Setelah malam itu pikiranku mulai tidak menentu.
Seperti biasa di mana bar akan ramai apa bila ada DJ dari luar. ruang mulai padat tapi untungnya aku malam itu di teman seorang bartender cewek, dia memang sudah terbilang lama kerja di bar itu, tapi lebih lama gue lah hahaha.
"Rin aldo gak masuk malam ini?
"Ijin dia bang istrinya melahirkan tadi pagi"
"Ooo"
Kita berdua pun sibuk menyiapkan minuman para pelanggan yang tiada putus-putusnya itu semakin malam semakin padat yang datang. Setelah melayani pelanggan begitu ramai akhirnya sempat santai sejenak, aku mengambil bungkusan rokok yang ada di dalam saku celanaku dan mengambil sebatang lalu menyalakannya aku menghisap dalam-dalam asap rokok itu dan aku menghembuskan Pelan-pelan, di mana di dalam otak aku berkecamuk mengingat tentang telfon dari ayahnya Yana, tapi di sisi lain aku tidak yakin kenap Yana belum tahu perihal itu.
Aku sempat melihat hp aku liat notifikasi dari BBM (blackberry messenger) ada satu pesan, yang tertulis sayang.
"Aku sudah sampai rumah" sekali aku lihat jam masuknya pesan itu sekitar jam 22:48. Karena dari tadi aku sibuk aku jadi tidak melihat hp.
Namun tidak aku balas mengingat sekarang waktunya sudah larut malam aku memasukkan hp itu kembali ke dalam saku celanaku.
Aku kembali masuk ke ruang bar lagi sekarang sudah tidak seramai tadi tapi pelanggan pasti selalu ada buat memesan minuman, di mana ruang penuh dengan sesak orang dan asap rokok.
Tiba-tiba datang seorang gadis dengan celana jeans di padukan dengan kemeja rambut panjang separuh belakangnya di biar tergerai membuat penampilannya ya lumayan sempurnalah buat seorang cewek, dia menghampiri meja bar.
"Mau pesan apa mbak?" Tanya ku pada gadis itu
"Tequila sunrise bang"
"Ok siap mbak"
Tidak begitu lama aku membuatnya, setelah selesai aku pun menyodorkan gelas itu kepada cewek itu.
"Ini mbak minumannya"
Dia hannya mengangguk lalu mengambil gelas itu dengan seketika dia menegak habis isi gelas itu, setelah itu dia memesan satu lagi dengan minuman yang sama.
"Mas pesan satu lagi sama kayak tadi"
"Ia mbak"
Tidak begitu lama akhirnya pesanan itu pun selesai
Dia pun langsung menyambar gelas itu dan meminumnya sampai habis, setelah itu dia pesan lagi.
Waduh ne cewek kesurupan kali ya? Tanyaku dalam hati. Aku pun membuat lanjut membuat minumannya.
Setelah aku menyodorkan gelas itu, gadis mengeluarkan air mata dengan termenung mantap gelas yang aku sodorkan itu, dari raut mukanya dia sangat kacau. Bagi saya sih itu udah biasa saya lihat di ruang bar sebab yang datang ke sini bukan 100% manusia bahagia yang benar menikmati tapi 80% manusia yang penuh masalah, mereka lari ketempat seperti ini sebagai pelampiasan.
"Mas?, Mas pernah merasakan sakit yang tidak bisa di ucap gak? Tanya gadis itu kepadaku. Aku sempat bengong sebentar sebelum aku menjawab.
"Ya nama manusia mbak hidup nya harus kejar masalah tapi tergantung manusia itu bagaimana cara dia menyikapi masalah itu sendiri" gadis itu tidak menjawab tapi dia mengangguk dengan jawaban yang aku beri.