"fiuhhh..." menghembus nafas berat alina, setelah merebakan dirinya di kasur yang berwarna putih hitam itu, "Cinta?" batinnya perlahan matanya tertutup, tak lama dia langsung tertidur.
____
"sayang!, kapan mau bawa aku ke rumah mami??" ucap seorang wanita yang merengek di depan meja devin, "aku mau ketemu mami mau yah??" ucap wanita itu lagi melekatkan dadanya di lengan devin
"sore" ucap devin lalu menepis wanita itu, entah tak nyaman atau tak tahan
"yaudah aku pulang dulu mau bersiap sekalian mau beliin mami favorite things nanti kamu temenin aku yah" ujarnya hanya di balas 'hm' dari devin lalu mencium pipi pria dan berjalan keluar.
"alina, lin" panggil kayla mengetuk pintu kamar, "hmm?, eh iya mi ada apa??" tanya alina begitu membuka pintu kamar, "kamu bosen nggak sih?" tanya kembali kayla
"hmm iya sih mi ehehe" ucap alina menggaruk kepalanya yang tak gatal ,dia sudah bangun 2 jam lalu sekarang sudah jam 3 sore, dia memang bosan tak ada apa yang mau di lakukan di dalam rumah besar bak istana itu
"hmm, gimana kalau kita ke mall aja??" ajak kayla, alina teringat yang jam 4 nanti dia mau ke acara ulang tahunnya keponakan zaki, sekalian ke mall bisa beliin hadiah jadi dia mengangguk mengiyakan
"yaudah mi mau, alin bersiap dulu ya" ucapnya lalu kayla pun mengangguk, dan kembali ke kamarnya, alina juga kembali masuk ke dalam kamar mengunci pintu, lalu dia segera masuk ke dalam ruang persalinan baju
memilih baju biru, sepusat, di tambah celana panjang biru yang bertali ke pundak, sangat cantik, rambutnya di ikat, dia membawa tas pundak putih.
"sekalian nenangin fikiran" batin alina yang sudah di tingkat bawa itu menunggu maminya,
"cuss uhuyy cantik banget sihh" puji kayla yang sudah bersiap itu, "mami juga, yaudah kita berangkat".
di perjalanan alina dan mertuanya itu bercerita bersama, sama sama tertawa, tak salah kayla memang cocok jadi mertuanya alina, sayangnya hanya anaknya yang berbeda
"ohh ya mami mau nanya umur kamu tu berapa sih??" tanya kayla lalu turun dari mobil di ikuti alina mereka sudah tiba di mall, mobil di parkir di area tempat parkir di mall itu, "27 mi" jawabnya, "wihhh bruntung mami, punya menantu serasa punya anak gadis" ujar kayla alina hanya tertawa mendengar itu.
mereka sudah seperti anak dan ibu, berjalan ke dalam mall berpegangan tangan, supir yang ngeliat sampai geleng geleng senyum, setiba nya mereka di dalam mall itu ramai sekali orang mereka menuju eskalator untuk naik ke tingkat dua
mula mula mereka ke toko tas dior, lalu ke chanel lalu ke ysl dan bermacam brand lainnya, alina tak capean malahan dia suka berbelanja apalagi bersama orang yang suka juga rasanya asikk banget
tak serasa sudah 12 toko mereka masuki dan membeli setiap isi toko itu, toko terakhir yang pingin alina kunjungin adalah toko mainan anak anak, "mi alina kedalam dulu yah mau beliin hadiah buat keponakan teman alina" kayla mengangguk lalu berkata
"oh yaudah mami mau ke toko sebelah itu.."
lalu mereka pun sama sama masuk ke dalam toko. "hmm keponakannya zaki itu cowo kan hmm, kak, mau nanya ada nggak mainan yang anak cowo tu suka?" tanya alina pada karyawan toko itu
"umurnya berapa tu kak?" tanya karyawan itu balik, "7 tahun" ucap alina, lalu karyawan itu berputar arah dia berjalan meninggalkan alina lalu datang kembali membawa mainan yang di maksud alina satu kereta kontrol satu nya robot yang bisa gerak
"ini paling best seller kak, soalkan ini yang robotnya limited edition" alina mengangguk lalu membeli kedua dua. setelah dia bayar lalu alina keluar, mami nya sudah menunggu di hadapan, "mami beli apa??" tanya alina melihat paper bag ada dua di tangan kayla
"ini untuk kamu mami traktir" ucapnya lalu memberikan alina satu paperbag putih pada alina "wah susah susah aja padahal alina belum beliin mami apa apa, makasih mi" ucapnya menunjukkan senyuman manis
"sama sama, ehh nggak lama lagi jam 4, kita pulang yuk kan kamu mau ke acara ulang tahun kan" ucap mami kayla, tiba tiba dia melihat devin dan wanita yang ia kenal ada di belakang alina, "devin?!" panggil kayla
alina yang menoleh ke belakang medengar mertuanya memanggil nama devin, mukanya datar, lalu berjalan berdiri di samping mertuanya begitu kedua orang yang terlihat seperti pasangan itu mendekat
"tante kaylaa" ucap ceria wanita itu lalu berlari meminta di peluk, "ngapain kamu sama anak saya?!!" tegas kayla, alina sampai kaget di samping rupanya begitu mertuanya kalo sudah emosi
kayla pernah cerita kalo setiap wanita yang di bawa devin itu semua nggak beres emang insting seorang ibu itu kuat, "tante kaylaa kok gitu.." ucap wanita itu membuat nada suara dengan sok lembut
"tante kayla tante kayla siapa kamu sok akrab banget cih" kesal kayla lalu menatap jijik, wanita itu, "kamu ya devin!! kamu itu udah punya istri malah jalan sama wanita lain!, kamu mau ngeduain istri kamu?!!" marah kayla meninggikan suaranya
"mi, udah udah, nggak papa, nanti bisa di omongin baik baik kita pulang dulu" kayla menatap wanita itu dari atas sampai bawa, dia memasang ekspresi jijik dengan wanita di depanya itu
"yaudah, nggak usah kita ladenin yuk pulang" ucap kayla karna alina pun mau ke acara ulang tahun, lalu mereka berdua pun melewati kedua orang itu, masih emosi kayla rasanya ingin sekali rasanya menjambak rambut wanita yang bermuka dua itu.
"mami nggak nyangka tu wanita iblis bisa nya nunjukin muka nya, untung ada kamu lin kalau nggak udah lama tu kepala nya botak mami tarik rambutnya," emosi kayla saat mereka keluar dari mobil Sudah tiba di depan mansion itu
"sabar mi sabar, nggak papa" ujar alina mencoba menenangkan mami mertuanya itu,
"mami tu masih kesal liat aja kalau tu nenek iblis dateng!! siap muka nya mami cakar pakai penyapu cakae rumput itu" alina hanya tertawa kecil meaki hatinya terluka, dia membiarkan kayla meluap emosi emosinya.
"mi alina jalan dulu yah jangan marah lagi yah? nanti malam kita bicarain baik baik ke mereka" ujar alina yang sudah siap itu, "iya.. yaudah ini tadi mami juga ada beliin hadiah untuk keponakan temannya kamu itu bilanh dari nenek kayla yang cantik uhuyy ya" mereka berdua tertawa, setelah itu alina pamit dengan kayla dan dia pergi.
saat sudah tiba, terlihat sebuah rumah yang layaknya pesta ulang tahun yang meria, alina seketika tersenyum melihat sahabat sahabatnya sedang duduk di satu meja yang sama, alina keluar dari mobil dan membawa hadiah yang ia beli tadi
"aliiiinnn" teriak sahabat alina yang bernama ziya begitu melihat alina menuju ke arah mereka, "ahhhh gue kangen buangettt sama luu" ziya memeluk alina, melepaskan rindunya
karna setelah lulus sma, mereka kehilangan kontak, jadi saat bertemu rasanya kangen sekali, "gua juga rindu kok" ucapnya, lalu mengelus elus belakang ziya
"lu bawa apa?" tanya zaki yang sedang duduk itu menatap kedua orang sahabatnya sedang berpelukan, "mana keponakan lu?" tanya alina tak membalas pertanyaan zaki, "lah ni anak di tanya malah nanya balik" ucap zaki
"ini buat keponakan lu" jelas alina sembari duduk di kursi, "ada itu lagi mandi, sini bagi gua aja nanti gua kasih ke dia" ucapnya, alina sempat memutar bola mata malas, padahal niatnya dia sendiri yang mau ngebagi tapi yaudah lah
"yaudah ni, ini dari mertua gua, ini dua dari gua" ucapnya lalu memberikan hadiah itu, "buat gua nggak ada?" kata zaki iseng mencari cari hadiah padahal sedang tidak ulang tahun, 'ishh ngeharap banget, lu nggak ulang tahun yee" ujar ziya lalu nila dan alina ketawa bersama
Mereka tertawa bersama sama, sembari bercerita tentang hal lama mereka, juga cerita lucu lucu, tentang masa smp mereka kenakalan dll,
___
"Nyonya itu..." pelayan itu terlihat takut melanjutkan perkataan nya, setelah berlari lari ke arah kayla yang sedang melihat lihat barang yang ia beli tadi di mall bersama alina
"siapa?" tanya kaula dengan tenang, lalu menghentikan kegiatannya, "itu non..nona fia dateng" ucap pelayan itu gugup, "Bagus deh dia dateng ada yang mau saya omongin, oh yah dia kan nggak suka makan makanan kampung yah? suruh bi jira masakin makanan desa yang enak banget tambahin kueh kuehnya juga" jelasnya dengan senyuman sinisnya.
___
"yaudah gua pulang dulu yah daa" ujar alina lalu naik ke mobil, sembari melambai lambai ke arah sahabat sahabatnya, "bai baii" ucap ketiga orang itu melambai lambai ke arah mobil alina yang sudah berjalan perlahan lahan
"Astaga!, gue lupa" panik ziya memegang kepalanya, dua orang temannya hairan melihat tingkah ziya yang panik, "ada apa apa yang lu lupa???" tanya nila yang jadi ikutan panik karna ziya, "gueee lupa melukk alinaaa hwaaa", zaki memutar bola matanya lalu masuk ke dalam rumah sedang nila juga merasakan hal yang sama, pertemanan mereka nggak pelukan nggak sah.