
Tiba-tiba, seorang pria dengan perut buncit mendekat dan berdiri di samping meja.
Seperti suami yang mendapati istrinya sedang berselingkuh, pria tersebut menatap Ye Feng dengan tatapan penuh kebencian.
Ye Feng mengangkat kepalanya dan melihat sosok pria itu, yang tampaknya berusia sekitar tiga puluh tahun, tinggi besar.. mengenakan barang-barang bermerek yang mencolok seolah olah ingin menunjukkan kekayaan nya.
Namun, meskipun masih muda, ia terlihat sedikit botak, langkahnya goyah, dan matanya tampak cekung..
Jelas sekali bahwa keseringan ngeSeks dalam kehidupan malam dan kebiasaan minum alkohol membuatnya terlihat tidak bernergi.
Dan Su Shan akan berkencan dengan pria ini?
Ye Feng mengernyitkan alisnya, jelas bahwa sosok di depannya bukanlah pasangan yang baik untuknya.
"Maaf, Shao Xie."
Su Shan dengan canggung berdiri dan segera menjelaskan, "Ini adalah teman sekelas saya waktu kami duduk di bangku SMA..."
"Saya tidak peduli siapa dia!"
Shao Xie menunjuk Ye Feng dengan nada perintah, "Sebaiknya anda segera pergi dari sini!"
"Su Shan adalah wanitaku, dan sebaiknya kamu tidak usah berharap banyak!”
“Sudah sana cepat pergi!"
Ye Feng sudah merasa tidak suka dengan pria ini sejak awal, dan dengan kata-kata kotor yang meluncur dari mulutnya, ia tidak menunjukkan rasa hormat kepada Ye Feng maupun Su Shan.
Seandainya bukan karena Su Shan ada di tempat itu, Ye Feng pasti sudah menamparnya hingga terbang.
"Su Shan, kita sudah lama tidak bertemu. Hari ini aku yang traktir, jadi jangan pikirkan kencan itu."
"Lagipula, orang seperti ini tidak layak untukmu!"
Begitu perkataan itu keluar, Shao Xie langsung tersulut emosi.
"Apa katamu…??”
“Aku tidak layak?"
"Lalu, apakah seorang bocah miskin sepertimu lebih layak?"
Shao Xie mengamati Ye Feng, melihat pakaiannya yang murah, seluruh penampilannya tidak lebih dari lima puluh yuan.
Dia pun berasumsi dan menganggap Ye Feng adalah bocah dari keluarga kismin.
Bagaimana mungkin bisa dibandingkan dengan dirinya yang penuh dengan barang-barang bermerek?
"Kau masih ingin berpura-pura menjadi orang kaya…sok sok-an mengundang orang lain makan?”
“Hmm,…, sebaiknya kau lihat dulu menu nya, makanan di sini bukanlah sesuatu yang bisa kau beli?"
Su Shan juga tahu bahwa restoran ini memiliki standar yang sangat tinggi, dengan biaya minimum mencapai ribuan yuan.
Ia khawatir Ye Feng yang baru saja keluar dari penjara pasti tidak memiliki banyak uang.
Oleh karena itu, ia berkata, "Ye Feng, biarkan aku yang mentraktir kali ini."
"Kau yang mentraktir?" Shao Xie melihat Su Shan yang tiba-tiba membela bocah miskin itu melawan dirinya, dan hatinya semakin tidak senang.
"Pelayan!"
Shao Xie segera memanggil pelayan dan memarahi, "Bagaimana kalian bekerja? Kenapa semua orang bisa masuk?"
"Orang-orang seperti ini, apakah pantas makan di tempat yang sama dengan kita?”
“Jadi untuk apa aku menjadi member di sini?"
Pelayan yang menerima kemarahan tersebut hanya bisa terus meminta maaf.
Karena, Tuan Shao Xie adalah anggota VIP hotel ini, menghabiskan ratusan ribu yuan setiap tahunnya, dan pihak hotel pastinya tidak ingin membuatnya tersinggung ataupun membuatnya marah.
Melihat Ye Feng yang duduk dengan pakaian biasa, pelayan tersebut pun tak dapat menahan diri untuk menilai berdasarkan penampilan, mereka mulai bersiap untuk mengusirnya.
"Tuan, apakah Anda sudah siap untuk memesan?"
"Kami sudah siap!" Su Shan cepat-cepat menjawab,
"Bawa menunya ke sini!"
Namun, pelayan itu tidak bergerak, hanya tersenyum kikuk dan berkata, "Karena kami menerima keluhan dari tamu, sebelum memesan, kami perlu memeriksa kemampuan finansial kalian berdua untuk memastikan apakah kalian mampu berbelanja di sini."
Mendengar kata 'pemeriksaan finansial', Su Shan langsung merasa marah.
"Apa maksud perkataanmu itu?”
“Takut kami tidak mampu membayar makanan? Kalian benar benar sudah meremehkan orang lain!"
Su Shan menatap Ye Feng, "Ayo, kita pindah ke tempat lain untuk makan."
Ye Feng dengan tenang menggelengkan kepala, memberi isyarat pada Su Shan untuk bersabar dan tetap duduk saja. Dia bukanlah tipe orang yang mudah mundur.
"Apakah hanya pemeriksaan finansial? Biarkan saja mereka memeriksa."
Sambil berbicara, Ye Feng mengeluarkan kartu bank yang sempat diberikan oleh Zhao Wanting, dan menyuruh pelayan untuk melakukan pemeriksaan.
"Hmm..!"
Shao Xie tidak menyangka bahwa Ye Feng benar-benar berani untuk diperiksa, dan tak bisa menahan tawa sinis, "Aku ingin melihat, berapa banyak uang yang ada di kartu itu!”
“Berani-beraninya berpura-pura kaya di hadapanku!"
Kebisingan mereka mulai menarik perhatian dari para tamu lain. Beberapa kenalan Shao Xie yang mengenalnya pun ikut bersorak.
"Shao Xie, ada apa ini, sampai marah sebesar itu?"
"Perlukah saya memanggil seseorang untuk meminta bantuan?"
Shao Xie menjawab, "Santai saja, ini hanya masalah kecil, tak perlu khawatir."
"Anak ini cukup tidak tahu diri.”
“Aku sudah meminta pelayan untuk memeriksa kemampuan finansialnya, dan sebentar lagi juga dia akan diusir dari sini!"
Mendengar soal pemeriksaan finansial, banyak orang langsung tertarik.
"Sangat jelas dia seorang bocah miskin, memangnya ada berapa banyak sih uangnya yang ada di kartu itu?"
"Kalau dia berhemat sebulan untuk bisa makan di sini, pasti dia harus makan mie instan selama sebulan penuh!"
"Jika dia mampu lebih dari seratus ribu, aku akan langsung memakan meja ini!"