"Emb," ucap Diandra hanya dengan beberapa kali anggukan saja. Terlihat Rey yang menatap wajah cantik Diandra meskipun tanpa make up saat itu karena Gadis itu baru bangun tidur membuat jemari tangan Rey membelai lembut salah satu sisi wajah Gadis itu di sana dan anehnya Diandra tidak menolak apa yang jemari tangan lelaki itu lakukan.
"Apa kau menyukainya? jika Iya aku bisa melakukan lebih dari ini bagiku sangatlah mudah," ucap Rey saat itu ketika ia melihat Diandra sudah beberapa kali memejamkan kedua matanya seolah terbuai oleh belaian jemari tangan Rey saat itu, hingga Diandra menyadari jika ia tidak boleh berlama-lama lagi di tempat itu. Akhirnya gadis itu pun lalu membuka matanya begitu saja ketika mendengar ucapan Rey saat itu dan berusaha untuk lepas dari kurungan kedua tangan lelaki itu di sana.
"Aku sungguh tidak bisa lama-lama di sini Rey. Tolong mengerti aku ya Aku pergi dulu," ucap Diandra saat itu pada Rey, kemudian lelaki itu tidak bisa menolak apa yang Diandra lakukan akhirnya Gadis itu lepas dari kurungan tangannya kemudian melonjak dari atas pembaringan membiarkan Rey yang masih berada di sana.
"Tunggu Di," ucap Rey sebelum gadis itu beranjak pergi dari hadapannya.
"Pikirkan lagi, aku menunggu keputusanmu jika kamu tidak cepat memberiku jawaban tidak ada cara lain selain merebutmu paksa dari Gerry, aku tidak mau berbagi dengan lelaki lain," ucap Rey saat itu pada Diandra namun bagi Diandra apa yang Rey katakan itu salah karena mengingat Diandra sejak awal sudah menjalin hubungan dengan Gerry dan lelaki itu masuk dalam hubungan ia dan juga Gerry, merusak suasana hati Diandra di sana.
"Akan aku pikirkan Rey," ucap Diandra kemudian yang lalu segera membawa masuk seluruh pakaian yang terlepas dari tubuhnya menuju ke arah kamar mandi gadis itu lalu menutup pintunya di sana. Namun sebelum Diandra masuk ke dalam kamar mandi gadis Itu sekilas menatap 2 piring roti sandwich dan juga 2 minuman hangat yang ada di atas meja yang tidak jauh dari ranjang tanda Rey sudah mengambilkan sarapan untuknya di sana karena roti serta minuman yang ada di gelas itu ada dua tiap porsinya.
"Rey, kenapa kamu harus sebaik ini padaku kenapa kamu harus semanis ini hanya untuk mengambil hatiku tidak bisakah kamu jahat seperti sebelumnya tidak bisa kah kamu menjadi seorang pemaksa seperti yang sebelumnya biarkan kamu menjadi egois dan biarkan aku membencimu seperti kemarin bukan seperti hari ini aku benci hatiku yang goyah seperti ini karena aku bukan tipe gadis yang bermain dengan perasaan aku tidak mau menyakiti hati orang lain dan aku juga tidak mau disakiti," ucap Diandra dalam hatinya ketika ia sudah berada di dalam kamar mandi kemudian Gadis itu segera mengenakan pakaiannya di sana tanpa mandi terlebih dahulu karena Diandra khawatir jika ia akan semakin lama berada di sana jika ia harus mandi sekalian.
Kemudian untuk beberapa saat terdengar suara ketukan dari luar pintu kamar hotel yang Rey tempati. Rey kemudian bergegas menuju ke arah pintu kamarnya karena ia sudah langsung bisa menebak siapa orang yang tengah mengetuk pintu kamar itu pagi-pagi sekali dan tebakan Rey benar ketika lelaki itu tengah mengintip dari lubang intip pintu kamarnya, terlihat Gerry tengah berdiri mematung di sana dengan wajah datar tanpa ekspresi.
"Kenapa hatiku bahagia sekali ketika melihat wajahmu yang seperti itu Gerry. Andai saja aku bisa mengatakan yang sebenarnya pada Calista bagaimana sih sifatmu sebenarnya pasti dia benar-benar akan marah tetapi aku tidak ingin hatinya terluka karena aku teramat mencintainya meskipun dia sangat mencintaimu dan aku berhak membencimu karena hal itu," ucap Rey saat itu dengan sebal yang ada di hatinya kemudian lelaki itu segera membuka pintu kamarnya tersebut, kini keduanya saling berhadapan satu sama lain.
"Selamat pagi Pak Gery tumben-tumben pagi-pagi sekali seperti ini anda mencari saya, Apakah ada yang bisa saya bantu?" ucap tanya Rey saat itu pada Gerry seolah ia tidak tahu apa yang Gerry cari pagi itu di kamarnya.
"Diandra di mana dia?" ucap tanya Gerry kemudian dengan kedua mata yang sudah menatap ke arah dalam kamar Rey saat itu seolah tengah mencari keberadaan gadis yang saat itu tengah ia cari sembari mengedarkan pandangannya di sana.
"Pak Gery sepertinya anda itu salah kamar kenapa mencari Diandra di kamar saya bukankah Diandra ada di kamar sebelah sana?" ucap Rey saat itu pada Gerry dan ketika lelaki itu akan pergi dari depan pintu kamar Rey di saat yang bersamaan Diandra keluar dari dalam pintu kamar mandi di sana tatapan mata Diandra menatap ke arah Gerry berada tatapan keduanya beradu di sana kemudian Gary langsung berpaling dan pergi begitu saja meninggalkan pintu kamar yang ada di depannya.
"Aduh gawat!" ucap Diandra saat itu yang lalu segera berlari menuju ke arah pintu tanpa permisi pada Rey Diandra segera keluar begitu saja dari dalam kamar Rey yang saat itu pintunya masih terbuka dan Rei masih berdiri mematung di samping pintunya lelaki itu bisa melihat Diandra mengejar Gery saat itu dan terlihat Gerry pun langsung masuk ke dalam kamarnya. Tampak Diandra mematung di depan pintu kamar Gary di sana Gadis itu mengetuk beberapa kali pintu kamar Gerry saat itu tetapi tidak ada sambutan dari dalam seolah Gerry tengah menunjukkan pada gadis itu jika ia marah pada Diandra dan Apa yang terjadi pada kedua orang tersebut membuat Rey tersenyum senang dalam hati lelaki itu begitu puas karena sudah memberi pelajaran pada wanita yang ia benci karena sudah mengambil hati lelaki yang Calista cintai dan ditambah lagi Rey seolah sudah berhasil balas dendam pada Gerry atas perlakuannya yang curang di belakang Calista.
"Calista maafkan aku karena tidak bisa menceritakan semua ini padamu tapi kamu tenang saja aku sudah membalaskan dendam kamu dan juga rasa sakit hati kamu. Jadi kamu bisa tenang di sana Aku pastikan sebentar lagi mereka akan putus dan terpisah dan lagi pasti gadis yang sudah merebut hati suamimu akan pergi dari perusahaan akan Aku pastikan jika Gadis itu tidak akan menjadi pengganggu perasaan cintamu pada Gerry aku akan pastikan itu untukmu jadi kamu tenang saja," ucap dalam hati Rey saat itu yang merasa begitu lega di sana kemudian lelaki itu segera menyantap sarapan yang ada di atas meja yang ada di dalam kamarnya, saat itu Rey menghabiskan 2 roti sandwich yang ada di atas piring dan hanya meminum satu minumannya saja karena lelaki itu sudah kekenyangan.