Diandra kemudian keluar dari ruang kamar Gery saat itu kemudian berjalan menuju ke arah kamarnya dengan langkah gontai di sana. Bagi Diandra apa yang baru saja ia ketahui tersebut benar-benar pukulan keras baginya bahkan Diandra merasa jika dirinya benar-benar menyedihkan karena sudah tahu bahwa Gerry sudah memiliki istri tetapi ia masih mau menjadi wanita idaman lain yang Gery sembunyikan dari istrinya bahkan lelaki itu terang-terangan mengangkat panggilan istrinya di depannya dan yang pasti Diandra tahu bahwa Gerry tidak akan pernah bisa mengangkat panggilannya di depan istrinya.
"Memalukan sungguh sangat memalukan, bahkan begitu menjijikkan," ucap Diandra dalam hatinya yang terus menyalahkan dirinya sendiri atas semua yang sudah terjadi. Kemudian Gadis itu masuk ke dalam kamarnya kembali Diandra benar-benar merasa malu pada dirinya sendiri ketika ia melihat bayangan dirinya yang bisa berjalan dengan langkah tegap meskipun tahu kenyataan yang sebenarnya, kemudian Gadis itu segera merangkak perlahan naik ke atas pembaringan dan menengkurapkan tubuhnya di sana begitu saja.
Hingga terdengar suara ketukan dari luar pintu kamar hotel yang Gadis itu tempati terpaksa Diandra pun terbangun dari tempatnya dan perlahan berjalan menuju ke arah pintu kamar hotelnya. Gadis itu tidak melihat terlebih dahulu siapa yang saat itu tengah berdiri mematung di depan pintu kamarnya tersebut. Namun Diandra segera membuka pintu kamarnya, saat itu terlihat Rey tengah berdiri di depan pintu kamarnya di sana.
"Apa yang kamu lakukan kenapa kamu belum siap-siap, kita akan menemui klien sekarang setelah itu kembali pulang," ucap Rey saat itu pada Diandra namun Gadis itu malah menundukkan wajahnya di sana seakan tidak bisa menatap wajah lelaki itu Diandra kemudian menangis begitu saja, Rey yang merasa ia tidak melakukan apapun pada Gadis itu hanya bisa tertegun di tempatnya sembari menatap ke arah gadis yang masih terisak-isak di sana dan Diandra perlahan melangkah maju menuju ke arah tubuh Rey lalu gadis itu segera memeluk tubuh Rey di sana Diandra berharap ia akan mendapatkan bantuan Atau paling tidak sebuah kata yang bisa membuatnya berhenti menangis dari lelaki itu. Namun ternyata lelaki itu hanya bisa diam mematung di tempatnya dan tidak membalas pelukan Diandra karena memang gadis itu sudah menetapkan pilihan jika ia sudah memilih Gary sebagai kekasihnya. Hingga Rey memilih untuk tidak berbuat sesuatu yang nanti akan ia sesali karena ia sudah pasti akan berhadapan dengan Gary.
"Bisakah kamu masuk sebentar ke dalam temani aku sebentar saja Rey?" ucap Diandra saat itu pada Rey yang meminta lelaki itu untuk membawa dan memapah tubuhnya masuk ke dalam karena Diandra merasa jika saat itu tubuhnya tengah gemetaran dan panas dingin ia rasakan. Namun ternyata Rey malah menolak ajakan gadis itu karena Rey mengira jika Diandra sudah dicampakkan oleh Gary dan Rey tidak ingin menjadi lelaki Bodoh kedua yang akan Gadis itu manfaatkan karena Rey mengira jika Diandra yang menjadi wanita jahat di antara hubungan Gerry dan juga Calista.
"Kenapa aku harus mengiyakan permintaan kamu itu, sedangkan aku jelas tahu jika kamu tadi menolakku dan kamu memiliki Garry sebagai kekasihmu kenapa kamu malah memintaku untuk membawamu masuk ke dalam? aku rasa ajakan kamu itu tidak pantas bagiku Diandra dan yang pasti aku tidak ingin membuat masalah dengan Gary. Apa kamu mengerti itu jadi urus saja urusan kamu sendiri," ucap lelaki itu yang tampak sadis Diandra dengarkan.
"Aku hanya meminta bantuanmu Rey, untuk..." ucap Diandra yang tertahan karena saat itu Rey sudah menyahutnya.
"Bantuan untuk apa? untuk berdamai dengan Gerry? jangan harap!" balas Rey saat itu. Gadis itu pun segera mengerti dan tahu apa yang sebenarnya terjadi. Diandra pun merasa jika ia benar-benar tidak bisa untuk dijadikan kekasih apalagi teman wanita karena ia tidak patut untuk merasakan ketulusan dari seseorang. Akhirnya Diandra mengendurkan pelukannya dan melepas pelukan itu dari tubuh Rey, Diandra lalu mundur satu langkah untuk memberi jarak antara tubuhnya dan tubuh lelaki itu di sana satu tangannya mengusap lelehan air mata yang mengalir dari pelupuk matanya yang kemudian membasahi wajahnya di sana Diandra mengusapnya secara bergantian saat itu.
"Kamu memang benar, semua adalah salahku Aku yang sudah membuat keputusan yang ternyata aku sesali seumur hidupku kamu juga benar aku adalah wanita yang tidak pantas untuk menjadi teman wanita apalagi wanita yang dicintai secara tulus bukan hanya sebagai pelampiasan saja, Ya sudah kalau begitu aku siap-siap dulu, terima kasih banyak karena sudah membuka kedua mataku bahwa kalian para lelaki memang sangat mahir mempermainkan perasaan ya, Aku baru merasa jika karena kalian aku menjadi wanita yang paling menyedihkan selama hidupku," ucap Diandra saat itu yang merasa jika memang lelaki itu hanya ingin tubuhnya saja dan tidak ingin perasaannya mereka hanya melihat dari fisik Diandra saja dan tidak peduli dengan perasaan yang Gadis itu rasakan. Dan ketika Rey akan mengucapkan beberapa patah kata Diandra langsung masuk ke dalam kamar hotelnya kembali dan menutup pintu yang ada di depan Rey itu rapat-rapat seakan Diandra tengah membanting pintu yang ada di depannya tersebut. Rey kemudian hanya terdiam di tempatnya sembari menatap pintu yang ada di depannya yang sudah tertutup rapat kembali dan lelaki itu tahu jika ia tidak akan ada gunanya bicara sendiri di sana.
"Sebenarnya Gadis itu ada masalah apa padaku dia memiliki masalah dengan Gary tetapi kenapa melampiaskan amarahnya padaku, sungguh gadis yang tidak bisa ditebak," ucap Rey saat itu sebelum lelaki itu pergi meninggalkan kamar hotel gadis yang ada di depannya. Sedangkan di dalam ruang kamar Diandra saat itu Gadis itu kemudian melepas kancing bajunya satu persatu hingga terlepas, melepaskan pakaiannya begitu saja hingga tercecer di lantai begitu saja, Diandra kemudian berjalan masuk menuju ke arah kamar mandi untuk memulai aktivitas mandinya di sana ia merasa tubuhnya begitu Kotor saat itu karena ia semalam sudah tidur dengan Rey, dan besar kemungkinan nanti ia akan tidur dengan Gerry. Kedua lelaki yang hanya menginginkan tubuhnya saja menurut Diandra, kemudian Gadis itu segera mengguyur tubuhnya di bawah guyuran air shower yang sudah mengalir karena beberapa saat tadi ia nyalakan.
"Diandra. Ini semua bukan salahmu mereka yang menjadikanmu tersangka mereka yang menjadikanmu wanita yang menyedihkan dan di mata orang lain adalah wanita yang jahat serta tidak berperasaan. Jadi kenapa sekarang kamu harus bersikap baik? bukankah kamu harus menunjukkan pada mereka jika kamu adalah wanita yang seperti mereka pikirkan. Baiklah Diandra jadilah apa yang mereka inginkan itu dan jangan jadi dirimu sendiri gadis bodoh yang pekerja keras dan juga penuh tanggung jawab karena bagi mereka saat ini kamu bukan siapa-siapa, kerja kerasmu semua sudah hilang saat Gerry datang dan kamu tidak memiliki prestasi apa-apa. Jadi kenapa kamu harus mempertahankan jati dirimu yang tidak berharga itu. Di dalam dirimu sudah tidak ada yang berharga, kesucianmu sudah di ambil paksa oleh Rey, dan kerja kerasmu sampai saat ini di hancurkan oleh Gerry hingga kamu harus bertahan dengan status yang menyedihkan. Bukankah lebih baik jika kamu menjadi gadis baru yang benar-benar seperti apa yang mereka pikirkan, gadis iblis," ucap Diandra saat itu dalam hatinya yang benar-benar hancur sebelum gadis itu mulai menggunakan shampo dan juga sabun di rambut dan tubuhnya.
Dan setelah beberapa saat Diandra menyelesaikan aktivitasnya di dalam kamar mandi tersebut Gadis itu segera keluar dan mulai mengganti pakaian di sana setelah beberapa saat ia bersiap-siap kemudian Diandra segera menyusul ke tempat di mana Rey dan juga Gerry berada. Rupanya saat itu Ray dan Gary ada di salah satu ruangan Hotel yang memang khusus untuk rapat di sana sudah ada Kedua lelaki tersebut dengan klien dan beberapa orang lainnya yang bersama dengan klien tersebut. Ternyata semua mata saat itu tertuju pada Diandra yang baru saja masuk ke dalam ruangan yang semuanya terdiri dari lelaki hanya Diandra seorang diri yang perempuan di sana terlebih lagi tatapan mata Gerry dan juga Rey seolah tidak bisa lepas dari sosok Diandra saat itu di mana gadis itu tengah mengenakan setelan yang berwarna merah menyala dengan rok yang sedikit ketat hingga sampai ke bawah lutut tetapi belahan di bagian belakangnya sangat tinggi hingga melebihi batas lutut sedangkan pakaian yang digunakan Gadis itu di bagian atasnya senada dengan bagian bawah yang ia gunakan namun saat itu Diandra memilih untuk memakai baju lengan pendek dan warna merah menyala tampak kontras kulit tubuh Diandra saat itu yang terlihat putih di sana di mana Gadis itu sengaja menyepol rambutnya naik ke atas untuk memperlihatkan jenjang lehernya yang putih bersih tampak bersinar diantara para mata lelaki yang ada di sana hingga perbincangan dalam rapat pun selesai terlihat klien yang saat itu tengah berbisik di telinga Gerry saat itu dan setelah beberapa saat lelaki itu segera meminta Diandra untuk mendekat ke arahnya kemudian Gerry segera berbisik saat di telinga gadis itu.
"Untuk melancarkan usaha kita ini klien meminta kita untuk mengajak mereka ke salah satu tempat karaoke dan syaratnya kamu harus ikut, apa kamu bisa mengikuti permainan mereka?" ucap Gery saat itu pada Diandra jelas Diandra begitu terkejut dengan apa yang lelaki itu katakan padanya seolah-olah Gery tengah menjualnya pada klien tersebut. Namun karena Diandra sudah bertekad untuk tidak menjadi gadis baik-baik gadis itupun segera mengiakan ucapan lelaki itu di sana tanpa ekspresi yang terkejut atau sejenisnya. Gerry dan juga Rey begitu terkejut dengan jawaban Diandra karena menurut Kedua lelaki itu ia akan langsung menolak usulan Gary yang diminta klien tersebut tetapi ternyata Diandra malah mengiyakan apa yang klien itu inginkan.
"Baiklah aku setuju kenapa tidak! bukankah kita harus menjamu klien dengan baik?" ucap Diandra saat itu pada Gerry dan setelah perbincangan di ruang rapat tersebut selesai tibalah semuanya untuk menuju ke salah satu tempat karaoke yang tidak terlalu jauh dari hotel tersebut karena tempat tersebut berada di lingkungan Hotel juga. Diandra tampak ceria ketika menemani klien untuk menuangkan minuman beralkohol di sana dan menyuguhkan beberapa camilan serta menemani mereka untuk bernyanyi dan mengobrol, terlihat Rey sedikit merasa sedih ketika melihat Diandra yang tampak bahagia di sana di ujung pandangan lelaki itu tetapi Rey jelas tahu bahwa hati Diandra tidak seceria saat itu dan pasti benar-benar tersiksa. Sampai terlihat gadis itu beranjak dari duduknya dan berpamitan untuk menuju ke toilet, di saat yang bersamaan Rey juga berpamitan menuju ke toilet.
Saat itu Rey sengaja berjalan di belakang Diandra seolah tengah membuntuti Gadis itu di sana Diandra bisa mengetahui keberadaan Rey dari langkah kakinya yang tampak begitu keras tanda lelaki itu tidak jauh darinya hingga Gadis itu berbalik dan ia dapati Rey ada di belakangnya tampak gadis itu kemudian bersedekap dengan kedua tangan yang terlipat di bagian depan tubuhnya terlihat pula senyum yang tersungging dari bibir Gadis itu di sana.
"Kenapa kau seolah ingin bicara sesuatu padaku, dari tadi aku perhatikan. Apakah ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan?" ucap Diandra saat itu pada Rey tampak Gadis itu begitu percaya diri ketika berkata demikian.
"Aku merasa kamu begitu tertekan dengan apa yang Gerry lakukan harusnya jika Gary menyukaimu dia tidak akan merelakanmu untuk menemani klien minum-minum seperti ini apakah otak Gerry sudah tidak waras atau mungkin otak kamu yang bermasalah karena tidak menolaknya?" ucap Rey saat itu pada Diandra tampak gadis itu kemudian malah tersenyum di sana.
"Aku rasa bukan urusanmu masalah perasaanku ataupun perasaan Gerry padaku yang terpenting bukankah negosiasi kita ini lancar dan tidak ada halangan bagi perusahaan dan aku rasa jika semuanya lancar kamu pun juga akan senang karena kamu adalah salah satu karyawan perusahaan juga," ucap Diandra saat itu yang memukul telak ucapan Rey di sana.
"Jadi kamu menurut saja dengan perlakuan Gary yang memperlakukanmu seolah kamu adalah," ucap Rey saat itu yang tertahan karena Diandra sudah menyahut ucapan lelaki itu di sana.
"Adalah apa? adalah wanita simpanan atau wanita perebut suami wanita lain? mungkin aku adalah wanita seperti itu. Kamu bisa menyebutnya demikian, Anggap saja aku seperti itu jadi urus aja urusanmu sendiri tidak perlu mengurus urusanku karena aku bisa mengurusnya Apa kamu mengerti itu? dan lagi bukankah kamu juga memperlakukan aku sama seperti Gerry memperlakukan aku?" ucap Diandra kemudian yang lalu segera berbalik dan akan melangkah pergi menuju ke arah kamar mandi atau toilet yang sejak awal ingin Ia tuju di sana namun baru satu langkah saja Gadis itu sudah langsung menghentikan langkah kakinya di sana, Diandra lalu berbalik kembali ke arah Rey yang masih berdiri mematung di belakangnya.
"Oh ya satu lagi tolong kamu rahasiakan ini dari teman-teman satu divisi kita jika aku adalah wanita yang menjadi simpanan lelaki yang sudah beristri," ucap Diandra kemudian yang lalu segera berbalik kembali dan berjalan pergi menjauh dari Rey di sana terlihat lelaki itu begitu terkejut dengan ucapan yang keluar dari bibir Diandra karena Rey sejak awal sudah mengira jika Diandra sudah tahu status Gerry dan juga latar belakang lelaki itu dan ucapan Diandra saat itu mampu menyulut emosi Rey sana di mana Rey sudah tahu jika Diandra memang terang-terangan membuat Gerry jatuh hati padanya dan membuat Gery berselingkuh dari istrinya. Rey kemudian berlari menuju ke arah Diandra yang sudah masuk ke dalam kamar mandi atau toilet itu terlebih dahulu, dengan cepat lelaki itu mampu meraih salah satu lengan tangan Diandra di sana dan menariknya hingga terlihat Gadis itu langsung berbalik menghadap ke arahnya dengan wajah yang tampak kesakitan karena tangan kekar lelaki itu yang sudah menarik lengan tangannya.