"Tok, tok, tok, pak Gerry tolong buka pintunya, Apa yang kamu lihat tadi tidak seperti yang kamu bayangkan aku benar-benar tidak ada hubungan dengan Rey. Jadi kamu jangan khawatir, sengaja Rey ingin memisahkan kita, jadi Apakah kamu akan terjebak oleh jebakannya?" ucap Diandra saat itu pada Gerry. Dan gadis itu masih menggedor pintu kamar hotel yang Gary tempati sembari mengucapkan kata-kata yang cukup keras agar lelaki yang ada di dalam ruang kamar tersebut bisa mendengarnya. Hingga beberapa saat Gadis itu masih melakukan aktivitasnya itu di sana sampai terlihat Gerry membuka pintu kamarnya tersebut karena Gerry sudah tidak tahan mendengar suara Diandra yang mengucapkan kata-kata yang sama, kemudian Gerry segera menarik Diandra masuk ke dalam dengan kasar Gerry langsung menutup pintunya bahkan terkesan membanting pintu tersebut hingga tertutup rapat kembali, kini tubuh Diandra yang menjadi sasarannya, tubuh gadis itu langsung membentur ke tembok yang ada di belakang punggungnya saat itu karena Gerry yang melakukannya.
"Auh, sakit!" dengus Diandra saat itu ketika Gary mulai berlaku kasar padanya lelaki itu tampak menampakan wajah datar tanpa ekspresi dengan tatapan mata yang begitu menekan Gadis itu di sana bahkan Diandra hanya bisa menundukkan wajahnya ketika menatap mata lelaki yang ada di hadapannya saat itu.
"Kamu kira aku tidak tahu jika kamu semalaman tidak kembali ke kamar kamu, Kamu kira aku dengan mudah kamu bodohin seperti itu, jika memang kamu ada main dengan Rey, maka aku pun tidak akan dengan mudah bisa kamu permainkan. Apa susahnya mencari gadis lain selain kamu hanya untuk tidur denganku. Apa kamu mengerti itu? dan lagi, jika sampai hal itu terjadi maka Aku pastikan kamu juga akan keluar dari perusahaan yang aku Pimpin saat ini, mengerti? jadi pilihan ada di tangan kamu apakah kamu mau bersama dengan dia atau bersama denganku dengan semua konsekuensi yang harus kamu tanggung karena aku tidak ingin berbagi dengan lelaki lain," ucap Gerry yang tampak marah pada Diandra saat itu namun Gadis itu hanya bisa terdiam di tempatnya karena memang ia tidak bisa berkata apa-apa lagi semua yang Gerry katakan itu benar adanya. Dan yang lebih penting lagi adalah pekerjaan. Diandra ingin tetap bekerja di perusahaan itu Ia ingin tetap menghasilkan uang di sana.
"Baiklah aku akan menjawabnya nanti," ucap Diandra saat itu pada lelaki yang ada di hadapannya.
"Kamu kira kamu siapa, memangnya aku ingin mendengar jawabanmu nanti? tidak! aku ingin mendengar jawabanmu sekarang! jadi aku detik ini juga langsung bisa memutuskan ke depannya Apakah aku benar-benar akan memecatmu atau masih membuatmu tinggal di sisiku," ucap lelaki itu kemudian. Jujur saat itu Diandra begitu bingung di mana pertama kalinya yang begitu nyata bagi Diandra Gadis itu tidak sedang mabuk atau hilang kesadaran ia mendapatkan perlakuan manis yang sudah lama ia inginkan dari seorang lelaki dan itu ia dapatkan dari Rey, jujur Diandra tidak suka permainan yang Gery lakukan setiap lelaki itu menginginkannya karena menurutnya itu selalu menyakitinya namun tidak untuk Geru. Tetapi gadis itu tidak punya pilihan lain selain menerima lelaki itu dalam hidupnya karena Diandra juga masih ingin mempertahankan pekerjaannya itu. Ia tidak ingin kehilangan pekerjaan yang sudah Ia dapatkan dalam waktu yang sangat lama.
"Baiklah, aku akan menerima kamu dibandingkan dengan Rey, apakah kamu senang sekarang?" ucap Diandra saat itu pada Gerry terlihat lelaki itu hanya mengagukanku saja tidak menampakkan wajah yang senang atau bahagia dan ketika Diandra akan mengucapkan beberapa kata lagi lelaki itu sudah mengangkat tangannya saat itu tanda Diandra harus diam di sana ditambah lagi lelaki itu lalu memberi isyarat pada Diandra dengan satu jemari telunjuknya yang sudah menempel pada bibir Gerry sendiri tanda gadis itu benar-benar harus diam karena saat itu ada panggilan masuk dari ponsel Gary di sana dan saat itu juga Diandra segera tahu jika lelaki itu ingin mengangkat panggilan tersebut karenanya gery memintanya untuk Diandra tidak bersuara. Diandra pun hanya patuh dan menatap lelaki itu yang segera bergegas menuju ke arah ponselnya berada terlihat Gary saat itu tengah menerima panggilan telepon tersebut.
"Iya halo Sayang, maaf ya aku telat mengangkat panggilan telepon, kamu ada apa? Kenapa suara kamu terlihat sangat murung Apakah ada barang yang tidak kamu dapatkan lagi?" ucap Gery saat itu dengan nada suara yang begitu lembut ketika Diandra dengarkan dan ucapan lelaki itu bagai petir yang menggelegar menyambar kepala Diandra saat itu di mana suara lembut lelaki itu yang ternyata bukan Gerry tujukan untuknya tetapi untuk wanita lain dan jelas Diandra tahu jika lelaki itu sudah memiliki wanita lain selain dirinya namun ketika dia ingin marah saat itu Gerry sudah menatapnya dengan tatapan tajam dan lirikannya yang mengisyaratkan jika Gadis itu harus patuh dan diam di tempatnya.
"Baiklah, Baiklah nanti aku akan coba carikan untuk kamu ya sayang, jangan khawatir sudah-sudah tenang jangan bersedih lagi kalau begitu sekarang kamu pasti akan tidur kan kalau begitu selamat malam, kalau aku baru bangun dan akan mulai bekerja lagi ya sudah kalau begitu jangan begadang dan jaga kesehatan," ucap Gerry saat itu yang tampak begitu perhatian pada seseorang yang ada di dalam teleponnya yang tengah berbicara pada Gerry di sana. Diandra hanya terdiam di tempatnya di mana ia ingin sekali diperlakukan manis seperti itu tetapi ternyata perlakuan manis Gery bukan untuk dirinya malah untuk wanita lain selain dirinya.
"Kenapa kamu masih diam di sini? cepat sana keluar dan cepat siap-siap kita harus menemui klien terlebih dahulu sebelum nanti bersiap-siap untuk kembali ke kantor," ucap Gery saat itu pada Diandra dan Gadis itu hanya bisa menggangguk patuh dan seakan mulutnya benar-benar terkunci lidahnya keluh tidak bisa berucap lagi meskipun dalam otaknya ingin sekali menanyakan banyak hal pada lelaki itu tetapi ia tidak bisa melakukannya karena khawatir jika lelaki itu akan marah kembali dan benar-benar akan mengusirnya dari perusahaan. Dan Baru beberapa langkah saja sebelum Diandra meraih pintu kamar Gery saat itu terdengar suara Gerry yang mengatakan beberapa kata di sana.
"Kamu jangan mengira jika Aku sekarang tengah berselingkuh karena aku tadi sedang menelepon istriku dan di sini yang menjadi selingkuhan ku adalah kamu. Apa kamu mengerti itu? jadi jika kamu menginginkan masih berada di sisiku tetaplah diam seolah kamu tidak mendengar apa-apa dan kamu tidak mengetahui apa-apa. Tetaplah menjadi wanitaku yang baik dan patuh. Apa kamu mengerti? jadilah penurut karena aku menyukai gadis penurut," ucap Gery saat itu pada Diandra terlihat Gadis itu hanya menundukkan wajahnya kedua matanya berkaca-kacangan tetapi Gadis itu sebisanya menahan tetesan air mata tersebut.
"Kenapa diam saja cepat jawab, aku tidak mau menunggu jawaban kamu terlalu lama," ucap Gerry kemudian pada Diandra.
"Aku rasa jawaban Apapun yang aku berikan tidaklah berarti menurutmu jadi selama kamu menyukainya aku tidak apa-apa dan maafkan aku jika aku sudah menjadi wanita perebut suami orang, aku tidak tahu lagi harus berkata apa sekarang, kalau begitu aku permisi dulu dan terima kasih banyak sudah memberitahu aku jika kamu sudah memiliki istri, aku tidak akan mencarimu terlebih dahulu," ucap Diandra saat itu yang benar-benar merasa bersalah dalam hatinya.